
Tria terharu , jawaban Cepi begitu menenangkan hatinya , ia merasa lega , ia tersenyum namun tak mampu membendung butiran air mata yang sedari awal telah menggelayut dikelopak matanya ,
Cepi tersenyum , ia menyeka air mata yang jatuh dipipi Tria
" Terima kasih Cepi,,," ujar Tria pelan ,
" Terima kasih ? untuk apa ?? " tanya Cepi ,
" Terima kasih kamu sudah mau menerima perasaanku , terima kasih kamu sudah mengerti dan memahami aku , terima kasih kamu sudah mau berbagi denganku , terima kasih untuk perhatian dan kehangatan yang kamu berikan buat aku " ungkap Tria ,
" Keduanya tersenyum ada rona bahagia diwajah keduanya ,
" jadi,,,, kapan ,,,,? " tanya Cepi , mengintimidasi Tria ,
" Kapan,,,,apanya ? " Tria balik bertanya ,
" kapan permintaanku dikabulkan ? " goda Cepi sambil meletakkan telunjuknya dibibir Tria ,
" iisshhh,,,,! Tria menunduk tersipu ,
" Cepi,,,,! aku ingin melakukannya benar - benar dari hati aku , bukan karena paksaan atau nafsu semata , kamu bisa ngerti aku kann,,,? ungkap Tria berusaha meyakinkan Cepi ,
" baiklah,,,,,," balas Cepi , mengusap lembut kepala Tria ,
" terus , kapan kamu akan mengobati kemarahanku ? " tanya Cepi menggoda ,
" Diihh,,,,,genit,,,! " ledek Tria ,
__ADS_1
" kapan,,,,? " tanya Cepi lagi ,
" ditunggu besok malem " bisik Tria ,
" janji,,,,! " Cepi memastikan ,
Tria mengangguk sebagai jawaban ,
Bel sekolah berbunyi , diikuti dengan suara pengumuman dari pengeras suara ,
" anak - anak , kalian boleh pulang , besok kalian belajar dirumah , persiapkan diri kalian untuk pelaksananaan ujian semester besok senin , jaga kesehatan , belajar dengan semangat " demikianlah isi pengumumannya ,
" pulang yuk,,,,! " ajak Cepi seraya bangkit dari duduknya , Tria pun berdiri dan melangkah mengikuti Cepi ,
diperjalanan pulang ,
Riani berjalan berbarengan dengan Eza sedang Tria dengan Cepi ,
" jangan sekarang yaa,,,,,sebentar lagi kan kamu harus pergi shalat jumat " Tria mengingatkan ,
" baiklahh,,,," jawab Cepi mengalah ,
" jangan marah yaa,,,,,kalo marah gantengnya ilang " goda Tria ,
Cepi diam tak bersuara , dia berpura - pura marah , untuk membalas menggoda Tria ,
" Aku janji , setelah ujian semester selesai aku akan main kerumah seperti yang kamu mau " ujar Tria ,
__ADS_1
Cepi hanya menatap Tria tanpa suara ,
" Baiklah,,,,,besok malem aku obati kemarahanmu , dobel,,,," Tria mengalah
Cepi mengembangkan senyum diwajahnya , dia senang karena usahanya menggoda Tria berhasil ,
" iisshhh,,,,,dasar tuan moody " gumamnya pelan ,
sampai dipersimpangan jalan merekapun berpisah ,
" Dah,,,,,sampai ketemu besok malem " ucap Cepi lalu berbalik berjalan membelakangi Tria ,
" Dah,,,,," balas Tria ,
Tiba dirumah , Tria berganti pakaian , ia berjalan menuju tempat tidurnya dan merebahkan tubuhnya , melepas penat yang dirasanya ,
Matanya menerawang menatap langit - langit kamarnya , bayangan Cepi seolah berkelebatan disana ,
" Hahh,,,,tuan moody , terkadang kamu begitu dewasa namun terkadang kamu sangat kekanakan " gumam Tria ,
Tria bangkit dari tempat tidurnya , melangkah menuju mejanya dan mengambil album foto ,
dan kembali duduk bersandar ditempat tidurnya , satu persatu lembaran album dibukanya , kenangan kembali membayang dalam ingatannya ,
" saat pertama kali menginjakkan kaki di SMA , saat hari pertama mengikuti kegiatan MOS , pelantikan OSIS , latihan kepemimpinan semuanya sangat berkesan " Tria mengingatnya kembali ,
" pertama kali bertemu Cepi , Nia , Abdul , Dyan dan yang lainnya , wajah - wajah yang polos , persahabatan , kebersamaan , pertemanan " Tria tak henti mengulas senyum dibibirnya ,
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 12.30 , Tria turun dari tempat tidurnya , melangkah menuju kamar mandi untik mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat dzuhur
" Ya Rabb , berikanlah yang terbaik bagiku , yang terbaik untuk urusan dunoa dan akhiratku aamiin ,,,,," doa Tria diakhur shalatnya ,