
Tria masih duduk termangu diatas sajadahnya , mengingat masalah yang terjadi pada kedua sahabatnya , mengingat masalah yang terjadi antara dirinya dan Cepi yang tak kunjung membaik ,
Satu persatu bayangan peristiwa yang menjadi pemicu pertengkaran dirinya dengan Cepi bermunculan dibenak Tria , hingga mengingatkan Tria pada mimpinya ,
Tria terhenyak saat menyadari jika mimpi itu benar terjadi , dalam mimpi itu Tria pergi kesuatu tempat untuk menyenangkan dirinya dan saat dirinya kembali , Tria tidak lagi bertemu dengan Cepi ,
Tria ingat saat dirinya bersikeras untuk pergi berkemping , ia tidak berpamitan pada Cepi , selama diperkemahan Tria tidak mengingat Cepi barang sedetikpun , dan sekembalinya dari kemping Tria harus menghadapi kemarahan Cepi ,
" Peringatan itu sudah datang lebih dulu lewat mimpi dan sahabatku Riani pun pernah mengingatkan aku , tapi aku tidak peka
Maafkan aku yang tidak pandai menghargai arti hadirmu Pi,,,, " gumam Tria ,
Dan semua sudah terjadi , sudah terlambat untuk menyesali , Tria hanya bisa pasrah , menghadapi sikap diam Cepi yang begitu menyiksanya , sikap dingin Cepi yang memaksanya memendam rasa dan kerinduannya pada Cepi , Tria akan menerima apapun yang menjadi keputusan Cepi , walau sesungguhnya hati kecilnya tak ingin kehilangan Cepi ,
__ADS_1
Pagi harinya ,
Seperti biasa Tria berangkat kesekolah bersama Riani ,
Hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan ujian , setelah hari ini Tria akan lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah , dan itu berarti intensitas Tria untuk bertemu Cepi pun akan berkurang ,
" Setiap hari bertemu saja hubungan kita tidak kunjung membaik , apalagi kalo kita jarang bertemu Pi,,,,! " gumam Tria ,
Tiba disekolah , keduanya langsung duduk ditangga depan kelas mereka , beberapa menit kemudian teman - teman Tria yang lain pun berdatangan dan bergabung bersama Tria , mereka membaca buku pelajaran yang sesekali diselingi dengan obrolan ringan ,
Tria baru saja selesai mengerjakan soalnya , Sesekali Tria menatap kesekeliling ruang ujiannya ,
" Ya ampun,,,,,! " ucap Tria tersenyum seraya menggelengkan kepalanya , ketika menangkap basah beberapa temannya yang tengah asik melihat contekan dan saling melempar kertas untuk sekedar berbagi jawaban ,
__ADS_1
Tria bergegas mengalihkan pandangannya kedepan , khawatir guru pengawas melihatnya dan mencurigai gerak -geriknya , masih dengan senyum kecilnya sekilas Tria menatap kearah Cepi dan tanpa sengaja keduanya pun saling bertatapan ,
" Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa menatapmu Pi,,,,,dan setelah ini kita akan jarang bertemu atau bahkan tidak akan pernah lagi , meski begitu,,,,, sampai saat rasa ini masih sama , hati ini masih untukmu , aku masih merindukan kamu Pi dan masih berharap sampai waktu yang aku tak pernah tahu " gumam Tria ,
Cukup lama keduanya saling menatap , hingga akhirnya suara deheman Riani mengintimidasi keduanya ,
Tria bergegas merapihkan lembaran soal beserta jawabannya lalu berjalan menghampiri meja pengawas , menaruh lembarannya dan melenggang keluar kelas yang disusul oleh Riani , kini keduanya tengah duduk ditangga depan kelas mereka ,
" Tri,,,,,,aku perhatiin , kalian berdua sebetulnya masih memilki rasa satu sama lain hanya kalian lebih mengedepankan keegoan kalian " ujar Riani ,
" Bukan aku Ri ,,,,, tapi Cepi , Sedari awal aku ingin memperbaiki hubunganku dengan Cepi , tapi sikap dingin Cepi membuatku menyerah dan menyurutkan niatku " jelas Tria ,
" Hahh,,,,,,dasar moody,,,,,! " gerutu Riani ,
__ADS_1
Bel istirahat baru saja berbunyi , sementara Riani dan Tria tiga puluh menit sebelum bel sudah berada diluar kelas ,