
Tria keluar dari kamar mandi , dan langsung menuju kamar Cepi , ketika hendak memasuki kamar Cepi sekilas Tria menatap kearah Riani yang tengah menelungkupkan wajahnya diatas sandaran sofa ,
" Ya ampun,,,,Riani , Dasar,,,,,! " gumam Tria ,
Saat masuk kedalam kamar , Cepi tengah duduk dibibir tempat tidurnya ,
Tria mengenakan mukenanya dengan membelakangi Cepi dan memulai ibadahnya dengan tertib ,
Selesai shalat Tria merapihkan perlengkapan shalatnya , dan berbalik menghadap ketempat dimana Cepi duduk ,
" Sini duduk,,,,! " titah Cepi seraya menarik tangan Tria agar duduk disebelahnya ,
" Makasih ya,,,, udah bantu aku ngerjain tugas " ujar Cepi ,
" Apaan sih,,,,,itu nggak seberapa kali,,,,,anggap aja ini sebagai ungkapan terima kasih aku , untuk semua yang udah pernah kamu lakuin buat aku , ungkap Tria ,
" Heemmhh,,,,," gumam Cepi , tersenyum ,
" Keluar yuk,,,,! , nggak enak sama Rian , masa dia ditinggal sendirian " ujar Tria ,
" Gapapa kali , orang Rianinya juga lagi tidur " balas Cepi ,
" Riani tidur,,,,,! , beneran,,,,? " tanya Tria ,
" Beneran,,,,,! sahut Cepi ,
" Hadeeuuhh,,,,,tuh anak,,,,! " ujar Tria ,
__ADS_1
" Ya udah,,,,,kita lanjut lagi yuk ngerjain tugasnya " ajak Tria , seraya bangkit dari duduknya ,Cepi pun bangkit dari duduknya ,
Namun belum sempat Tria melangkah Cepi menarik tangan Tria hingga bahu Tria mengenai dada Cepi , dengan sigap Cepi mengunci pergerakan Tria ,
" Cepi,,,,,! " pekik Tria pelan , takut suaranya didengar oleh Riani ,
Cepi menatap Tria dengan mengulas senyum , keduanya saling beradu pandang ,
" Maaf tuan,,,,,tolong itu matanya dikondisikan " Ujar Tria sambil menunjuk mata Cepi ,
Cepi tak bergeming masih dengan senyumnya , tatapannya membuat Tria semakin salah tingkah dalam dekapan Cepi ,
Keduanya terdiam tanpa kata , hanya bahasa tubuh mereka yang berbicara ,
" Kiiss,,,,,! " perlahan Cepi memagut bibir Tria , keduanya larut dalam buaian asmara , beberapa menit kemudian Tria meregangkan tubuhnya menghentikan aksi Cepi ,
Cepi menggelengkan kepalanya , ia kembali mendekap tubuh Tria lebih erat , dan
" Kiiss,,,,,,! " secepat kilat Cepi kembali memagut bibir Tria , tak memberi kesempatan kepada Tria untuk bernafas , seolah membalaskan kekesalannya pada Tria yang tiba - tiba menghentikan aksinya ,
Setelah cukup lama , Cepi pun mengakhiri aksinya dengan mendaratkan kecupan lembut dikening Tria ,
" Makasih Tri,,,,,," Ucap Cepi seraya menyandarkan kepala Tria didada bidangnya , dan mencium puncak kepala Tria ,
" Heemmhh,,,,,gumam Tria , seraya membalas pelukan Cepi ,
Tak lama berselang , keduanya keluar dari kamar Cepi , nampak Riani masih tertidur dalam posisi yang sama ketika Tria hendak masuk kekamar tadi ,
__ADS_1
" Tuh kan,,,,,apa aku bilang , dia tidur pules banget " ujar Cepi , keduanya tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu ,
Tria dan Cepi duduk bersebelahan , Tria kembali mengerjakan tugas karya tulis , ditengah kegiatan Tria , Cepi setia menemani , pelukan tangannya tak lepas dari bahu Tria , Tria pun tak luput dari keusilan Cepi , yang sesekali mendaratkan kecupan dipipi Tria ,
" Pi,,,,,,,nanti aku salah ketik kalo kamu gangguin mulu " gerutu Tria ,
" Gampang,,,,tinggal di delete terus ketik lagi " ujar Cepi ,
" Iisshh,,,,,,! , kamu mah,,,,," gerutu Tria ,
" Hooaammhh,,,,,! " suara gumaman Riani , mengintimidasi kedua insan yang tengah bercengkerama ,
" Jam berapa sekarang ? " tanya Tria seraya mengucek matanya ,
" Udah nyampe pulau mana Ri,,,? pules bener,,,," Tria membalas pertanyaan Riani dengan tanya ,
" Aku ketiduran ya,,,,," Riani belaga blo'on
" Nggak usah ngeles , emang pada dasarnya kamu mah ratu molor " ledek Tria ,
" Baru jam setengah dua , kirain udah sore " gerutu Riani ,
" Kenapa,,,,? mau ebog lagi,,,,? " Ledek Tria ,
" Sayang aja kalo waktunya dilewatkan percuma " celoteh Riani , seraya merebahkan kepalanya dibantal kursi ,
" Iisshh,,,,,iisshh,,,,,iissh,,,,," gumam Tria , Cepi tertawa seraya mengacak - acak rambut Tria ,
__ADS_1