Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Mencari angin segar


__ADS_3

Udara pagi yang menyelusup kedalam gaun tidur hingga terasa menusuk tubuh , menyadarkan Tria dari mimpi malamnya , Tria menyeret kakinya menuju kamar mandi , mengambil wudhu lalu menunaikan shalat , tak lupa ia bermunajat mengucap syukur dan memohon perlindungan pada sang pencipta diakhir shalatnya ,


Dibukanya jendela kamar , dihirupnya udara segar yang merebak menyapu wajahnya ,


" Alhamdulillah ya Allah , atas nikmat pagi yang kau berikan " Tria berucap syukur ,


Dilangkahkannya kaki menuju teras rumah , melakukan olah tubuh agar tubuhnya selalu segar ,


Tria duduk dibangku merehatkan tubuhnya , mengatur nafasnya yang tersengal - sengal , seraya menyeka keringat yang membasahi keningnya ,


" Tri,,,,ibu berangkat kerja " pamit ibu ,


" Iya bu,,,,! " sahut Tria seraya meraih dan mencium punggung tangan ayah ibunya ,


Tria masuk kedalam rumah , melangkah menghampiri meja makan , Tria membuat teh manis panas lalu mengambil kudapan dari piring diatas meja dan menyantapnya , kudapan itu yang dibawanya kemarin dari kota C ,


Setelah menghabiskan teh manis dan menyantap beberapa potong kudapan , ia pun merapihkan meja dan melakukan rutinitas rumahannya ,


Semua pekerjaan rumah telah diselesaikan oleh tangan terampilnya , kini Tria hendak membersihkan tubuhnya ,


Seusai mandi dan berpakaian , Tria mulai mengerjakan tugas sekolahnya , sambil mendengarkan musik ,


" salahkah bila diriku terlalu mencintaimu


jangan tanyakan mengapa karena ku tak tahu


aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku

__ADS_1


masihkah ada hasratmu tuk mencintaiku lagi "


Lirik lagu pingkan mambo mengalun merdu dikamar Tria , memecah keheningan ,


Tiga jam sudah Tria berkutat mengerjakan karya tulisnya , Adzan zuhur menggema menghentikan aktifitas Tria , Tria pun bangkit dari duduknya dan bersegera menunaikan ibadah nya ,


Usai shalat Tria melangkah menuju meja makan karena cacing- cacing diperutnya tengah protes meminta makan , karena tadi pagi Tria hanya sarapan teh manis dan beberapa potong kudapan ,


Ketika Tria hendak melangkah kedapur ,


" Tria,,,,,! " suara lengking Riani memanggilnya ,


" iya,,,,,! " pekik Tria dari dalam , Tria berbalik berjalan menuju kamarnya ,


" Masuk Ri,,,,! " Tria mempersilahkan Riani masuk kedalam kamarnya , melalui daun jendela kamar Tria , Riani pun duduk dipinggiran tempat tidur Tria ,


" Ngapain siang - siang bolong kesini,,,,,! " hardik Tria ,


" Aku bete , ngerjain tugas malah ngantuk,,,,! " ujar Riani ,


" Kalo ngantuk ya tidur , ngapain juga ngeloyor kesini , atau jangan- jangan pengen aku kelonin ya,,,,! " goda Tria ,


" Eiitss,,,,,! , sory ya,,,,,aku masih normal keles,,,," ujar Riani ,


" iya kali aja,,,,!" Tria terkekeh ,


" Tri,,,,,jalan yuk,,,,! , kita cari angin segar " ajak Riani ,

__ADS_1


" Kalo mau Cari angin nggak usah jauh- jauh Ri,,,,tuh diluar juga banyak angin " celotah Tria ,


" Niihh,,,,,angin,,,,! " Tria mengibaskan - kibaskan buku kewajah Riani ,


" kamu mah,,,,lagian kita kan udah sepekan lebih nggak ketemu anak - anak sanggar , kangen nihh,,,," ujar Riani ,


" Mau jalan jam berapa ? " tanya Tria ,


" Sekarang yuk,,,,! " ajak Riani ,


" Tapi aku laper Ri,,,,kita mampir dulu ke kedai bakso baru jalan ya,,,,! " ujar Tria ,


" Oke,,,,! " sahut Riani ,


" Ya sudah , aku siap - siap dulu ya,,,,! " ujar Tria ,Triapun kembali masuk kedalam kamarnya , berganti pakaian , memoles tipis wajahya dengan bedak ,


" Yuk,,,,! berangkat ! " ajak Tria , Keduanya meninggalkan rumah Tria , berlalu menyusuri jalanan komplek ,


Tiba dikedai bakso ,


" Mas,,,,baksonya dua porsi ya,,,,! " mereka memesan dua porsi bakso kepada penjualnya ,


" Baik mbak,,,,! ditunggu sebentar ya,,," sahut penjual bakso ,


" Monggo mbak inj pesanannya " tak lama kemudian bakso pesanan pun datang ,


" Makasih mas,,,,! " ujar Tria , mereka pun menambahkan bumbu kadalam mangkuk baksonya lalu menyantapnya dengan lahap ,

__ADS_1


Hingga tak terasa mereka telah menyantap baksonya hingga tandas tak bersisa , Tria menyerahkan tiga lembar pecahan sepuluh ribuan untuk membayar baksonya ,


Keduanya bangkit dan berlalu meninggalkan kedai bakso , menunggu kendaraan yang akan mereka tumpangi menuju alun - alun kota ,


__ADS_2