
Tria tidak begitu bersemangat menikmati keindahan pantai , karena acara pelepasan kali ini benar - benar perpisahan yang menyakitkan baginya , Tria menikmati perjalanan pulangnya dengan tak henti mengarahkan pandangannya keluar jendela , sementara Riani tengah tertidur lelap disampingnya ,
"Kamu nggak tidur Tri,,,,teman - teman kamu pada tidur tuh,,,,! " pak Hadi membuyarkan lamunan Tria ,
" Eh,,,,,eggak pak,,,,,! , saya nggak biasa tidur dikendaraan kalo nggak ngantuk - ngantuk banget " jelas Tria ,
Bapak sendiri kenapa nggak tidur ? , nggak pegel pak berdiri terus ? " tanya Tria ,
" Dari tadi duduk terus malah pegel " ujar pak Hadi ,
" Iya ya,,,,kan bapak terbiasa mengajar sambil berdiri " ujar Tria ,
" Kamu bisa aja Tri,,,,! " pak Hadi mengulas senyum ,
Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi berhenti ditempat peristirahatan ,
" Anak - anak kita akan beristirahat disini selama tiga puluh menit , bagi kalian yang mau beli oleh - oleh , mau beli makanan dan minuman atau sekedar ke toilet silahkan " titah pak Yanto ,
" Tri,,,,,kita ke toilet yuk,,,,,! " ajak Riani saat terbangun dari tidurnya ,
" Ayo,,,,! " sahut Tria , keduanya turun dari dalam bis , menuju toilet , keluar dari toilet Tria membasuh kedua tangan dan wajahnya , ia merasakan wajahnya lebih segar ,
__ADS_1
" Tri kamu mau beli makanan atau minuman nggak ? " tanya Riani ,
" Ri,,,,,gimana kalo kita makan bakso aja " ujar Tria ,
" Ya udah , lagian aku juga laper nih,,,,! " Riani menyetujui ajakan Tria , keduanya melangkah menuju kedai bakso dan memesannya ,
Ketika keduanya tengah menyantap bakso , tiba tiba pak Hadi menghampiri mereka ,
" Wah,,,,,ngeliat kalian makan bakso kayaknya enak " ujar pak Hadi ,
" Iya pak , lagi laper soalnya , bapak mau beli juga ? " tanya Riani ,
" Boleh deh,,,,sekalian nemenin kalian " ujar pak Hadi seraya duduk disamping Tria ,
Setelah selesai menyantap baksonya dan membayarnya , mereka bergegas kembali menuju bis setelah lebih dulu berkeliling untuk membeli oleh - oleh ,
Tiga puluh menit berlalu , bis yang mereka tumpangi perlahan melaju melanjutkan perjalanan ,
Tria mencoba memejamkan matanya , tapi bayang - bayang Cepi semakin jelas bermain dipelupuk matanya , Tria membuka matanya , kembali mengarahkan pandangannya keluar jendela ,
Matanya seolah tengah mencari sesuatu yang tak akan pernah ia temukan ,
__ADS_1
Dua jam kemudian bis yang mereka tumpangi telah sampai didepan sekolah , murid - murid mengemasi barang - barangnya dan bergegas turun ,
" Anak - anak jangan lupa , minggu depan jadwal kalian pengambilan foto dan 3 jari " bu Liana mengingatkan ,
" Baik bu,,,,,! " jawab murid - murid bersamaan , satu persatu para murid meninggalkan sekolah ,
" Pak Kar , kami pamit pulang dulu " Keduanya berpamitan ,
" Iya , kalian hati - hati dijalan " sahut pak kar ,
" Kalian mau bapak antar pulang ? " pak Hadi bertanya pada keduanya ,
" Enggak pak,,,,! makasih,,,,, " jawab keduanya ,
Riani dan Tria pun meninggalkan sekolah ,
Setiba dirumah , Tria langsung masuk kedalam kamarnya , ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket ,
Usai mengeringkan tubuh dan mengenakan pakaian , Tria merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur , matanya menatap langit - langit kamar ,
" Pi,,,,,apa aku udah nggak berarti lagi buat kamu , apa udah nggak ada lagi kesempatan buat aku memperbaiki hubungan ini , inikah akhir dari hubungan kita , tanpa kejelasan , tanpa terucap kata sedikit pun dari kamu Pi,,,,," batin Tria ,
__ADS_1
Genangan hangat mulai terasa dikedua kelopak matanya , bukan hal yang mudah bagi Tria untuk melupakan Cepi , begitu banyak kebersamaan yang telah mereka lewati , tidak mudah bagi Tria untuk memupus rasa cintanya pada Cepi , dia sudah merasa nyaman saat berada didekat Cepi ,
Hingga malam merambah Tria masih berbaring ditempat tidurnya , sementara sang ibu menduga jika putrinya tengah tertidur karena lelah , padahal bukan perjalanan panjang yang membuat Tria lelah melainkan suasana hati yang membuat dirinya enggan untuk melakukan apapun ,