
Cepi tetap tak bergeming ,
Tria menoleh kesamping kiri , nampak Eza yang tengah duduk sendiri , Tria merapatkan posisinya duduknya hingga bahu keduanya bersentuhan , Tria kembali menatap lekat wajah Cepi , berharap menemukan senyum disana , Keduanya pun beradu tatap ,
" Kiiss,,,,! " Tria mencium singkat bibir Cepi , Cepi hendak membalas mencium bibir Tria , namun Tria bergegas membekap bibir Cepi dengan tangannya ,
" Ini disekolah Pi,,,,,nggak enak kalo dilihat orang " ujar Tria , Tria tahu saat ini Cepi tengah dibakar rasa cemburu ,
Bel tanda masuk pun berdering ,
"Jangan marah lagi ya,,,," Tria mengusap pipi Cepi , seraya beranjak dari samping Cepi , dan kembali kemejanya ,
Tria kembali menoleh kebelakang menatap Cepi , nampak senyum mengembang diwajahnya ,
" Hahh,,,,,syukurlah,,,,,! batin Tria .
Jam pembelajaran berikutnya , guru bidang study berhalangan hadir , dan tidak ada tugas , kebetulan bukan mata pelajaran yang diebtakan ,
__ADS_1
" Tri,,,,,boleh aku tanya sesuatu,,,,,? " ujar Cepi ,
" kamu mau tanya apa Pi,,,,! " sahut Tria ,
" Kenapa sikap kamu ke Dyan sama ke Ito beda , padahal keduanya sama - sama pernah nyakitin kamu ? tanya Cepi menelisik ,
" Ternyata kamu belum move on Pi , masih seputar mantan yang kamu bahas ? " tanya Tria lagi ,
" Bukan gitu Tri,,,,aku cuma aneh aja , tiba - tiba terbersit tanya itu difikiran aku " ujar Cepi ,
" Nggak sama sekali Tri,,,,,! , aku cuma penasaran aja ,,,," ujar Cepi ,
" Baiklah,,,,! " Tria pun mulai bercerita ,
" Sebelum aku menjalin hubungan dengan Dyan , aku sudah tahu betul bagaimana karakter Dyan , yang suka gonta- ganti pasangan , awalnya aku juga nggak mau punya pacar seperti Dyan , cowok playboy yang nggak punya komitmen , yang memacari perempuan hanya sebagai pelampiasan , tapi keadaan berkata lain , kebersamaan aku dengan Dyan semakin mendekatkan aku padanya , bahkan berhasil menghapus semua penilaian burukku tentang Dyan ,
Jika aku menjalin hubungan dengan Dyan , aku sadar betul resiko yang akan aku terima , aku tahu betul konsekwensinya , dan,,,,, ketika aku menjalin hubungan dengan Dyan , aku terlena dan berharap lebih dari hubungan kami , dan aku baru sadar kembali setelah Dyan memutuskan aku secara sepihak , aku tahu itu akan terjadi ,
__ADS_1
Aku sempat hilang arah , aku kecewa dengan diriku sendiri , aku melanggar prinsipku sendiri demi mengikuti kata hatiku , dari sana aku sering menghabiskan waktuku dengan merokok , dan sesekali meminum obat penenang ,
" Separah itu Tri,,,,? " tanya Cepi ,
" Heemmhh,,,,,! " gumam Tria ,
" Hingga aku diperkenalkan dengan Ito , Ketika aku mulai dekat dengan Ito , aku menghentikan kebiasaan merokokku , berharap Ito tidak seperti Dyan , karena aku perhatikan Ito anaknya baik dan cerdas , Tapi dugaanku salah , Ito tidak lebih baik dari Dyan , dia memutuskan aku dengan sepihak dengan alasan yang menurut aku bukan dari seorang yang memilki IQ cerdas ,
Hubungan yang terjadi antara aku dan Dyan , adalah kesalahan aku sepenuhnya , karena aku yang mengutarakan isi hatiku lebih dulu dengan mengesampingkan segala resikonya ,
Sedangkan hubunganku dengan Ito , murni kesalahan Ito karena Dia yang memintaku untuk memulai hubungan dan disaat aku benar - benar berharap penuh padanya dia mengakhiri hubungan , kamu tentu sudah bisa menarik kesimpulannya kenapa sikap aku pada mereka berbeda " Tria menjelaskan panjang lebar ,
" Sudah puas dengan jawabannya ? " tanya Tria ,
" Heemmhh,,,,,! " Cepi mengangguk tanda mengerti ,
" Sebenarnya aku bukan Tipe pendendam Pi , perlakuanku terhadap Ito cukup beralasan , kamu memintaku untuk berbaikan dengan Ito , aku bersedia demi kamu tapi pertemananku dengan Ito tidak akan seperti dulu , ibarat kertas yang sudah diremas , dia tidak akan kembali mulus seperti semula ,
__ADS_1