Bukan Kamu Yang Aku Inginkan

Bukan Kamu Yang Aku Inginkan
kaki bengkak


__ADS_3

..."Jika dengan bersama nya membuat mu bahagia maka pergilah, kejarlah kebahagiaan bersama nya"...


......Zahra Aulia......


"Assalamualaikum"


"waalaikumsallam" Jawab zila dan Zahra bersamaan.


"Makan apa sayang"


"Ini bubur di beliin mbak Zahra"


Daffa meletakkan tas bawaannya di atas nakas, mengeluarkan Qur'an titipan zila.


Zila makan dengan lahap di bantu Zahra hingga bubur di dalam wadahnya tandas. Daffa sampai tersenyum puas melihat nya, Zahra berusaha menetralkan suasana hatinya saat dekat dengan Daffa, Zahra lebih banyak menunduk atau menatap zila , berusaha agar tidak saling menatap dengan Daffa


"kalo gitu mbak pulang dulu ya Zil"


"iya mbak, makasih sudah Nemenin zila"


"Makasih banyak ya Ra, sudah mau jagain zila"


"iya sama sama daf, gua sudah anggap zila kaya adik gua sendiri"


", Assalamualaikum"


"waalaikumsallam"


....


"daf"


"kenapa Zil"


zila menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ragu sebenarnya mengatakan keinginannya dengan daffa , Daffa sampai mengerutkan keningnya menunggu apa yang zila katakan


"Zil, kenapa __sayang"


"emm"


"kenapa" tanya Daffa lembut, Daffa menyunggingkan senyum melihat tingkah istrinya


"Anu, kaki ku pegal daf"


"Daffa melepaskan kacamata nya, di letakkan nya bersama buku bacaannya di atas nakas.


Daffa menarik kursinya agar lebih turun sejajar dengan kaki zila, perlahan daffa memijat kaki istri nya, zila menggigit bibir bawahnya tidak enak membuat Daffa memijat kakinya, tapi sungguh akhir akhir ini betis nya sering terasa sakit, telapak kakinya juga Mulai membengkak padahal usia kandungannya baru tujuh bulan.

__ADS_1


zila menarik kakinya agar Daffa berhenti memijatnya


"hey kenapa __katanya sakit"


"emm, aku ga enak, ga usah nanti aku ke tukang pijat aja"


Daffa menarik kembali kaki zila


"Sayang, ada mas ga perlu ke tukang pijat ya, ga usah merasa ga enak, mas kan suami kamu, seluruh badan pun mas siap pijatkan"


zila meneguk salivanya susah payah mendengar ucapan Daffa


"kaki ku mulai bengkak daf, kata mbak Zahra harus banyak jalan, kaki ku jadi jelek"


"siyapa yang bilang kaki kamu jelek Zil, kaki cantik gini di bilang jelek"


zila jadi salah tingkah dibuat nya.


Zila menatap dalam pria yang berstatus suami nya itu, zila benar benar mencintai Daffa , sejak pertama kali bertemu hingga sekarang , rasa cinta itu tidak berkurang sedikit pun , walaupun Daffa sudah banyak menyakitinya.


Zila Langsung membuang mukanya karena tatapan nya bertemu dengan Daffa, tidak lucu kan kedapatan menatap Daffa diam diam, walaupun tidak salah karena daffa suaminya sendiri.


"kenapa, mau sesuatu"


zila menggeleng


"daf, sini tidur di samping aku , kamu pasti lelah kan seharian jagain aku"


"kaki aku sudah mendingan, sekarang aku mau kamu tidur di samping aku Daf"


Daffa mengalah, Daffa naik perlahan ke sisi sebelah kiri zila, ikut masuk kedalam selimut yang zila kenakan,Daffa menjadikan lengannya sebagai bantal zila, tangan itu juga yang mengusap lembut kepala zila, zila menutup matanya, usapan tangan Daffa bagaikan penenang tersendiri untuknya. Daffa sesekali mengecup singkat kening zila, matanya menatap langit langit ruangan zila, entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu


"aku merasa bersalah sama mbak Zahra"


"Tiba tiba __kenapa ?"


