
Selama perjalanan Tria tak henti mengarahkan pandangannya keluar jendela ,sesekali dilihatnya nenek dan juga sepupunya , keduanya nampak tengah memejamkan matanya ,
" Coba aja kalo hari ini aku melakukan perjalanan bersama Cepi , pasti akan sangat menyenangkan dan tidak membosankan " gumam Tria berandai - andai ,
perjalanan hingga mencapai stasiun C membutuhkan waktu kurang lebih dua jam , setengah perjalanan sudah mereka lalui , tinggal setengah perjalanan lagi ,
Sejujurnya perjalanan kali ini sangat membosankan bagi Tria , tidak ada perbincangan , tidak ada obrolan seru yang mengundang tawa , nenek dan sepupunya asik menikmati perjalanan dengan caranya sendiri yaitu t,,i,,d,,u,,r ,
Tepat pukul sebelas siang kereta tiba disetasiun T, " Selamat datang kepada para penumpang yang baru saja tiba , terima kasih karena anda sudah melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi kami , sampai jumpa diperjalanan berikutnya dan selamat jalan "
sayup - sayup terdengar suara dari pengeras yang menyambut kedatangan para penumpang yang baru turun dari pintu gerbong kereta ,
Semilir angin yang berhembus diseputaran peron terasa sejuk menyapu wajah ,
" Hummffhh,,,,, Tria menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan ,
Tria menggandeng lengan neneknya , sedang Sepupunya berjalan lebih dulu menenteng tas milik nenek dan menggendong tas ransel miliknya ,
__ADS_1
Dari stasiun mereka berjalan kaki , karena letak rumah nenek tidak jauh dari stasiun , lima belas menit kemudian kami telah sampai dirumah nenek ,
" Assalamualaikum,,,,,! " Sepupu Tria mengetuk pintu ,
terdengar sahutan dari dalam ,
" Waalaikumsalam,,,,! " terdengar sahutan dari dalam rumah ,
Tampaklah wanita paruh baya , keluar dari balik pintu , beliau adalah uwak Tria yang lain , yaitu kakak pertama dari ibunya ,
" Kalian sudah sampai , jam berapa dari sana " tanya uwak ,
Tria dan sepupunya menyebut wanita paruh baya itu dengan panggilan yang berbeda namun dalam artian yang sama ,
Ibu Dony adalah kakak dari ibunya Tria , dan wanita paruh baya itu adalah kakak dari ibunya Dony ,
Tria membawa neneknya kedalam kamar nenek , dan menaruh barang bawaannya dikamar nenek ,
__ADS_1
Tria keluar dari kamar neneknya melangkah keteras rumah karena merasa kegerahan , ia duduk ditembokan sambil menatap tananaman yang tumbuh subur dihalaman ,
Rumah neneknya ini adalah rumah panggung yang sederhana yang halamannya dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman , hingga nampak asri ,
" Uwaknya memiliki hobi yang sama dengan dirinya , yaitu bercocok tanam , apapun tanaman yang mereka tanam pasti tumbuh dengan subur ,
Hanya bedanya Tria lebih banyak menanam tanaman yang berbunga , sedangkan uwaknya lebih banyak menanam tanaman hijau ,
Tria masuk kedalam rumah dilihatnya Dony dan neneknya tengah berada diruang TV , ia menonton TV sambil rebahan dikursi panjang , sementara neneknya tengah duduk dikursi sebelahnya , sedangkan uwaknya tengah didapur menyiapkan makan siang ,
Adzan zuhur menggema , Tria bergegas mengambil air wudhu , terasa sensasi yang menyegarkan saat Tria membasuh wajah dan kedua tangannya , membuatnya mwrasa betah berlama - lama dikamar mandi ,
Saat membuka pintu kamar mandi , dilihatnya Dony sudah berdiri dihadapannya , menghadang jalannya , Doni mulai melancarkan keisengannya ,
" Minggir mas aku mau lewat,,,,! ujar Tria ,
" Lewatlah ,,,,tuh jalan masih luas " sahut Dony sambil menoleh kearah samping tempatnya berdiri ,
__ADS_1
" Mass,,,,,,! , jalannya memang luas , tapi pintu nya nggak muat kalo kamu masih berdiri disitu , geser dulu napa,,,! " jelas Tria ,
Dony menggeser posisi berdirinya memberikan jalan kepada Tria , tapi Tria tahu kalao sepupunya ini sedang merencanakan sesuatu ,