
Satu minggu kemudian ,
Hari ini Tria akan melaksanakan ujian nasional , Tria berharap dapat melewati ujian dengan lancar , seperti biasa Tria berangkat kesekolah bersama dengan sahabat nya ,
Setiba disekolah , masih tersisa waktu lima belas menit menjelang ujian dimulai , tak sedetikpun Tria melewatkan waktunya terbuang sia - sia , ia terus belajar dan tak henti berdoa memohon diberikan kelancaran dalam mengerjakan soal ujian ,
Beberapa menit berselang , bel berbunyi para siswa memasuki ruang kelas dan menempati mejanya masing - masing ,
pengawas memasuki ruang kelas lalu membagikan lembaran soal dan jawaban ,
Baru saja Tria selesai mengucap basmalah dan hendak mengisi lembar jawaban , ia kembali dikagetkan oleh satu peristiwa yang kembali menyita perhatian seluruh siswa ,
Apa yang pernah terjadi minggu lalu ketika ebta akan berlangsung kini terulang kermbali disaat ujian akhir akan berlangsung ,
Tria harus kembali menyaksikan sahabatnya berulah , Kali ini yang harus berhadapan dengan pihak sekolah adalah Dyan , Dyan melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Abdul ,
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan Dyan,,,,,! " ucap Tria , seraya menangkupkan kedua tangan diwajahnya ,
Kenapa kamu mengulang kesalahan yang sama,,,,! , harusnya apa yang terjadi dengan Abdul minggu lalu menjadi pembelajaran Dyan,,,,,! " gumam Tria dengan mata yang berkaca - kaca ,
Tria dan Riani saling menatap , nampak aura sedih diwajah keduanya , Riani menggelengkan kepalanya , ia tidak percaya Dyan bisa bertindak sebodoh itu , Tria menganggukkan kepalanya , ia memberi isyarat pada Riani , Tria mengepalkan tangan didepan dadanya , meletakkan jari telunjuk dipelipisnya , untuk menguatkan dan mengingatkan Riani agar tetap tenang dalam menyikapi perbuatan Dyan dan fokus pada ujian ,
Tria menatap Cepi yang juga tengah menatapnya , Tria menarik nafas panjang ,
" Aku bersyukur Pi,,,,,meskipun kamu memiliki kedekatan dengan Dyan dan Abdul , tapi kamu tidak terbawa arus pergaulan yang tidak baik , aku salut dan bangga padamu Pi,,,,,! " batin Tria ,
" Anak - anak , silahkan kalian kerjakan soal ujian kalian dengan waktu yang tersisa " titah guru pengawas ,
" Abdul,,,,Dyan,,,,,semoga kalian bisa mengatasi masalah kalian dan segera mendapatkan jalan keluar untuk kelanjutan pendidikan kalian , semoga diluar sana kalian mendapaykan kesukseaan " Doa Tria untuk kedua sahabatnya ,
Tiga puluh menit menjelang jam ujian pertama berakhir , Tria beranjak dari kursinya mengumpulkan lembaran ujiannya dan melangkah keluar kelas , Tria berjalan menuju ruang perpus yang disusul oleh Riani ,
__ADS_1
Tria memasuki ruang perpus setelah terlebih dulu mengetuk dan mengucap salam ,
" Gimana Tria,,,,,info apa yang kamu tahu sampai Dyan melakukan kesalahan yang sama dengan Abdul,,,,? " tanya bu Ani ,
" Jujur bu,,,,,kali ini Tria tidak tahu apa yang sedang dialami Dyan " ujar Tria ,
" Selama ini kalian berdua berteman sangat dekat bukan,,,,? " selidik bu Ani ,
" Kami memang dekat bu , tapi bukan berarti setiap masalah yang Dyan hadapi diceritakan kepada kita juga bu,,,,! " jelas Tria ,
" Apa jangan - jangan ada kaitannya dengan isu yang sempat beredar dua bulan lalu,,,? " tanya bu Ani ,
" Entahlah bu,,,,,karena kabar itu masih simpang siur , ditambah lagi ibu tahu sendiri bagaimana keadaan teman wanitanya Dyan ketika datang kemari , dia baik - baik saja , tidak ada tanda - tanda yang menunjukkan kearah isu yang beredar " ungkap Tria
" iya juga sih bu,,,,! " timpal Riani ,
__ADS_1
" Tapi nggak tahu juga sih bu,,,,kami tidak mau terlalu cepat menghakimi dan tidak mau berpihak pada mereka begitu saja , biar waktu yang menunjukkan kebenarannya bu,,,,! " jelas Tria lagi ,