
selasa pagi ,
Tria tengah bersarapan seorang diri , karena semua anggota keluarganya sudah berangkat lebih dulu , sementara adiknya sigit masih tertidur lelap ,
Selesai menyantap sarapan pagi dan merapihkan meja , Tria berangkat kesekolah ,
Seperti biasa , Tria tiba disekolah lima belas menit sebelum bel berbunyi , ia duduk ditangga depan kelasnya sambil membaca buku pelajarannya ,
Selang beberapa menit Cepi tiba dan melintas dihadapan Tria dan Riani , saat mengetahui keberadaan Cepi , Tria segera menundukkan kepalanya berpura - pura membaca ,
" Hai,,,,,! " sapa Cepi ,
" Hai,,,,,! " balas Riani ,
Cepi duduk tak jauh dari tempat Tria duduk , ia tengah asik bercengkrama dengan teman - teman lainnya ,
__ADS_1
Tria bergegas berpindah tempat duduk dengan membelakangi Cepi ,
" Begini lebih baik , dari pada aku melihat canda tawa dan keceriaanmu dengan teman wanita lain " batin Tria ,
Riani sudah faham betul mengapa Tria berpindah tempat duduk , ia merasa kasihan melihat kesedihan sahabatnya Tria , namun ia tidak bisa berbuat banyak ,
Bel berbunyi , merekapun bergegas memasuki ruang kelas ,
Saat mereka akan memulai mengerjakan soal ebta , mereka dikagetkan oleh sebuah peristiwa yang terjadi dilapangan yang menyita perhatian seluruh siswa yang tengah melaksanakan ebta ,
Nampak Abdul tengah mengamuk karena dilarang masuk ruang kelas , pak ferdi bergegas keluar dari ruang kelas , setengah berlari beliau menghampiri Abdul , Samar terdengar suara Abdul meneriaki dan menantang guru yang menghalanginya dan memegangi tubuhnya ,
" Aku turut prihatin atas apa yang terjadi dengan sahabat kita Pi , " batin Tria seraya menatap lekat wajah Cepi yang tak henti menatap keluar jendela ,
Tak lama kemudian pak Ferdi kembali memasuki ruang kelas ,
__ADS_1
" Anak - anak ayo kerjakan soal kalian , kejadian barusan tidak pantas kalian tiru , seberat apapun masalah kalian jangan sampai melakukan hal - bal yang dapat merugikan diri kalian sendiri dan membuat orang tua kalian kecewa " jelas pak Ferdi ,
" Alhamdulillah ya Allah,,,,,Engkau masih menunjukkan jalan yang benar kepada hamba dengan segala permasalahan yang hamba hadapi " Tria mengucap syukur dalam hati ,
" Apa yang kamu lakukan Dul , kamu telah menyia - nyiakan perjuanganmu selama tiga tahun menimba ilmu , mengapa kamu tega mengecewakan orang tua yang menaruh harapan besar padamu dan juga kami sahabat - sahabatmu , kenapa kamu lakukan kesalahan yang fatal menjelang ujian akhir , kenapa kamu menghancurkan masa depanmu , aku sangat menyayangkan sikapmu Dul " batin Tria ,
Saat jam istirahat ,
Tria duduk ditangga depan kelasnya , matanya tak lepas menatap Cepi yang tengah duduk termangu tanpa suara ,
" Pi,,,,aku tahu saat ini kamu sedang memikirkan Abdul , aku tahu kamu sedih , kamu belum bisa menerima apa yang baru saja terjadi didepan mata kita semua , tapi kamu harus tetap konsen dengan ebtamu Pi,,,, ,
andai aku bisa,,,,aku ingin duduk disamping kamu , menggenggam erat tangan kamu dan.menguatkan kamu , tapi apa dayaku Pi,,,,,
aku hanya berharap , kita semua bisa mengambil hikmah dan pembelajaran atas apa yang terjadi hari ini " gumam Tria ,
__ADS_1
Cepi menoleh ke arah Tria , keduanya pun saling beradu tatap , Tria mengulas senyum , Tria tak mengharap Cepi membalas senyumnya , Tria hanya ingin Cepi tahu jika hingga detik ini dia masih peduli padanya ,
Hari ini adalah hari yang teramat berat bagi Tria dan para sahabatnya , karena selain harus menghadapi soal ebta yang menyita seluruh energi , mereka juga harus menyaksikan peristiwa yang tidak mengenakkan yang turut mengusik fikiran mereka ,