
Diperjalanan pulang ,
" Tri,,,,,anak - anak mau kerumah mereka pengen makan - makan buat ngerayain ulang tahun aku , gimana ? " tanya Cepi ,
" Ya udah gapapa , itu kan hak kamu kalo kamu mau merayakannya dengan teman - teman yang lain " ujar Tria ,
" Tapi Tri,,,,, ! , sebetulnya aku udah punya rencana kalo hari ini aku pengen ngerayainnya berdua bareng kamu , karena udah lama kita nggak pernah menghabiskan waktu bersama , tapi aku juga nggak bisa nolak keinginan mereka " jelas Cepi ,
" Kita bisa ngerayainnya kapan aja " sahut Tria ,
" Tapi Tri,,,,,! " belum sempat Cepi melanjutkan perkataannya ,
" Inget Pi , aku pernah bilang kalo aku tidak mau menjadi penghalang pertemanan antara kamu dan teman- teman kamu yang lain , dalam hal apapun " ungkap Tria ,
" Sebetulnya aku ingin memberikan hadiah dan merayakan hari ulang tahun kamu , hanya kita berdua , tapi aku harus membiarkan kamu bersama mereka , walau aku harus mengorbankan perasaanku dan sedikit kecewa " batin Tria ,
" Kamu,,,,, gapapa Tri,,,,, ! , kamu nggak marah kan ? " tanya Cepi hati - hati ,
" Tria menggelengkan kepalanya seraya mengulas senyum ,
Ketika tiba didepan rumah Cepi ,
__ADS_1
" Tri,,,,,! " apa kamu mau ikut gabung sama anak - anak ? Cepi mengajukan saran ,
" Enggak Pi,,,,,aku nggak mau keberadaan aku nanti malah membuat kalian nggak nyaman " ujar Tria ,
" Oh iya aku hampir lupa " Tria membuka resleting tasnya dan mengeluarkan sebuah paperbag ,
" Ini,,,,selamat ulang tahun Pi,,,,,! " Tria memberi ucapan selamat untuk yang kedua kalinya , seraya menyerahkan paperbag nya kepada Cepi ,
" Apa ini Tri,,,,,? " tanya Cepi ,
" Ini,,,,,,hadiah kecil buat kamu , semoga kamu suka ya " ujar Tria ,
" Tri,,,,,,! , makasih banyak untuk hari ini " ujar Cepi ,
" Aku pulang ya,,,,," pamit Tria seraya berbalik meninggalkan Cepi , tanpa menoleh kebelakang ,
Tria merasakan kesedihan direlung hatinya , Kejutan yang sudah direncanakannya untuk Cepi tak bisa terealisasi dan malam ini ia akan melewati malam minggunya tanpa Cepi ,
Tak terasa bulir bening menggelayut dikelopak matanya yang siap meluncur dikedua pipinya ,Tria bergegas menyeka air matanya , sebelum Riani melihatnya ,
Sementara Cepi berdiri mematung menatap kepergian Tria , berharap Tria menolehkan wajahnya , namun harapannya kandas , hingga Tria menghilang dari pandangannya
__ADS_1
Cepi melangkah masuk kedalam rumahnya , ia bergegas masuk kedalam kamarnya , dibukanya perlahan paperbag pemberian Tria ,
Ada dua kotak didalamnya , kotak pertama adalah kue tart cantik lengkap dengan lilinnya , kotak kedua adalah hadiah yang terbungkus rapi ,
Cepi membuka hadiah pemberian Tria , sebuah Pena P dalam kemasan kotak berwarna merah hati yang dipadu dengan warna gold , nampak secarik kertas terlipat yang diletakkan dibawah pena , Cepi pun membuka lipatannya dan membacanya ,
Cepi mengulas senyum , nampak aura bahagia diwajahnya setelah membaca tulisan tangan Tria ,
" Maafin aku Tri,,,,! , kamu rela mengorbankan perasaan kamu demi teman - teman aku , aku tahu kamu pasti sangat ingin aku meniup lilin ini dihadapan kamu , aku akan memenuhi keinginan kamu Tri " gumam Cepi , seraya menggenggam erat pena pemberian Tria , dan menatap kue tart nya ,
Cepi menaruh pena pemberian Tria diatas bantalnya dan membawa kue tartnya kedapur lalu menaruhnya dikulkas , kemudian menghampiri teman - temannya diruang depan ,
Sementara Tria , semenjak berlalu dari hadapan Cepi membungkam mulutnya , ia sedang tak ingin membahas apapun dengan Riani ,
Sebetulnya Tria tidak tega mendiamkan Riani , tapi suasana hatinya tidak bisa diajak kompromi ,
" Tri,,,,,Cepi ngadain acara sama anak - anak ya , tapi koq nggak ngajakin kamu ? " Tanya Riani memecah keheningan ,
" Sebetulnya Cepi ngajakin aku , tapi aku menolak , biar mereka bersenang - senang dengan cara mereka sendiri " ungkap Tria ,
__ADS_1
" Heemmhh,,,," Riani menganggukkan kepalanya ,