Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Ilmu tambahan


__ADS_3

Tria mengulas senyum ketika matanya bersitatap dengan uwaknya , Tria tengah asik mengamati uwaknya yang tengah menyiangi tanaman , mulai dari menyiram , memberi pupuk , mencabuti rumput liar , memangkas bunga dan dedaunan yang mulai kuning dan mengering ,


Tangan dingin uwak yang telaten , membuat semua tanaman yang ada dihalaman tumbuh dengan subur , hampir semua orang yang hilir mudik berdecak kagum melihat halaman kecil namun sedap


dipandang mata ,


Rumah nenek memang berada digang , yang merupakan gang utama , sehingga dari pagi hingga malam selalu ramai oleh pengguna jalan , baik pejalan kaki maupun pengguna roda dua ,


" Itu air dicampur dengan apa wak ? " tanya Tria ketika melihat uwaknya mencampur satu sendok serbuk putih kedalam air lalu mengaduknya ,


" Ini Micin yang dilarutkan kedalam air untuk disiramkan kebunga , atau serbuk micinnya aja bisa ditaburkan langsung ketanahnya , pemberiannya cukup seminggu sekali " jelas Uwak ,


" Fungsinya untuk apa wak ? " tanya Tria lagi ,


" Fungsinya untuk memberi nutrisi pada tanaman supaya daunnya tumbuh subur " jelas uwaknya lagi ,


" Oohh,,,,,," Tria manggut - manggut tanda faham , ia mendapatkan ilmu tambahan cara menyuburkan tanaman dari uwaknya ,


" Bantuin,,,,! jangan cuma ngeliatin doang,,,,! " tegur Dony ,


" Kalo aku bantuin nanti tanamannya malah rusak trus mati deh,,,,! Tria beralasan ,


" Alesan,,,,,! bilang aja kalo nggak mau bantuin " ledek Dony ,

__ADS_1


" Nah,,,,itu tahu,,,,! , kenapa nggak mas aja yang bantuin " saran Tria ,


" Apa lagi mas , nggak ngerti soal taneman " sahut Dony ,


" Bilang aja males,,,,! " ledek Tria , Dony terkekeh ,


" Kalian ini,,,,! " uwaknya menggeleng - gelengkan kepala melihat ulah kedua ponakannya itu ,


Akhirnya keduanya pun hanya menjadi pengamat uwak mereka yang tengah fokus dengan tanamannya ,


Sore merambah senja , uwak pun menyudahi aktifitasnya , Tria pun masuk kedalam yang disusul oleh Dony ,


Adzan magrib berkumandang , Tria bergegas mengambil air wudhu , saat Tria keluar dari kamar mandi nampak Dony baru menuruni anak tangga dapur , Tria pun berjalan memutari meja makan guna menghindari Dony ,


Usai shalat , mereka duduk diruang TV ,


" Tri,,,,,besok pagi kita kedesa S , kita ke makam kakek buyut " ujar nenek ,


" kakek buyut dari siapa nek , dari kakek atau dari nenek ? tanya Tria penasaran ,


" Tentu saja dari nenek " sahut nenek


" Dari sini jauh nggak nek ? " tanya Tria ,

__ADS_1


" Lumayan jauh , dari alun alun kota masuk lagi kedalam kearah yang mau ke curug C " jelas nenek ,


" Entah kenapa nenek mengajakku dan bukan mengajak salah satu dari anak - anaknya untuk berziarah kemakam leluhurku , Sedang Dony , nenek tidak mengajaknya hanya kebetulan saja dia ingin ikut serta dengan aku dan nenek " gumam Tria ,


Sekilas Tria menatap sepupunya yang tengah fokus pada layar televisi , ternyata Dony menyadari kalo Tria sedang menatap dirinya ,


" Kenapa ? , mas ganteng ya,,,,! " ujar Dony ,


" Haahh,,,!! sontak Tria mengalihkan pandangannya pada televisi ,


waktu menunjukkan pukul sembilan malam ,


" Ayo cepat kalian tidur , biar bangunnya tidak kesiangan , besok kita akan berangkat pagi - pagi " ujar nenek ,


Tria pun bangkit dari duduknya , berjalan meninggalkan ruang TV , maauk kedalam kamar neneknya , karena memang matanya sudah terasa mengantuk , yang disusul oleh sepupunya ,


Tria menaiki tempat tidur , ia merebahkan tubuhnya disamping nenek , sedang sepupunya tidur dibawah ,


Tria menatap langit - langit kamar , dalam imajinasinya nampak wajah Cepi terukir disana dengan senyum manisnya ,


Diingatnya kembali kejutan Cepi yang membuat hatinya berbunga ,


" Pi , aku akan selalu menjaga hati dan cintaku hanya untukmu " gumam Tria , tak lama kemudian Tria pun terlelap dengan mengulas senyum ,

__ADS_1


__ADS_2