
Tria bangun pagi dengan bersemangat , aetelah mendapatkanan izin dari sang Ayah , setengah berlari ia menuju meja makan ,
Tria duduk dimeja makan dengan wajah yang sumringah ,
" Kelihatannya kamu happy banget Tri,,,! " tegur sang kakak ,
" Iya kak,,,,,! Ayah memberiku ijin untuk pergi berkemping " ujar Tria ,
" Awas,,,,,! , kempingnya jangan dijadiin ajang buat pacaran , celetuk sang kakak ,
" Apaan sih kak,,,,,! " jangan suka suuzon deh sama orang , lagian aku nggak pernah berbuat yang macam- macam disekolah , Ayah sama Ibu juga nggak pernah dapet teguran dari sekolah tentang perilaku aku,,,,,! " jelas Tria ,
" Sudah,,,,,sudah,,,,,! , kalian ini pagi - pagi sudah ribut , dimeja makan lagi,,,,,! " tegur Ibu ,sang kakak hanya nyengir kuda , Tria menyudahi sarapan paginya ,
Tria berangkat bu,,,,! " pamit Tria ,
" Habiskan dulu sarapannya " titah ibu ,
" Tria kenyang bu,,,,,assalamualaikum,,,,! " Tria mengucap salam seraya berlalu dari ruang makan tanpa menghiraukan sang kakak ,
Tria memang kurang menyukai sifat kakaknya yang selalu merasa paling benar dan selalu ingin menang sendiri , itu sebabnya Tria jarang berbicara dengan kakaknya walah mereka tinggal bersama , Teia lebih memilih berdiam diri dikamarnya ,
" Kenapa Tri , pagi - pagi mukanya udah kusut begitu ? " tanya Riani ,
" Kakak aku Ri , pagi - pagi udah bikin emosi , mulutnya itu harus dikasih pelajaran biar nggak asal nyablak , untung Ayah nggak denger , coba kalo denger , bisa dicabut ijinku buat ikut kemping " gerutu Tria ,
" Sabar Tri,,,,,ini ujian,,,,," sahut Riani ,
" Kadang aku nggak ngerti dengan pola fikir Ibu Ri , kita tuh sama - sama anak perempuannya , tapi Ibu lebih sering belain dia walaupun Ibu tahu dia itu salah,,,,,! "
__ADS_1
" Sabar Tri,,,,Tuhan itu nggak tidur , suatu saat nanti Tuhan akan menunjukkan siapa yang terbaik " hibur Riani ,
" Entahlah Ri,,,,,! " Tria mengbela nafas dalam , memberi ruang pada dadanya yang dirasa sesak ,
beri aku kesabaran ya Rabb " doa Tria dalam hati ,
Tiba disekolah , Tria langsung masuk kedalam kelas , ia duduk dengan menelungkupkan wajahnya diatas meja menyembunyikan kekesalannya ,
" Tri,,,,Tria,,,,,! " panggil Cepi ,
" Heemmhh,,,,," Tria mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Cepi dengan mata yang sembab ,
" Kamu kenapa Tri,,,,! " tanya Cepi hati - hati , seraya mengusap kepala Tria ,
" Gapapa aku cuma lagi kesel aja " sahut Tria , seraya menyeka air matanya ,
" Sayang,,,,,udah jangan nangis keliatan jeleknya tuh,,,,! "hibur Cepi seraya mencium kepala Tria ,
Pelajaran pertama dimulai , murid - murid masih mengerjakan soal - soal latihan yang diebtakan ,
tiga jam berlalu para murid masih berkutat dengan soal - soal hingga bel istirahat berdering ,
" Tri,,,,,gimana kamu sudah mengantongi ijjn dari Ayah kamu ? " tanya Dyan ,
" Sudah,,,,,! " sahut Tria ,
" Siip,,,,! " sahut Dyan seraya mengacungkan jempolnya ,
Tria bangkit dari kursinya , melangkah menuju halaman sekolah , ia duduk dirumput dibawah naungan pohon rindang tempat paforitnya semenjak duduk dibangku kelas 12 ,
__ADS_1
" Heemmhh,,,,," Tria menikmati hembusan angin yang menyapu wajahnya ,
" Tri,,,,,dipanggil Dyan ke ruang perpus tuh,,,,! "
" Males ah,,,,lagi PW,,,,,! " sahut Tria ,
Lima menit,,,,,sepuluh menit,,,,,
" Tria,,,,,! " pekik Dyan seraya berkacak pinggang ,
" Apa sih Yan,,,,ganggu orang lagi asik aja,,,,,! " seru Tria ,
" Kamu yang kesini , apa aku yang kesitu ? tanya Dyan ,
" Sini,,,,,yang butuh siapa,,,,? " seru Tria ,
" Dyan pun berjalan menghampiri Tria ,
" Kamu nantangin aku ya,,,,mau aku cium lagi,,,,? tanya Dyan ,
" Nggak,,,,! " Tria bergegas bangkit dari duduknya dan melangkah mendahului Dyan menuju perpus ,
Tiba diruang perpus , nampak pak Usye dan teman - teman lainnya sudah berkumpul ,
" Dari mana Tri,,,,ditungguin dari tadi " ujar pak Usye ,
" Maaf pak saya kira Dyan yang manggil " ujar Tria seraya menunjuk kearah Dyan ,
" Kita nungguin dia malah enak - enakan ngadem dibawah pohon " gerutu Dyan ,
__ADS_1
Semua yang ada diruang perpus tertawa ,