
Tria duduk termangu dibangku teras rumahnya , ditatapnya langit malam yang gelap tak berbintang , dingin , sunyi , sedingin hatinya , sesunyi harinya tanpa Cepi ,
Satu bulan berlalu , status hubungan Tria dan Cepi semakin tak jelas , Cepi tidak pernah mengucap kata putus kepada Tria , tidak pula membuat hubungan nya dengan Tria membaik , Cepi benar - benar menggantung hubungan mereka ,
Tria benar - benar rapuh , hatinya sakit acap kali Cepi mengacuhkan keberadaannya , dia ada didekat Cepi namun jarak seolah memisahkan , mereka setiap hari bertemu namun seolah tak ada rasa diantara keduanya , mereka kerap bersitatap namun mereka seolah tak saling mengenal ,
" Aku merindukan kamu Pi,,,,! , aku sangat berharap kita bisa berbaikan lagi , jangan menghukum aku seperti ini Pi , aku sakit,,,,,aku lelah menghadapi sikap kamu Pi,,,,,! " batin Tria ,
" Sampai kapan kamu akan seperti ini,,,,sampai kapan kamu akan mendiamkan aku Pi,,,, aku sangat ingin mempertahankan hubungan kita , tapi aku nggak sanggup bila harus berjuang sendiri , aku nggak sanggup Pi,,,,,! " batin Tria lirih ,
Sikap diam Cepi telah merubah segalanya , Tria kehilangan penyemangat belajarnya , Tria tak pernah lagi merasakan hangatnya genggaman tangan Cepi , tak ada lagi pelukan Cepi yang membuatnya merasa nyaman , Tria telah kehilangan semua yang pernah dilewatinya bersama Cepi ,
Minggu depan sudah mulai pelaksanaan ujian nasional , namun hingga hari ini Tria belum bisa melepas Cepi dari benaknya , semua yang terjadi antara dirinya dan Cepi begitu cepat ,
" Pi,,,,,rasanya baru kemarin kamu berkata tidak akan meninggalkan aku , rasanya baru kemarin kamu berkata jika menginginkan kita selalu bersama , rasanya baru kemarin kamu berkata jika kamu akan ada disaat aku membutuhkan kamu " kenang Tria ,
__ADS_1
Tria tak kuasa menahan kesedihannya , tak terasa air matanya bergulir satu persatu membasahi pipi ,
Tria bergegas menyeka air matanya , lalu masuk kedalam rumah , melangkah menuju kamar tidurnya ,
Tria berbaring ditempat tidurnya , fikirannya kembali menerawang pada kisah perjalanan hidupnya ,
" Ayo Tria,,,,,,minggu depan kamu sudah memasuki ujian akhir , kamu harus bisa , kamu harus semangat , ini hukan yang pertama kalinya kamu mengalami kekecewaan , jangan kecewakan kedua orang tuamu yang telah menaruh harapan padamu , kesampingkan urusan kisah kasihmu , jawab kekecewaanmu dengan nilai- nilai terbaikmu , tidak ada yang lebih penting dibandingkan sekolahmu , ayo bangun Tria,,,,,bangun,,,,! , semangatt,,,,,! semangatt,,,,,,! " Tria mengingatkan ruhnya , menguatkan dan menyemangati diri ,
" Baiklah,,,,,aku akan berdamai dengan keadaan , aku harus ikhlas menjalani apa yang Tuhan gariskan untukku , jika Cepi adalah yang terbaik Allah pasti akan mendekatkan kami, namun jika Allah pisahkan aku dari Cepi itu pertanda Cepi bukanlah yang terbaik untukku " gumam Tria seraya menghela nafas panjang ,
Suara deru motor membangunkan Tria dari tidur lelapnya , Pagi - pagi sekali Ayah telah menyalakan mesin motornya ,
" I,,,,ihh,,,,,! , berisik amat sih,,,,,! " gerutu Tria seraya menutup kepalanya dengan bantal ,
selang beberapa menit Tria menatap jam mejanya , alangkah terkejutnya Tria ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi ,
__ADS_1
" Ya ampun,,,,,ternyata aku bangun kesiangan,,,,! " sontak Tria bangun dari tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi ,
Dalam satu bulan terakhir ini , Tria memang sulit tidur , dan baru hari ini Tria tertidur pulas hingga bangun kesiangan ,
Tria baru saja keluar dari kamar mandi ,
" Haduhhh,,,,untung aja Ayah menyalakan motornya , coba kalo nggak ?? , aku pasti telat kesekolah " gerutu Tria , setelah rapih berpakaian , Tria berjalan menuju meja makan ,
" Kamu kenapa bangun kesiangan Tri,,,,nggak biasanya " tegur ibu ,
" Iya bu , he,,,,," Tria terkekeh ,
" Emang kamu nggak nyalain alarmnya ? " tanya ibu lagi ,
" Lupa bu,,,,,! " Tria nyengir kuda ,
__ADS_1