
Tria melangkahkan kakinya dengan gontai , ia belum bisa menerima kenyataan yang baru saja berlaku atas dirinya , ini seperti mimpi buruk baginya ,
Selama perjalanan pulang , Tria mengunci rapat - rapat bibirnya , ia begitu terluka dengan sikap Cepi yang seolah lupa jika telah menggantung hubungan dirinya dengan Tria ,sementara bagi Tria perpisahannya dengan Cepi terasa begitu berat seakan melengkapi rasa sakit dan kesedihan yang menyiksa Tria selama dua bulan kebelakang ,
Setibanya dirumah , Tria langsung masuk kedalam kamarnya , ia menjatuhkan dirinya diatas tempat tidurnya , meluapkan amarah dan kesedihannya , disana ,
Tubuhnya bergetar , hatinya bergejolak menahan rasa sakit dan kekecewaannya terhadap Cepi , ia mengutuki dirinya yang tak berkutik dihadapan Cepi , cintanya pada Cepi membuat dirinya tak mampu membenci Cepi ,
Tria menghentikan tangisnya , ia turun dari tempat tidurnya , mengambil air wudhu dan menunaikan shalat ,
" Ya Rabb,,,,,terima kasih atas semua nikmat yang telah Engkau berikan disepanjang hidupku , aku tahu Engkau akan memberikan yang terbaik untukku , dan apapun yang Engkau ambil dariku saat ini kelak Engkau akan menggantikannya dengan yang lebih baik , dan aku mohon berikanlah aku beribu - ribu kekuatan dan kesabaran dalam menjalani cabaran - Mu , aamiin,,,," Doa Tria dipenghujung shalatnya ,
Tria menghela nafas panjang , ia merasa lega dan lebih tenang usai menunaikan shalatnya ,
" Pi,,,,,kamu pria baik yang pernah aku kenal , aku nggak pernah menyesal mencintai kamu , kamu pria pertama yang bisa membuat diriku merasa nyaman , walau hubungan kita berakhir sampai disini , aku nggak akan pernah melupakan kamu , aku akan selalu mengingat kamu , rasa ini akan selalu sama sampai batas waktu yang aku nggak pernah tahu ,
Hari itu,,,,,aku yang memilihmu dan memintamu menjadi bagian dari hidupku dan hari ini,,,, dengan berbesar hati aku akan melepasmu Pi,,,,! ,
Terima kasih ,,,,,sudah hadir dihidupku , terima kasih,,,, untuk cinta , kasih sayang dan perhatian yang pernah kamu kasih buat aku , semoga suatu saat nanti kamu akan menemukan pasangan yang lebih baik dari diriku yang mampu membahagiakanmu " gumam Tria ,
__ADS_1
Tria meraih notebook beserta pena , tangannya bergetar kala menumpahkan isi hatinya disana ,
" Inilah akhir cerita cintaku , cinta yang hadir diantara serpihan hati , cinta yang memberiku bahagia sekaligus menorehkan luka , cerita cinta yang tak bertepi "
Dia,,,,
yang pernah hadir dihidupku , mengisi kesunyianku , menghiasi hariku ,
Dia,,,,
Pria baik yang pernah kukenal , cintanya , perhatiannya , kehangatannya , kenangannya akan selalu hidup dalam sanubariku
Dia,,,,
Dia,,,,,
pernah memberiku bahagia , sempat membuatku hilang arah , yang juga menorehkan luka ,
Dia,,,,,dia,,,,dan dia,,,,,
__ADS_1
Tak akan pernah berhenti aku mengingat namanya
kasih,,,,,,
Dimanapun dirimu berada , siapapun pendamping hidupmu kelak semoga dirimu hidup bahagia , semoga Tuhan selalu menyertai langkahmu dalam suka maupun duka
aamiin,,,,,
💗 Tria
********
Tria meletakkan ungkapan hatinya dilembaran album , diantara foto - foto yang menunjukkan gambar dirinya dan Cepi ,
" Aku akan menyimpan semua kenanganku ini hingga usang dimakan waktu dan hilang tak berbekas " Tria menutup albumnya dan menaruhnya diantara tumpukan - tumpukan buku diatas mejanya ,
Diraihnya berkas - berkas kelulusannya yang tersampul rapih , dan mendekapnya ,
Satu impian Tria telah lepas , Tria masih memiliki satu impian yang ia sendiri tak pernah tahu apakah dia dapat mewujudkannya atau tidak , ia tak ingin lagi membebani orangtuanya , ia akan menjalani hidup dengan segala kemampuannya ,mewujudkan apa uang menjadi keinginannya , menghabiskan masa mudanya dan menjalani hidup yang telah digariskan Tuhan atas dirinya ,
__ADS_1
SELESAI,,,,,,