
setibanya di rumah Tria membuka pintu dengan kunci yang selalu dia bawa, rumah nya setiap hari kosong karena kedua orang tuanya bekerja, kakak perempuannya juga bekerja dan adik laki-lakinya sekolah,
Tria bergegas menuju kamar tidurnya untuk mengganti pakaiannya lalu mengerjakan solat zuhur, usai solat Tria beristirahat sambil menyantap makan siang,saat tengah menyantap makan siang adiknya datang dari pulang sekolah,
"Assalamualaikum,,," adiknya sigit mengucap salam dan dijawab oleh Tria "waalaikumsalam,,,kamu baru pulang dek ?" lanjutnya, "iya kak " balas sigit seraya menjatuhkan dirinya di kursi.
" sana, ganti baju dulu terus makan" ucap Tria, sigit bangkit dari duduknya melangkah meninggalkan kakaknya yang tengah makan. selesai makan Tria lanjut mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari bersih-bersih rumah, mencuci piring, mencuci pakaian. disela-sela mengerjakan tugasnya Tria tidak lupa untuk mengerjakan solat asar, pukul lima sore ayah dan ibu Tria baru pulang kerja disusul oleh kakaknya,sementara Tria baru saja menyelesaikan pekerjaannya kemudian membersihkan diri untuk mengerjakan solat magrib dan bersiap untuk berangkat mengaji.
pukul 19.00 Tria baru pulang dari mengaji,setelah menaruh perlengkapan ibadahnya dikamar Tria kembali ke ruang makan untuk makan malam, saat itu pulalah waktu berkumpul Tria bersama keluarganya. selesai makan malam Tria mulai mengerjakan tugas sekolahnya, berhubung disekolah tadi Tria harus mencatat dipapan tulis kini ia harus menuliskannya kembali di buku catatannya dengan meminjam buku sahabatnya. setelah selesai mengerjakan tugas sekolah Tria menyiapkan buku pelajaran yang akan dibawanya besok kesekolah dan membaca ulang untuk sekedar mengingat kembali.
__ADS_1
waktu menunjukkan pukul 21.00, Tria berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah, tidak butuh waktu lama Tria sudah tidur terlelap dibuai mimpi.
keesokan harinya, pukul 05.00 alarm berbunyi Tria pun terbangun meraih jam weker dan mematikan suaranya, ia berjalan menuju kamar mandi seraya menyambar handuknya, selesai mandi ia mengerjakan solat subuh
pukul 06.15 Riani sudah berada di depan rumah Tria untuk berangkat sekolah bareng
"Tria,,,,Tria,,,,ayo kita berangkat, sapa Riani diluar rumah, " ya,,,,tunggu sebentar " jawab Tria seraya berjalan menuju pintu dan membukanya.
" yukkk,,,," ajak Tria yang dibalas oleh Riani dengan anggukan kepala
__ADS_1
seperti biasa mereka berjalan beriringan melewati hamparan rumput, mereka berbincang dan tertawa sambil menghirup udara pagi yang segar.
ketika mereka tengah asik berjalan tiba tiba seseorang menarik tas ranselku dari belakang, sontak aku menoleh kebelakang dan ternyata cepi yang tengah menjahilinya, " isshhhh,,,,kamu bikin kaget aja" ujar Tria, sedangkan cepi hanya tertawa tanpa bersuara. ya, cepi memang selalu berbuat iseng terlebih lagi di kelas dia duduk tepat dibelakangku jadi dia selalu leluasa menjahiliku.
seperti biasa kami tiba disekolah 10 menit sebelum bel berbunyi, hari ini semua guru bidang studi hadir memberikan materi pelajaran, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12.30 pelajaran aekolah telah usai, satu persatu para siswa beranjak meninggalkan sekolah, begitupun aku yang mulai menyusuri jalan yang sama bersama Riani, cepi dan teman-teman lainnya menuju rumah masing-masing.
setibanya dirumah Tria melakukan rutinitasnya seperti biasa hingga menjelang tidur.
pagi ini, setibanya disekolah dan ketika jam pelajaran dimulai, Tria merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya dia merasa ada sesuatu yang kurang dari kesehariannya, tapi apa dia sendiri bingung menafsirkan rasa hatinya, dia menatap kesekeliling ruangan kelas dan menatap meja kelasnya beserta penghuni mejanya satu persatu.
__ADS_1
" Oh,,,,cepi belum datang, apa dia terlambat" gumamnya dalam hati. satu jam dua jam cepi tak juga kunjung datang, Ternyata cepi tidak masuk sekolah tanpa berita, ada rasa gelisah mulai menyeruak dihatinya dia merasakan kekhawatiran yang teramat sangat pada sahabat prianya itu, Tidak biasanya ia seperti ini, dia tidak fokus mengikuti pelajaran hari ini karena fikirannya tertuju pada cepi, hari ini dia merasa kehilangan sosok seorang cepi,
" Ya Tuhan ada apa denganku, mengapa otakku tak bisa berhenti dari memikirkannya, mengapa mataku tak bisa lepas dari bayang wajahnya" batinnya lirih