Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Kesedihan Tria


__ADS_3

Tiba dirumah , Tria berganti pakaian , mengerjakan solat lalu makan siang . Dikamarnya Tria tengah berbaring menghilangkan penat , ia menatap nanar langit - langit kamar , sikap dingin Cepi berhasil mempengaruhi suasana hatinya .


" hufffhh,,,," Tria menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan .


" aku teringat karangan bebasku , saat ini aku menghadapi sesuatu yang tak di duga terjadi dan aku harus mengontrol emosi " gumamnya dalam hati.


Setelah dirasa penatnya hilang Tria pun beranjak dari kamarnya untuk mengerjakan rutinitas siangnya.


menjelang senja Tria telah menyelesaikan pekerjaannya, ia mandi dan bersiap mengerjakan solat magrib . ia tidak mengaji , hanya ingin berdiam dikamarnya .


Malam harinya , tidak ada tugas sekolah yang harus Tria kerjakan, ia hanya memeriksa buku pelajaran untuk esok hari dan tidur lebih awal . Tak lama kemudian , sayup terdengar suara yang memanggil namanya , Tria mengenali pemilik suara itu,


" Tri,,, aku titip surat buat kesekolah ya , aku mau izin ada keperluan mendadak , kamu gapapa kan besok berangkat sendiri ?? " tanya Riani ,


" oke , nggak papa, nggak bakalan ada yang nyulik juga kalii,,,," Tria mendelik .


" ya udah aku balik dulu ya,,," pamit Riani meninggalkan rumah Tria .

__ADS_1


Tria mengangguk , ia berdiri sejenak diteras rumah, menatap langit yang cerah bertabur bintang, ia pernah menikmati t keindahan ini bersama Cepi beberapa waktu lalu dengan perasaan bahagia, malam ini ia menikmatinya sendiri dalam balutan duka .


Tria kembali kekamarnya memejamkan matanya berharap esok hari bahagia menyapanya .


pagi ini Tria bangun lebih awal, karena semalam tidur lebih awal pula. Tria masih bermalas - malasan ditempat tidurnya jam baru menunjukkan pukul 04 00 pagi.


Tepat pukul 05.00 Tria beranjak dari kamarnya untuk rutinitas paginya. pagi ini Tria tidak sarapan mood nya sedang kurang baik.


" kamu nggak sarapan dulu Tri ? " tegur ibu


" nggak bu lagi males " meminum teh manisnya dan mengambil roti , seraya berpamitan pada ibunya ,


Tria menyusuri perkampusan , dirasakan kesunyian disepanjang perjalanan nya , biasanya ia ditemani gelak tawa Riani dan Cepi tapi kali ini dia benar - benar sendiri .


Tiba dikelas Tria menjatuhkan dirinya dikursi ditatapnya kursi sebelahnya yang tak berpenghuni . Tak lama kemudian Cepi datang, ditatapnya wajah kekasihnya itu,


" Dia masih sama seperti kemarin , wajah yang datar tatapan yang dingin " batin Tria .

__ADS_1


Bel berbunyi memanggil para siswa untuk segera memasuki ruang kelas.


Jam pelajaran pertama adalah Fisika, pak Yanto memberi tugas catatan, kali ini Riani tidak masuk, Tria enggan menulis di depan, akhirnya Nia lah yang menggantikan tugasnya .


Tria merasakan kesedihan dalam hatinya , dadanya terasa sesak . Mata nya tajam menatap papan tulis, tangannya terus menulis, namun fikirannya fokus pada sosok pria yang tengah duduk tepat dibelakangnya , pria yang dikasihinya .


" Cepi , ada apa denganmu , kemarin sore kita masih baik - baik saja " gumamnya dalam hati .


Tria ingin menatapnya, menyapanya, bertanya padanya, tapi ia tidak memiliki keberanian untuk itu .


" Cepi, mengapa sikapmu begitu dingin padaku, apa salahku ?? " lirih . " jika ada salahku padamu , jika ada sikap dan perkataanku yang menyakitimu , kamu boleh menegurku, kamu boleh memarahiku atau bahkan memakiku " matanya berkaca - kaca ,


" Tapi kumohon , jangan diamkan aku seperti ini , hatiku sakiittt,,,," tangisnya tak terbendung .


Tria bergegas menyeka air matanya, ia tidak ingin teman- teman melihatnya menangis .


Tria beranjak dari duduknya melangkah menuju toilet untuk membasuh mukanya .

__ADS_1


Tria kembali dari toilet, matanya terlihat sembab , ia sempat beradu pandang dengan Cepi, tatapannya sendu.


__ADS_2