"Mbak Zahra baik Banget ke aku daf"


"dia emang baik, terus masalah nya kenapa"


"aku jadi merasa bersalah, aku merasa sudah merebut kamu dari mbak Zahra"


Daffa menarik nafas panjang kemudian dibuang perlahan, Daffa menyibak rambutnya yang panjang ke belakang.


" Ga usah merasa bersalah Zil, kalo kita memang di takdir kan bersama ,mau aku sedekat apa dulu dengan Zahra , bukan penghalang buat kita, jadi Berhenti merasa bersalah dengan nya, bukan nya aku memuji Zahra __sayang , tapi jujur Zahra Orang yang tulus, dia tulus sayang ke kamu , dia sudah menganggap kamu kaya adik dia sendiri"


zila meletakkan satu tangan Daffa ke atas perutnya

__ADS_1


" bayi kita nendang Zil" seantusias itu Daffa merasa kan pergerakan bayinya


"Iyaa" zila tersenyum bahagia, Melihat suaminya bahagia


"Daf kamu tau nggak dulu waktu masih sekolah, aku sering merhatiin kamu tau"


"Aku tau" jawab Daffa dengan sombongnya


zila langsung menatap Daffa yang terpejam di sampingnya


"iya mas sadar kalo kamu merhatiin mas sayang, kamu tu termasuk siswa yang terkenal karena cantik, beberapa teman sekelas mas sering jadiin kamu bahan perbincangan tau" Daffa bercerita dengan antusias, tangan nya tidak berhenti mengusap perut zila,


"Mereka bilang ada satu anak cewe di kelas IPA yang cantik banget, tapi super jutek kata mereka"


"jutek?" Tanya zila


"hee em, katanya kamu susah banget buat senyum, coba sekali senyum manis banget"


"ko kamu bilang gitu sih, aku kan sekarang istri kamu, apa pantas kamu ngomongin laki laki lain yang memuji aku" jujur bukannya senang Dengan cerita Daffa, tapi zila merasa tidak pantas aja suaminya sendiri , bercerita tentang pria yang memuji muji dirinya, merasa apa yang ia ucapkan menyakiti perasaan zila, Daffa membuka matanya, memeluk erat tubuh zila


"enggak bukan gitu maksut aku sayang, aku cuman mau cerita aja, ga ada maksud apa apa, aku ga tau kalo itu buat kamu ga nyaman" Kenapa Daffa bisa lupa istrinya itu tidak suka ada orang lain yang memuji tentang dirinya, pernah juga kan Daffa menceritakan perasaan Erik dulu ke zila dan membuat zila marah, sekarang Daffa melakukan hal yang sama lagi


"aku ngasih tau kamu tentang aku yang sering merhatiin kamu diam diam cuman mau ngasih tau kamu kalo aku sungguh-sungguh mengagumi kamu , aku ga berharap kamu bakalan bilang tentang orang lain yang menjadikan aku bahan obrolan mereka, aku ga suka setiap kali Mendengar cerita kamu tentang ada orang lain yang memuji aku.


"maaf sayang, mas beneran ga maksut"


"daf aku sayang banget sama kamu"


"mas juga sayang banget sama kamu"


"Menurut kamu waktu sekolah aku kaya gimana"


"emm, jujur yaa__kamu jangan marah, itu kan dulu, aku ga terlalu merhatiin kamu sayang, Tapi jujur seangkatan kamu, kamu yang paling cantik aku ga bohong, kamu juga selalu juara satu kan waktu di kelas"


"iya, ko tau"


"mau cerita tapi takut kamu marah"


"cerita aja"


"janji yah jangan marah , Erik yang selalu merhatiin kamu, dia sering cerita ke mas sama Adam"


"Kalo sekarang gimana, aku jelek yah, kaki ku bengkak, berat badan ku naik, pipi ku besar" zila memegang pipinya yang terlihat berisi


"kamu cantik , seperti apapun bentuk kamu Zil, kamu selalu cantik di mata mas"


"kamu kerja di sini pasti bahagia ya, punya rekan kerja yang cantik cantik"

__ADS_1


"loh ko ngomong gitu sih sayang, secantik apapun wanita di luar sana mas ga peduli, orang mas sudah punya bidadari sendiri di rumah"


Blus pipi zila memerah seperti kepiting rebus karena gombalan Daffa


__ADS_2