
Beberapa menit setelah kepergian Riani, Cepi beranjak dari duduknya lalu duduk disebelah Tria.
Tria merasa salah tingkah, tapi ia berusaha bersikap wajar untuk menutupi rasa groginya.
Sepertinya Cipta sudah merencanakan ini sebelumnya, ia sengaja tidak mau melewatkan kesempatan untuk bisa berbicara empat mata dengan Tria.
" Emmm,,,Tria,,," sapa Cepi pelan, " ya,,,," jawab Tria singkat, tanpa menoleh kearah Cepi.
" Apa aku boleh bertanya sesuatu ? " cepi kembali bertanya, " Hmmm,,,katakan saja apa yang ingin kamu tanyakan " balas Tria dengan kepala yang masih menunduk, keheningan pun tercipta, seolah ada jarak diantara mereka meskipun saat ini mereka berdua tengah duduk berdekatan.
" A,,,apa yang mau kamu tanyakan ? ucap Tria terbata memecah keheningan.
__ADS_1
" Apa,,,catatan kecil yang kutemukan di sela lembaran bukuku itu,,,,benar-benar ungkapan isi hatimu, apa,,,,itu ditujukan untukku ?" tanya Cepi pelan, Tria hanya membalas pertanyaan Cepi dengan anggukan kepala.
" Apa,,,kamu tidak salah orang ??, emmm,,,,maksudku apa kamu tidak salah telah menjatuhkan pilihan padaku ? " tanya Cepi dengan penekanan di akhir kalimatnya. Tria mnenarik nafas dalam, dan berusaha mengatasi debaran jantungnya, ia perlahan mengangkat wajahnya dan memberanikan diri untuk menatap wajah Cepi,
"Ma,,,maaf,,,,, ! , aku tidak tahu dimana letak kesalahanku, aku juga tidak pernah meminta perasaanku padamu hadir mengusik relung hatiku, yang aku tahu, saat ini aku hanya ingin jujur tentang perasaanku padamu, tapi jika perasaanku padamu adalah suatu kesalahan aku minta maaf ", ungkap Tria seraya menundukkan kepalanya menahan sedih,
"Tuhan,,,,aku siap menerima keputusan Cepi aku siap menerima segala kemungkinan" batin Tria lirih.
" Tria,,,! menyukai dan mencintaiku itu bukan suatu kesalahan tapi itu hakmu,aku hanya tidak ingin kamu salah dengan memilihku, aku hanyalah laki-laki biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku takut tidak bisa menjadi seseorang yang kamu harapkan, aku bukan tipe laki-laki yang pandai mengumbar kata-kata manis" jelas cipta.
"Hmmm,,,,baiklah aku terima " jawab Cepi, " sungguh,,,,! tanya Tria Ragu, " Hmmm,,,," tegas Cepi dengan menganggukkan kepalanya sebagai penegasan,
__ADS_1
" mulai hari ini kita resmi jadian " Cepi kembali menegaskan. Keduanya saling bertatapan dan mengumbar senyum, ada rona bahagia terpancar diraut wajah Tria, ia bahagia karena perasaannya pada Cepi berbalas, perasaannya pada Cepi tak bertepuk sebelah tangan.
Tiba-tiba Riani datang dan menghampiri kedua insan yang baru jadian itu, Riani terheran-heran melihat sikap kedua sahabatnya yang sama-sama mengumbar senyum bahagia. Riani menatap kedua sahabatnya itu bergantian,
" Heiii,,,,,! kalian kenapa senyam senyum berduaan, hayooo,,,,,kalian habis ngapain,,, ?? tuding Ria pada kedua sahabatnya itu, " Adaaa,,,,ajah " jawab Tria dan Cepi berbarengan,
" jangan- jangannn,,,,kaliannn,,,?? " " Husshhh,,,jangan fitnah dehhh,,,! " Tria memotong pembicaraan Riani, " kita nggak habis ngapa-ngapain kaliii,,," sanggah Tria, " terusss,,,?? " Riani balik nanya, " Terus kamu nyebur ke kolam gih sana, biar otaknya nggak ngeres " suruh Tria, " Dihhh,,,jahat banget sihhh,,,! " timpal Riani, " terus kalian abis ngapain donggg,,,? " tanya Riani masih penasaran,
" Emmm,,,aku sama Cepi baru aja jadian Ri ", jelas Tria sambil menatap Cepi yang tersenyum,
" Seriiiuuusss,,,,,! kalian berdua udah ja,,,," , teriak Riani belum sempat Riani menyelesaikan kalimatnya Tria sudah memotongnya lebih dulu, " Sssttt,,,," menghentikan mulut comel Riani dengan menempatkan jari telunjuknya tepat dibibir sahabatnya itu.
__ADS_1
Riani turut senang mendengarnya, ia pun memberikan ucapan selamat pada kedua sahabatnya itu
" Selamat kawan,,,! " ucapnya seraya mengangkat telapak tangannya ke atas bermaksud untuk melakukan tos dengan kedua sahabatnya secara bergantian sebagai bukti dukungan atas hubungan keduanya, dan tanpa mereka sadari seseorang berada dibelakang mereka dan mendengar percakapan mereka, dia adalah Nia yang juga sahabat Tria, Nia pun turut bergabung dan mengucapkan selamat memberi dukungan kepada kedua sahabatnya.