
" Tri,,,,,," boleh aku bertanya sesuatu ? " tanya Cepi ,
" Apa,,,,? kamu mau tanya apa ? " tanya Tria ,
" Tentang Sigit ,,,,,! , apa dia,,,,," belum sempat Cepi menyelesaikan kalimatnya ,
" Kepoo,,,,,,! " timpal Tria ,
" Serius Tri,,,,! , apa dia pernah nembak kamu ? " tanya Cepi menelisik ,
" Heemmhh,,,,,! , angguk Tria ,
" kapan,,,,,? gimana ceritanya dia bisa nembak kamu ? desak Cepi ,
" Mau tahu apa mau tahu banget,,,," goda Tria ,
" Triii,,,,,,," pekik Cepi meremas gemas jemari Tria ,
Tria pun mulai bercerita ,
" Awal nya Sigit sering memperhatikan aku secara diam - diam , kamu tahu kan gaya sigit seperti apa , gaya yang super lebay dengan kaca mata hitam dan scraft yang selalu melekat dikepalanya ,
" Dari mana kamu tahu kalo Sigit suka perhatiin kamu ? " tanya Cepi ,
__ADS_1
" pernah satu waktu dia terciduk lagi perhatiin aku , waktu itu aku lagi duduk ditembokan depan kelas , aku perhatiin Sigit mengarahkan pandangannya kearah dimana aku duduk ,
" Awalnya aku nggak ambil pusing , terus aku liat dengan ekor mata aku dia masih terus memandang ke arah aku , aku liat disekeliling aku tuh ngga ada siapa - siapa , aku penasaran kan,,,, pas aku menoleh ke arah dia , dia kaget dia langsung memalingkan wajahnya sambil nyanyi - nyanyi nggak jelas gitu ,
" Makin kesini dia makin sering nyamperin aku kekelas , menyapa aku yang sok - sok perhatian gitu , kadang dia bertingkah yang nyeleneh buat menarik perhatian aku " jelas Tria ,
" Seneng dong diperhatiin terus " goda Cepi ,
" Boro - boro seneng Pi , lihat gelagatnya yang norak aja udah bikin aku illfeel " ujar Tria
" Sampe suatu hari dia nembak aku , dia bilang kalo dia suka sama aku , dan dia udah lama memendam perasaannya ,
Flashback ,
" Hai Tri,,,,,! " sapa Sigit ,
" Hai,,,,,! " balas Tria ,
Tria tertegun sejenak saat melihat mata Sigit yang memerah dan sayu , tatapannya tajam namun kosong , emosinya meledak - ledak dan srperti tak bergairah ,
" Kamu kenapa Git , kamu sakit,,,? ,
" Nggak , aku cuma ngantuk , semalem kurang tidur " jawab Sigit sekenanya ,
__ADS_1
Tria menatap lekat wajah Sigit , diamatinya sikap Sigit yang semakin lama semakin tak terkontrol ,
" Kamu ngedrugs Git,,,,? " tanya Tria penuh kehati - hatian ,
" Enggak,,,,! siapa yang bilang kekamu kalo aku ngedrugs , biar aku hajar orangnya,,,,! " hardik Sigit ,
" Nggak,,,,nggak ada siapapun yang bilang ke aku kalo kamu lagi ngedrugs , itu hanya insting aku sebagai seorang teman " ungkap Tria ,
" Tahu apa kamu soal ngedrugs ? tahu dari mana kamu kalo aku lagi ngedrugs ? "
" Aku memang nggak tahu banyak soal drugs , tapi aku pernah membacanya , dan,,,,,sikap kamu itu menunjukkan ciri - ciri orang yang baru saja mengkonsumsinya , bener kan,,,,? ujar Tria penuh penekanan "
" Kamu boleh percaya sama aku , akh nggak akan cerita sama siapapun selama kamu bisa mengontrol diri kamu " tegas Tria ,
Sigit tertunduk seakan tengah mengimpulkan kekuatan untuk berbicara , ia mengangkat wajahnya ,
" Iya Tri,,,,tapi aku mohon kamu jangan bilang siapa - siapa apa lagi sama guru " Sigit memohon ,
" Iya , aku janji , tapi aku minta kamu harus jaga sikap selama disekolah , jangan sampai sikap kamu mengundang kecurigaan semua orang " ujar Tria ,
Sigit menatap Tria , seolah tengah meyakinkan dirinya untuk terbuka dan berbagi cerita pada Tria ,
" Sebenarnya aku sedang ada masalah keluarga Tri , masalah adek aku , masalah ayah aku , aku pusing , aku nggak tahan melihat ibu aku yang terus - terusan menangis , aku nggak tahu lagi harus berbuat apa " ungkap Sigit ,
__ADS_1