
Tria mengulas senyum ketika matanya bersitatap dengan uwaknya , Tria tengah asik mengamati uwaknya yang tengah menyiangi tanaman , mulai dari menyiram , memberi pupuk , mencabuti rumput liar , memangkas bunga dan dedaunan yang mulai kuning dan mengering ,
Tangan dingin uwak yang telaten , membuat semua tanaman yang ada dihalaman tumbuh dengan subur , hampir semua orang yang hilir mudik berdecak kagum melihat halaman kecil namun sedap
dipandang mata ,
Rumah nenek memang berada digang , yang merupakan gang utama , sehingga dari pagi hingga malam selalu ramai oleh pengguna jalan , baik pejalan kaki maupun pengguna roda dua ,
" Itu air dicampur dengan apa wak ? " tanya Tria ketika melihat uwaknya mencampur satu sendok serbuk putih kedalam air lalu mengaduknya ,
" Ini Micin yang dilarutkan kedalam air untuk disiramkan kebunga , atau serbuk micinnya aja bisa ditaburkan langsung ketanahnya , pemberiannya cukup seminggu sekali " jelas Uwak ,
" Fungsinya untuk apa wak ? " tanya Tria lagi ,
" Fungsinya untuk memberi nutrisi pada tanaman supaya daunnya tumbuh subur " jelas uwaknya lagi ,
" Oohh,,,,,," Tria manggut - manggut tanda faham , ia mendapatkan ilmu tambahan cara menyuburkan tanaman dari uwaknya ,
" Bantuin,,,,! jangan cuma ngeliatin doang,,,,! " tegur Dony ,
" Kalo aku bantuin nanti tanamannya malah rusak trus mati deh,,,,! Tria beralasan ,
" Alesan,,,,,! bilang aja kalo nggak mau bantuin " ledek Dony ,
__ADS_1
" Nah,,,,itu tahu,,,,! , kenapa nggak mas aja yang bantuin " saran Tria ,
" Apa lagi mas , nggak ngerti soal taneman " sahut Dony ,
" Bilang aja males,,,,! " ledek Tria , Dony terkekeh ,
" Kalian ini,,,,! " uwaknya menggeleng - gelengkan kepala melihat ulah kedua ponakannya itu ,
Akhirnya keduanya pun hanya menjadi pengamat uwak mereka yang tengah fokus dengan tanamannya ,
Sore merambah senja , uwak pun menyudahi aktifitasnya , Tria pun masuk kedalam yang disusul oleh Dony ,
Adzan magrib berkumandang , Tria bergegas mengambil air wudhu , saat Tria keluar dari kamar mandi nampak Dony baru menuruni anak tangga dapur , Tria pun berjalan memutari meja makan guna menghindari Dony ,
Usai shalat , mereka duduk diruang TV ,
" Tri,,,,,besok pagi kita kedesa S , kita ke makam kakek buyut " ujar nenek ,
" kakek buyut dari siapa nek , dari kakek atau dari nenek ? tanya Tria penasaran ,
" Tentu saja dari nenek " sahut nenek
" Dari sini jauh nggak nek ? " tanya Tria ,
__ADS_1
" Lumayan jauh , dari alun alun kota masuk lagi kedalam kearah yang mau ke curug C " jelas nenek ,
" Entah kenapa nenek mengajakku dan bukan mengajak salah satu dari anak - anaknya untuk berziarah kemakam leluhurku , Sedang Dony , nenek tidak mengajaknya hanya kebetulan saja dia ingin ikut serta dengan aku dan nenek " gumam Tria ,
Sekilas Tria menatap sepupunya yang tengah fokus pada layar televisi , ternyata Dony menyadari kalo Tria sedang menatap dirinya ,
" Kenapa ? , mas ganteng ya,,,,! " ujar Dony ,
" Haahh,,,!! sontak Tria mengalihkan pandangannya pada televisi ,
waktu menunjukkan pukul sembilan malam ,
" Ayo cepat kalian tidur , biar bangunnya tidak kesiangan , besok kita akan berangkat pagi - pagi " ujar nenek ,
Tria pun bangkit dari duduknya , berjalan meninggalkan ruang TV , maauk kedalam kamar neneknya , karena memang matanya sudah terasa mengantuk , yang disusul oleh sepupunya ,
Tria menaiki tempat tidur , ia merebahkan tubuhnya disamping nenek , sedang sepupunya tidur dibawah ,
Tria menatap langit - langit kamar , dalam imajinasinya nampak wajah Cepi terukir disana dengan senyum manisnya ,
Diingatnya kembali kejutan Cepi yang membuat hatinya berbunga ,
" Pi , aku akan selalu menjaga hati dan cintaku hanya untukmu " gumam Tria , tak lama kemudian Tria pun terlelap dengan mengulas senyum ,
__ADS_1