
" Tri,,,,,kamu nyadar nggak sih , kalo dari awal kita dateng sampe barusan kita mau pulang , Anto perhatiin kamu terus ? Tanya Riani ,
" Enggak,,,,! , masa sih,,,,! " lagi pula aku nggak perhatiin sekeliling aku , aku hanya fokus sama apa yang disampaikan pak Usye " ungkap Tria ,
" Beneran Tri,,,,,! , masa aku bohong " Riani meyakinkan ,
" Aku nggak perhatiin Anto , justru tanpa sengaja aku sering bersitatap dengan Setia " ujar Tria ,
" Beeuuhh,,,,,! , alamat bakal ada persaingan ini mah ! " celoteh Riani ,
" Apaan sih Ri,,,,,!, inget Ri,,,,aku sudah punya Cepi,,,,,,! " Tria mengingatkan ,
" Tri,,,,,masalah jodoh kita nggak pernah tahu , meskipun sekarang kamu sama Cepì tapi kita nggak pernah tahu akan seperti apa hubungan kalian kedepannya " jelas Riani ,
" Iya Ri, aku tahu itu , aku juga tidak berharap lebih dari hubunganku dengan Cepi , saat ini aku hanya ingin menjalani dan menikmati kebersamaanku dengan Cepi , biarkan semuanya berjalan seperti apa adanya , aku serahkan semuanya pada Tuhan ,
Tapi selama aku masih menjalin hubungan dengan Cepi , aku tidak akan pernah membuka hatiku apalagi membaginya dengan laki - laki lain , kecuali jika Tuhan berkehendak lain atas diriku " jelas Tria ,
__ADS_1
" Sebagai sahabat aku akan mendukungmu Tri dan mendoakan semoga kamu mendapatkan yang terbaik yang bisa membuatmu bahagia siapapun pendampingmu kelak " doa Riani ,
" Makasih banyak Ri , kamu memang sahabat terbaikku , aku pun akan mendoakan hal yang sama untuk kebahagiaan kamu " ucap Tria
Keduanya pun mengaminkan doa dan harapan mereka ,
" Setibanya dihalte mereka pun berpisah , Tria , Riani dan Dyan menaiki kendaraan yang sama , sedangkan Nia , Astuti dan Tyas menaiki kendaraan lain yang sejalan dengan arah rumah mereka ,
" Tri,,,,,kamu ikut kan hari sabtu besok ? " tanya Dyan ,
" Aku berharap kamu bisa ikut Tri " ujar Dyan ,
" Semoga saja aku bisa Yan " sahut Tria ,
Setibanya dirumah ,Tria langsung masuk kedalam kamarnya , menyambar handuk dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ,
Selesai berpakaian , Tria duduk ditempat tidurnya seraya memeluk bantal kesayangannya ,
__ADS_1
Tria teringat kembali dengan perkataan Riani tentang Anto yang selalu memperhatikan dirinya , dan tiba - tiba ia pun teringat akan kejadian dikampus SMK PR , dimana dirinya dan Setia yang tanpa sengaja bersitatap hingga berkali - kali ,
" Ahh,,,,,mungkin itu hanya kebetulan saja , dan,,,,, mengenai Anto , dia berhak untuk memperhatikan siapapun dengan alasan apapun , selama apa yang dilakukannya tidak merugikan siapa pun termasuk aku ,
" Iisshh,,,,,,kenapa juga aku harus memikirkan mereka,,,, ! , saat ini,,,,dalam hati aku hanya ada satu nama yaitu Cepi dan hanya ada satu cinta untuk Cepi titik,,,,! " batin Tria ,
" Cepi,,, Cepi,,,,Cepi,,,,! " ujar Tria seraya turun dari tempat tidurnya , ia melangkah menuju meja belajarnya , dikeluarkan buku - buku pelajaran dari dalam tasnya , dan mempelajari kembali soal - soal latihan yang dikerjakan disekolah siang tadi ,
Malam semakin larut , Tria menyudahi belajarnya , merapihkan buku - buku pelajarannya dan memasukkan buku - buku yang akan dibawanya besok kedalam tasnya ,
Ia bangkit dari duduknya , beranjak menuju tempat tidur , merebahkan tubuhnya disana , matanya menerawang menatap langit - langit kamar ,
Ttia kembali mengingat kegiatan SMK PR yang mengikutsertakan dirinya , disatu sisi ia ingin mengikuti kegiatan itu untuk menambah pengalamannya , namun disisi lain ia bingung karena tidak yakin akan mendapat ijin dari kedua orang tuanya dan juga Cepi ,
Tria menghela nafas panjang , ia memejamkan matanya , dalam hati ia berdoa semoga esok hari ada keajaiban dan keberuntungan yang berpihak padanya ,
" Aamiin,,,,,! "
__ADS_1