
Senin pagi ,
Embun pagi menyapa Tria yang masih terlelap , pagi ini Tria akan melaksanakan Ebta , dengan bersemangat ia melakukan rutinitas paginya , usai berpakaian dan merapihkan diri , Tria menuju meja makan untuk bersarapan , ia menyantap sarapan paginya seraya mempelajari mata pelajaran yang hari ini akan diebtakan ,
" Tri,,,,,kamu berangkat sekolah jam berapa,,,,? " tanya ibu ,
" Tiga puluh menitan lagi bu,,,,! " sahut Tria ,
" Ya sudah , ibu berangkat ya nak , semangat ya ebtanya ,,,! " pamit ibu seraya menyemangati putrinya ,
" iya,,,,,bu,,,,! , Pasti,,,,,Tria akan berusaha semampu Tria untuk mendapatkan nilai terbaik , doakan Tria ya bu,,,,,agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal - soal nanti " Tria meminta restu pada ibunya ,
" Aamiin,,,,,! " jawab ibu , seraya berlalu meninggalkan Tria ,
Tiga puluh menit kemudian , Tria bangkit dari duduknya dan melangkah keluar rumah , nampak Riani sudah berdiri didepan rumahnya , keduanya pun berangkat , sepanjang perjalanan bibir Riani tak berhenti komat kamit seperti orang yang sedang melafalkan jampi - jampi ,
" Kamu lagi menghafal apa lagi ngedumel sih Ri,,,,! , itu bibir sampe segitunya ,,,," ujar Tria ,
Riani hanya terkekeh mendengar celotehan Tria ,
Tiba disekolah , masih ada waktu tersisa kurang lebih sepuluh menit menjelang ebta , Tria duduk dimeja yang yang ditandai nomor yang sama dengan nomor yang tertera di kartu pesertanya ,
__ADS_1
Bel masuk berbumyi , para siswa menempati mejanya masing , Tria tidak menduga jika barisan tempat duduk Cepi bersebelahan dengan dirinya , hanya posisi Cepi lebih didepan , sehingga Tria bisa dengan leluasa menatap Cepi yang duduk membelakanginya , sementara Riani duduk paling depan dibarisan yang sama dengan Tria ,
" Selamat pagi bu,,,,,! " sapa murid -murid ,
" Selamat pagi,,,,! " balas guru pengawas ,
Selang beberapa menit kemudian , guru pengawas memasuki ruang kelas , dan membagikan lembaran soal beserta jawabannya ,
" Tolong dibaca soalnya dengan teliti , kerjakan soal yang mudah lebih dulu , selamat mengerjakan,,,! " titah guru pengawas ,
" Bismillaah,,,,," ucap Tria seraya membuka lembaran soal dan jawaban lalu mengisinya ,
Dua puluh menit menjelang jam ebta pelajaran pertama berakhir , Tria memberi isyarat pada Riani untuk mengumpulkan lembar soal dan jawabannya , keduanya pun bangkit dan berjalan menuju meja pengawas lalu keluar dari ruangan ,
berulang Tria menatap kearah ruang ebtanya yang menghadap kantin , Tria tidak menyadari jika pak Kar tengah memperhatikan dirinya ,
" Tria,,,,,,dari tadi bapak perhatikan kamu diam saja " ujar pak Kar ,
" Heemmhh,,,,,gapapa koq pak,,,,! " sahut Tria sedikit berbohong ,
" Tria,,,,,mata kamu melihat buku , tapi fikiran kamu kesana " ucap pak Kar ,
__ADS_1
" Kemana pak,,,,,? " timpal Riani ,
" Tuh,,,,! , yang lagi duduk disana " ucap pak Kar menunjuk kearah seberang kantin ,
Sontak saja Tria dan Riani menoleh kearah yang dimaksud oleh pak Kar ,
ternyata yang dimaksud pak Kar tiada lain adalah Cepi ,
" Pak Kar tahu aja " kekeh Riani ,
Tria tersenyum datar , karena apa yang dikatakan pak Kar memang benar adanya ,Tria memang tak bisa menghapus Cepi dari benaknya ,
" Bapak benar kan Tria,,,,? " pak Kar memastikan ,
Tria menoleh ke arah pak Kar sesaat lalu kembali melemparkan pandangannya kearah Cepi , pak Kar menangkap sikap Tria yang membenarkan perkataannya ,
" Andai aku bisa,,,, , aku ingin berlari menghampirimu , memelukmu dan menangis dalam pelukanmu Pi,,,,," batin Tria ,
Seringkali Tria berinisiatif untuk melempar senyum dan menyapa Cepi , namun melihat sikap Cepi yang begitu dingin dan cuek telah lebih dulu menyayat hati Tria , membuat Tria menyurutkan niatnya ,
" Dia juga , keliatannya aja cuek padahal fikirannya sama " ujar pak Kar ,
__ADS_1
Tria mengulas senyum mendengar penuturan pak Kar ,
" Sebenarnya kita sama Pi,,,,! , sama - sama memendam rasa , hanya kita dikalahkan oleh ego kita masing - masing " batin Tria ,