
Alarm menunjukkan pukul 05.00 , Teia bergegas bangun dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi , lalu berganti pakaian olah raga ,
Tria membuka Gorden kamarnya , dikejauhan Tria melihat Riani tengah berjalan menuju rumahnya , Tria bergegas keluar dari kamarnya menunu teras ,
" Ayo Ri,,,," ajak Tria , mereka berlalu menyusuri jalanan kompleks ,
Dikejauhan terlihat Cepi tengah berdiri dijembatan ,
" Hai cewek,,,,godain kita dong,,,,," sapa Cepi menggoda ,
Tria berjongkok dan memungut batu kerikil ,
" Hai juga cowok,,,,," Sapa Tria sambil melemparkan batu kerikil kearah Cepi ,
" Waduh,,,,,galak banget,,,," ujar Cepi , ketiganya tertawa bersama ,
Merekapun berlari - lari kecil menyusuri jalanan kampus ,
Empat puluh menit kemudian mereka sampai ditempat tujuan ,
" Capek Tri,,," tanya Cepi
" Lumayan,,," ujar Tria ,
" nih,,, minum " Cepi menyodorkan sebotol air mineral kepada Tria , Triapun meminumnya ,
Mereka berjalan santai untuk mencapai jembatan ,
Udara segar berhembus menyapu wajah ,
" Hummpphh,,,,,haahhh,,,,," Tria menghirup udara pagi dan menghembuskannya pelan ,
" Jadi ingat suasana di perkebunan Ri,,," ujar Tria ,
" Ho' oohh,,,," Tria menyahuti ,
" Aku suka liat ekspresi kamu waktu diperkebunan Tri,,, " ungkap Cepi ,
" suka disegmen yang mananya Pi,,," tanya Tria menggoda ,
__ADS_1
" Kamu pasti tahu yang aku maksud " Cepi mengedipkan matanya ,
Tria tersenyum menatap Cepi ,
" Iya,,,,mungkin momen itu nggak akan pernah terulang " ungkap Tria datar ,
" kita sudah mengulangnya dengan suasana yang lain " ujar Cepi seraya menggamit tangan Tria ,
" Hmmhh,,,," Tria mengangguk ,
" kita jalan ketaman yukk,,,,,," ajak Cepi ,sambil memasukkan tangan Tria yang digenggamnya kedalam saku jaketnya ,
Tria melangkah disamping Cepi , menatap lurus kedepan ,
Tiga puluh menit mereka sudah sampai ditaman ,
merekapun duduk dibangku taman ,
" Ri,,,,kamu mah kaya bocah baru nemu mainan " ledek Cepi ,
" Masa kecil aku kan kurang bahagia " celoteh Riani
mereka berbincang sambil menyantap makanan yang tadi dibeli diperjalanan menuju taman ,
secara disisi kiri dan kanan jembatan banyak penjual berbagai macam dagangan ,
" Tri,,,,maen perosotan yukk,,," ajak Riani ,
" nggak ah,,,,,aku dah bosen Tiap hari liat perosotan TK " u
" beneran Tri ? dimana ?? " tanya Cepi keheranan ,
Tria dan Riani tertawa ngakak , Cepi nggak nyadar kalo Perosotan TK yang dimaksud Tria adalah hidungnya Cepi ,
" Tri,,,,,kamu ditanya koq malah ngakak sih,,,,!
" kamu mau tahu perosotan TK nya dimana ? " tanya Tria ,
" Tuuhh,,,,," Tria menunjuk , tapi matanya mengarah ke wajah Cepi ,
__ADS_1
" manaa,,,,? " tanya Cepi lagi ,
" Ituu,,,,," dengan mata yang tetap mengarah kewajah Cepi ,
Tria dan Riani kembali tergelak
Cepi baru sadar kalo yang dimaksud Tria adalah hidungnya , Cepi menatap tajam Tria ,
" Maaf,,,,,,! " Tria memelas , menangkupkan kedua telapak tangannya ,
Cepi mengulas aenyum tipis ,
" Ampuunnn,,,,, baginda raja " kelakar Riani , seraya menangkupkan kedua telapak tangannya didepan Cepi ,
Cepi pun tertawa melihat ulah Riani , sedang Tria menahan tawanya menatap lekat wajah Cepi ,
Cepi sadar kalo Tria sedang menatapnya , Cepi mengerjai Tria dengan pura - pura marah , 😊
" Pi,,,,,aku cuma bercanda , kamu nggak marah kan,,,? Tria merajuk ,
Cepi tak bergeming , dia menatap tajam wajah Tria ,
" Maaf,,,,maaf,,,,,maaf,,,,Tria memohon penuh harap , menarik nafas dalam lalu tertunduk , 😔
Cepi tidak bereaksi, namun dalam hatinya dia tertawa dan tidak tega melihat wajah Tria yang murung , 😁
Perlahan Tria menggenggam tangan Cepi ,
" Pi , apapun akan aku lakukan , asalkan kamu jangan marah lagi " bujuk Tria ,
Cepi serasa mendapatkan angin segar , usahanya mengerjai Tria sepertinya berhasil ,
" beneran,,,,,? " Cepi memastikan ,
Tria mengangguk pelan sebagai jawaban ,
" apapunn,,,,,,? " Tanya Cepi ,
"Aku janji , untuk kamu apapun asal kamu nggak marah sam aku " Tria mengalah ,
__ADS_1
" Yesss,,,,,,! " Cepi bersemangat , senyum mengembang terlihat jelas diwajahnya ,