Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Aku jeles karena kamu egois


__ADS_3

" Kamu udah mulai ngerjain tugas Tri ? " tanya Cepi ,


" Udah , tapi belum semua " sahut Tria ,


" Katanya kita mau ngerjain bareng " ujar Cepi ,


" Ya,,,,mau gimana lagi , pertama kita libur sekolah nggak ada komunikasi , kedua kalo aku ujug - ujug dateng kerumah kamu , apa kata orang rumah , mending kalo kamunya ada dirumah , kalo nggak ada ? , lagian kalo memang kamu niat mau ngerjain tugas bareng aku ,kenapa kamu nggak kesini aja,,,,,! " jelas Tria panjang lebar ,


Cepi hanya senyam - senyum menanggapi Tria yang sedang berceloteh , sambil menggenggam tangan Tria ,


" Diihh,,,,,malah senyum - senyum sendiri " ujar Tria sambil menatap Cepi ,


Cepi tergelak , sambil mengacak - acak rambut Tria ,


" Tri,,,,,beneran selama seminggu ini kamu nggak kemana - mana " Cepi kembali memastikan ,


" Enggak,,,,,! , aku jadi kuncen , yang mau ngajak pergi udah pada mundur duluan , mau beredar sendiri males ,


" Kamu sendiri , seminggu ini kemana aja ? " Tanya Tria ,


" Nggak kemana - mana sih,,,,,paling cuma maen dirumah bareng Abdul ma Ito , kadang kerumah Abdul , kadang kerumah Ito " ujar Cepi ,


Tria merespon jawaban Cepi dengan mengangguk - anggukkan kepalanya dan senyum yang dipaksakan ,


" Heemmhh,,,,,,! , giliran aku nggak boleh kemana - mana , tapi dia malah asik sendiri sama temen - temennya , dasar egois,,,,! " gumam Tria ,


" Cepi sadar dengan keadaan , dia tahu riak wajah Tria berubah , setelah mendengar jawabannya barusan ,


" Tri,,,,besok pagi kita jalan yukk,,,,! " ajak Cepi ,

__ADS_1


" Aku mau,,,,,tapi sayangnya aku nggak bisa " ujar Tria ,


" Kenapa ? kamu ada acara ? kemana ? " tanya Cepi mengintimidasi ,


" Iya , aku besok harus pergi pagi- pagi sekali , aku harus nganter nenek ke kota C " ujar Tria ,


" Pake apa ? pulang pergi ? " tanya Cepi ,


" Naik kereta pagi , nggak PP , aku nginep disana " balas Tria ,


" Tapi sabtu pulang kan,,,, ?? " tanya Cepi lagi ,


" Aku belum tahu pasti " sahut Tria ,


" Aku bakalan kangen kamu Tri,,,,," ujar Cepi ,


" Preett,,,,,! , kemaren - kemaren kamu kemana ? , giliran aku mau pergi kamu bilang kangen " gerutu Tria dalam hati ,


" Ceritanya jeles nih,,,,,! " goda Cepi , sambil mencolek hidung Tria ,


" Enggak,,,,,! kenapa juga aku harus jeles " sahut Tria , padahal dalam hatinya tengah menahan kesal ,


" Itu,,,,mata sama bibirnya nggak singkron " ujar Cepi ,


Tria menyunggingkan senyuman , namun nampak bulir bening menggelayut dikelopak matanya ,


Cepi merengkuh bahu Tria , mencium kepala Tria dan menyandarkan kepalanya dibahunya ,


Tria berusaha membendung cairan bening yang bergelayut dimatanya agar tidak tumpah membasahi pipinya ,

__ADS_1


Tria menarik diri dari dekapan Cepi , menegakkan posisi duduknya , ia tidak ingin terlihat cengeng dihadapan Cepi , dia tidak mau menjadi wanita yang lemah , Tria menarik nafas dalam , berusaha mengontrol egonya ,


Cepi menyadari keegoisannya , dia telah mengekang kebebasan Tria , tapi membiarkan Tria melewati kebosanannya sendirian , ada rasa penyesalan dalam dirinya ,


Malam merambah semakin larut ,


" Tri,,,,udah malem , aku pulang dulu yah,,,,,!" pamit Cepi ,


" Heemmhh,,,,! " gumam Tria ,


Cepi merengkuh kepala Tria dengan kedua tangannya ,


" Kiiss,,,,! , Cepi mengecup kening Tria penuh kasih ,


" Besok kamu berangkat hati - hati ya,,,,! " ujar Cepi ,


Tria mengangguk sebagai jawaban ,


" Kiiss,,,,,! " Cepi mencium lembut bibir Tria , memagutnya untuk beberapa saat ,


" Sabtu depan pulang kan,,,,,?? " Cepi kembali memastikan ,


" Insyaallah,,,,,! sahut Tria ,


" Dahh,,,,,! assalamualaikum,,,,! " Cepi berpamitan mengucap salam , dengan senyum mengembang diwajahnya ,


" Dahh,,,,,! waalaikumsalam,,,,,! " balas Tria , seraya melepas tangannya dari genggaman Cepi ,


Cepi berlalu meninggalkan Tria yang masih berdiri mematung menatap kepergian Cepi ,

__ADS_1


Tria masuk kedalam rumahnya , melangkah menuju kamarnya , ia menaiki tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya ,


Tria mendekap erat bantal gulingnya , ada semburat sedih diwajahnya , ia memejamkan matanya , ada bulir bening yang melintas di batang hidungnya menjadi pengantar tidurnya ,


__ADS_2