
keesokan harinya , Tria bangun dari tempat tidurnya bergegas menuju kamar mandi , Usai shalat Tria beranjak menuju jendela dan membukanya , dihirupnya udara pagi yang menyeruak kedalam kamar tidurnya ,
Tria berjalan keluar dari kamarnya menuju teras ,
"Hummffhh,,,,,huffhh,,,,,,," dhirupnya udara pagi dan dihempaskannya pelan ,
Tria melakukan olahraga ringan , berlari - lari kecil diteras dan diakhiri dengan melakukan skipping ,
empat puluh menit berlalu , tubuhnya sudah berkeringat , ia menghentikan aktifitasnya lalu duduk sejenak untuk mengatur nafasnya yang tersengal - sengal ,
Setelah nafasnya kembali normal , Tria kembali masuk kedalam rumah , ia berjalan menuju meja makan untuk sarapan pagi , Tria membuat teh panas manis dan mengambil dua tangkep roti yang kemudian diolesinya dengan selai kacang kesukaannya ,
" Kamu nggak sekolah Tri,,,,,? " tanya ibu ,
" Nggak bu , hari ini libur karena besok pembagian rapot " sahut Tria ,
" Ambil rapot nggak harus sama orang tua kan,,,,,? tanya ibu lagi ,
" Nggak bu " jawab Tria singkat ,
" Ya sudah ibu berangkat dulu " pamit ibu ,
" Iya bu,,,," jawab Tria dan melanjutkan sarapannya ,
Usai sarapan Tria lanjut mengerjakan rutinitas rumahannya , dua jam sudah ia berkutat dengan aktifitasnya dan diakhiri dengan membersihkan tubuhnya ,
Tria keluar dari kamar mandi masih berbalut handuk , ia mengeringkan rambut dan tubuhnya lalu berpakaian ,
Tria melangkah menuju meja belajarnya , hari ini dia akan mencari gambar - gambar yang berhubungan dengan karya tulisnya , baik dari koran , majalah maupun sumber - sumber yang lainnya ,
Sayup - sayup terdengar suara azan , Tria bergegas mengambil air wudhu , selesai shalat Tria merapihkan diri , bersiap untuk berangkat kerumah Cepi ,
__ADS_1
Tiba didepan rumah Cepi , Tria merasakan jantungnya berdegup kencang , ia menarik nafas dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya,
" Assalamualaikum,,,,,! " Tria mengetuk pintu seraya mengucap salam ,
" waalaikumsalam,,,,,! " terdengar sahutan dari dalam yang tiada lain adalah suara Cepi ,
" Heii,,,,,masuk,,,,! " ajak Cepi ,
" Heemmhh,,,,,,," Tria menangguk lalu masuk kedalam dan duduk disofa , mengibaskan - kibaskan kerah bajunya karena kegerahan,
" Tunggu bentar ya,,,,! " Cepi bangkit dari duduknya dan masuk kedalam , tak lama kemudian dia keluar dengan membawa gelas dan sebotol air dingin ,
" Minum Tri,,,,! " Cepi menuangkan air kedalam gelas dan menyerahkanya pada Tria ,
" Sekarang,,,,,? " tanya Tria sambil meraih gelasnya ,
" terserah,,,,! , mau dibawa pulang juga gapapa " canda Cepi ,
" Emm,,,,,,Pi,,,,,,! , koq setiap aku sama anak - anak atau aku kesini sendiri , rumah selalu sepi ? tanya Tria ,
" Orang tua aku dirumah sana , mereka jarang disini " ujar Cepi ,
" Kakak sama adik kamu ? " tanya Tria lagi ,
" Kakak aku udah banyak yang nikah pada dibawa suaminya , adek aku dirumah sana juga " ungkap Cepi,
" Ouuhh,,,,," Tria mengangguk pelan ,
" Jadi disini kamu penunggu rumahnya " ujar Tria,
Cepi mengangguk tersenyum ,
__ADS_1
" Masih ada yang mau ditanyain lagi ,,,,? " tanya Cepi ,
" Emang petugas sensus nanya - nanya " sahut Tria ,
" Iya ,,,,, sensus percintaan " canda Cepi , keduanya tersenyum ,
" Kalo sensus percintaan mah pertanyaannya beda lagi kali pi,,,,! " ujar Tria ,
" Apa,,,,,coba,,,,,? " tanya Cepi menggoda ,
" gini,,,,
kamu seneng nggak aku kesini,,,,
kamu sayang aku nggak,,,,
kamu kangen aku nggak,,,,
kamu setia sama aku nggak,,,,,,,,,,gituuu,,,,," Celoteh Tria ,
" Heemmhh,,,,," Cepi tersenyum mendengar ocehan Tria ,
" Perlu dijawab nggak ? " tanya Cepi ,
" Dijawab sukur , nggak juga gapapa , itu kan cuma misal " ujar Tria ,
" Oh,,,,jadi barusan nanya nya nggak pake hati gituu,,,," tanya Cepi lagi ,
" justru semuanya keluar dari hati " jawab Tria tersipu ,
" Aku punya satu jawaban dari semua pertanyaan " ujar Cepi ,
__ADS_1
" jawabannya,,,,, Iya , spesial pake banget,,,!! " tegas Cepi , keduanya tertawa bersama ,