
Tria sudah sampai dirumahnya , ia masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar tidurnya , ia mengganti pakaiannya dan beranjak menuju kamar mandi ,
keluar dari kamar mandi Tria meraih mukenanya dan mengerjakan shalat , selesai shalat Tria merapihkan mukenanya , ia duduk termenung , matanya menatap sajadah yang menjadi alas duduknya ,
" Apa aku salah jika aku membiarkan Cepi bersama teman - temannya dengan hati yang terpaksa , apa aku terlalu egois jika aku ingin selalu bersama Cepi , apa aku terlalu berlebihan mencintai Cepi , hingga rasa itu terkadang menyakiti perasaanku sendiri " batin Tria , ia mengela nafas panjang , lalu bangkit dari duduknya ,
Tria melenggang keluar dari kamarnya menuju meja makan , ia hendak bersantap siang mengingat perutnya yang mulai dirasa lapar , saat melintas diruang keluarga ia berhenti sejenak lalu menyalakan televisi , dan berbalik berjalan kedapur untuk mengambil alas makan ,
Kini Tria tengah menyantap makan siangnya seraya menonton televisi , yang tengah menayangkan serial mahabarata , Tria senang melihat aktor Shaheer sheik yang memerankan arjuna , Tria juga menyukai lagu - lagu india terutama yang bergenre romantis ,
Usai makan Tria membawa piringnya kebelakang,
ia kembali keruang keluarga dan duduk disana , lanjut menyaksikan serial kolosal mahabarata ,
Berakhirnya serial kolosal mahabarata , berarti sudah masuk pula waktu ashar , Tria bergegas menunaikan snalat dan dilanjutkan dengan mengerjakan rutinitasnya
Menjelang senja Tria baru selesai membersihkan tubuhnya , ia memilih untuk mengenakan daster tanpa lengan , karena ia berfikir akan menghabiskan malam minggunya dengan bermalas - malasan dikamar ,
usai shalat magrib , Tria beranjak menuju tempat tidurnya , ia duduk bersandar seraya membaca novelnya , selang beberapa menit ,
" Tria,,,,,,! " suara Riani memanggil dari luar ,
" Ya,,,,,,! " sahut Tria dari dalam , ia bangkit dari tempat tidurnya melangkah menghampiri jendela kamarnya dan membukanya ,
" Hadeuuhh,,,,,,anak perawan hari gini udah dasteran aja , mentang - mentang nggak ada yang ngapel " celoteh Riani ,
__ADS_1
Tria terkekeh mendengar ocehan Riani , seraya keluar melalui daun jendela menghampiri Riani yang tengah duduk ditembok pagar ,
" Emang Cepj sama anak - anak bikin acaranya sampe malem ya Tri , sampe - sampe Cepu nggak ngapel ? tanya Tria menelisik ,
" Aku nggak tahu Ri,,,,namanya juga anak cowok , mereka mau bikin acara sampe malem juga sah - sah aja " ungkap Tria ,
" Kamu bawa apaan Ri,,,,,? " tanya Tria melihat paperbag yang ada disamping Riani ,
Riani menyodorkan paperbag nya kepada Tria yang tengah berdiri membelakangi pagar rumahnya yang setinggi dadanya ,
Tria : Apaan nih ?
Riani : menggelengkan kepalanya ,
Riani : menganggukkan kepalanya ,
Tria : dari kamu ?
Riani : menggelengkan kepalanya ,
Tria : terus dari siapa ?
Riani terdiam , tiba - tiba,,,,
" Tap,,,,! " seseorang menutup mata Tria dari belakang ,
__ADS_1
" Siapa nih,,,,? , Nia ya,,,,? , tanya Tria ,
" Bukan,,,,! " timpal Riani ,
" Tangannya kekar seperti tangan cowok " gumam Tria saat meraba - raba tangan yang menuyup matanya ,
" Dyan ya,,,,,,? " pekik Tria ,
" Bikan juga ,,,,! " sanggah Riani ,
" Siapa dongg,,,,,? " tanya Tria , karena seseorang yang menutup matanya tak juga mengeluarkan suara ,
" Tebak aja sendiri " ujar Riani ,
" Kalo Cepi nggak mungkin , dia kan lagi sama temen - temennya Ri,,,," suara Tria melemah ,
Dan akhirnya seseorang itu melepaskan tangannya dari mata Tria , sontak Tria berbalik ingin tahu siapa orangnya ?
" Cepi,,,,,! pekik Tria dengan mata yang berkaca - kaca , Tria mundur beberapa langkah agar Cepi bisa membuka pagarnya ,
" Tugasku sudah selesai , aku balik dulu ya,,,," pamit Riani ,
" Kamu mau kemana Ri ,,,,,? " tanya keduanya berbarengan ,
" Aku nggak mau jadi obat nyamuk kali,,,,,have fun ya,,,,dah,,,,,! " sahut Riani seraya meninggalkan Tria dan Cepi ,
__ADS_1