
" Pi,,,,,boleh aku bertanya sesuatu ? " tanya Tria ,
" Kamu mau nanya apa Tri,,,,! " ujar Cepi ,
" Setelah kamu mengetahui kebenaran mengenai hubungan aku dengan Dyan dan Ito , apakah kamu akan mengikuti jejak mereka ? " tanya Tria ,
" Jangan suuzon Tri,,,,! " sahut Cepi ,
" Aku hanya bertanya Pi,,,,! , kamu mau menjawabnya atau tidak , itu tidak masalah , aku hanya ingin kamu tahu , jika aku mencintai kamu dengan tulus dan jika suatu hari nanti harus kehilangan kamu aku ikhlas " ungkap Tria ,
Cepi terdiam menatap Tria , nampak mata Tria yang berkaca - kaca setelah mengucapkan kalimat terakhirnya ,
" Maaf , Jika rasa penasaranku menyakiti perasaanmu Tri,,,," Batin Cepi ,
Tria beranjak dari samping Cepi dan kembali kemejanya , seraya menyeka air mata yang menggelayut dikelopak matanya ,
Matahari telah berada dipuncaknya , azan dzuhur pun menggema , maka berakhir pulalah jam sekolah , murid - murid merapihkan alat tulisnya dan bersiap untuk pulang ,
Tria berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang guru , saat keluar dari ruang guru tanpa sengaja Tria bersitatap dengan pak Hadi guru olahraga SMP yang tengah duduk didepan ruang TU , gedung sekolah SMP dan SMA tempat Tria bersekolah saling berhadapan karena dalam naungan yayasan yang sama ,
" Siang pak,,,,!" Tria mengucap salam ,
Pak Hadi tersenyum dan mengangguk sebagai balasan ,
Tria merasa canggung mendapat senyum yang tidak biasa dari gurunya itu , ia pun berlalu dari hadapan pak Hadi dengan tergesa - gesa ,
" Ayo Ri,,,,,! " ajak Tria , keduanya meninggalkan gedung sekolah ,
__ADS_1
" Pak Kar,,,,,kami pulang,,,,," pamit keduanya ,
" Iya , hati - hati,,,,,! " sahut pak Kar ,
Tria dan Riani melangkah dengan gontai menyusuri area perkampusan , tiba - tiba
" Adek,,,,,,, , kalian baru pulang sekolah " seseorang baru saja menyapa keduanya ,
" Iya kak,,,,! " balas keduanya seraya menghampiri kakak seniornya dan mengulurkan tangan mereka untuk salim ,
seseorang yang mereka panggil kakak adalah salah satu mahasiswa tingkat akhir dikampus itu , yang sering mereka panggil kak Fais yang juga merupakan senior mereka dikarang taruna ,
Tria dan Riani sangat mengagumi kakak seniornya itu , selain perawakannya yang tinggi besar , wajah yang tampan , beliau sangat baik dan ramah ,
Sebagai senior beliau sangat mengayomi dan membimbing para juniornya , seorang calon insinyur yang rendah hati dan tidak sombong , cowok idaman banget , best pokoknya ,
" Iya , kakak mau sidang dek " sahut Kak Fais
" Oh,,,,,selamat ya kak , semoga sukses " ucap Tria ,
" Makasih adek - adekku " ucap kak Fais ,
" Ya udah kak , kami pamit duluan " ujar keduanya ,
" iya , hati - hati ya dek,,,,! " ujar Kak Fais , Keduanya mengangguk dan berlalu meninggalkan kakak seniornya ,
" Ri,,,,,orang tuanya pasti bangga banget punya anak seperti kak Fais dan perempuan yang jadi pasangannya pastilah sangat beruntung " ujar Tria ,
__ADS_1
" Pastinya,,,,,! " sahut Riani ,
Malam harinya ,
Tria dan Riani menemui Ayah Tria untuk meminta ijin agar Tria bisa mengikuti kegiatan kemping di bumi perkemahan RU ,
Setelah keduanya bersusah payah membujuk Ayah Tria , akhirnya Ayah Tria memberi ijin kepada Tria , keduanya pun mengucap terima kasih pada Ayahnya Tria ,
" Ya Tuhan,,,,,akhirnya,,,,,,! " Riani merasa Lega ,
" Alhamdulillah,,,,,! " Tria mengucap syukur ,
Namun mendung kembali menggelayut diwajah Tria ,
" Kamu kenapa lagi Tri,,,,Kamu sudah mengantongi ijin dari Ayahmu , apalagi yang kamu pikirin ? " tanya Riani ,
" Tinggal satu lagi Ri,,,,,aku harus minta ijin Cepi " ujar Tria ,
" Untuk masalah Cepi , aku mundur Tri , cuma kamu yang tahu gimana cara bujuk Cepi " Ujar Riani ,
" Oke Tri,,,,,tugas ku sudah selesai aku balik dulu yah " pamit Riani ,
" Thanks Ri,,,,! " ucap Tria ,
Riani pun pergi meninggalkan Tria yang masih berdiri mematung didepan pagar rumahnya ,
Tria berbaring ditempat tidurnya , kegelisahan menyelimuti dirinya , tidak ada kata yang bisa dia ucap selain Cepi,,,,Cepi,,,,dan Cepi,,,,,
__ADS_1