
Dalam perjalanan pulang,
" Tria,,,apa nanti malam kamu nggak akan kemana - mana, nggak ada acara keluar ? " cecar Cepi
" emmhh,,,,ggak ada, nggak kemana - mana juga,
kenapa emang ? " Tria balik bertanya
" gapapa, cuma nanya aja " ujar Cepi datar
Tria mengalihkan pandangan menatap lurus kedepan.
" nanti malem aku boleh maen kerumah ?" tanya Cepi lagi,
" mau ngapain ?" Tria pura - pura nggak ngerti,
" mau ngapel lahhh,,,,masa mau ngeronda, sekarang kan malam minggu " goda Cepi seraya mengedipkan matanya,
" emang kalo ini malem minggu kenapa ? " Tria tersipu, dalam hati Cepi berharap tidak ada penolakan dari gadis yang baru satu minggu dipacarinya,
" tunggu aku ya,,, " ujar Cepi dengan percaya diri,lalu berbalik dan melangkah meninggalkan Tria.
Tria hanya menganģguk, sekilas ditatapnya punggung kekasihnya itu, lalu kembali menatap lurus ke depan.
Sesampainya di rumah Tria bergegas mengganti pakaiannya dan mengerjakan rutinitas siangnya.
sesekali ia menatap jam dinding, rasanya tak sabar menunggu malam tiba.
Akhirnya menjelang sore selesai sudah rutinitas Tria.
Malam pun datang, Tria tengah bersiap - siap, ini adalah malam minggu pertamanya dengan Cepi.
__ADS_1
waktu menunjukkan pukul 19.00 malam, Tria beranjak keluar dan duduk dibangku teras rumah, matanya menatap langit malam yang cerah bertabur bintang.Tria tidak menyadari jika Cepi sudah berdiri di depan pintu pagar rumahnya,
" eheemmm,,,," Cepi berdehem untuk memberi tahu si pemilik rumah jika dia sudah datang, Tria menatap kearah suara berasal, ia tersenyum dan bergegas bangkit dari duduknya berjalan menghampiri pintu pagar.
"Hai,,,," sapa Cepi manis
"Hai,,,," balas Tria seraya membukakan pintu pagar.
" Udah lama nunggunya,,,? "
" belum sihhh,,,"
mereka duduk di bangku teras rumah, sesekali mereka saling tatap dan melempar senyum.
" Aku nggak ganggu waktu kamu kan ? Cepi memulai obrolan
" nggak lahh, kalo ganggu nggak mungkin lah aku nunggu kamu diteras "
" seneng ngga aku dateng ? "
" Tria, biasanya kalo malem minggu kamu suka jalan kemana ?"
" paling aku jalan bareng Tria ke pusat kota ngobrol ma anak - anak sanggar pramuka "
" cowok apa cewek ? "
" cowok cewek lah, tapi emang banyakan cowoknya sih "
" ganteng - ganteng nggak cowoknya ? "
" ganteng siihh,,,,,tapi masih gantengan cowok yang lagi ngapelin aku sekarang lah " goda Tria
__ADS_1
" hhemmm,,,, jadi kalo aku nggak ngapel nggak ganteng dong ?
" nahhh,,,itu tahu,,,! ledek Tria
mereka tertawa bersama,
" dasarrr,,,!" ujar Cepi sambil mencolek hidung Tria.
mereka masih asik mengobrol, sepertinya mereka masih enggan beranjak, namun waktu sudah mulai tidak bersahabat.
" udah malem, aku pulang yah " Cepi mengakhiri obrolannya.
" nggak nunggu ?? " ujar Tria serius
" nunggu di usir !!, aku kan pacar yang tau diri " celoteh Cepi
mereka kembali tertawa lalu bangkit dari tempat duduknya, berjalan menuju pintu pagar. Mereka berdiri sesaat saling berhadapan,
" Aku pulang " ujar Cepi sambil menyibakkan rambut dikening Tria.
" hemm,,," sahut Tria pelan, seolah tak rela melepas kekasihnya
" kiss,,,," Cepi mengecup kening Tria lembut, senyum manis tersungging dibibirnya,
Tria tersipu malu menahan debaran didadanya
" daahhh,,,assalamualaikum,,," Cepi mengucap salam berlalu meninggalkan Tria,
" daahhh,,,,waalaikumsalam " jawab Tria melepas kepergian Cepi
beberapa langkah kemudian 1Cepi menolehkan wajahnya kebelakang, menatap Tria dengan senyuman,
__ADS_1
Tria hanya berdiri mematung menatap punggung Cepi menghilang ditelan gelap malam.
Tria kembali masuk kedalam rumah langsung menuju kamarnya, ia merebahkan badannya di tempat tidur, matanya menatap langit - langit kamar, hatinya berbunga - bunga dan terbawa ke alam mimpi.