Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Sahabat selamanya


__ADS_3

" Iya,,,,,dan aku tahu betul apa yang bisa menenangkan hati kamu Tri , Cepi,,,,,! , hanya dia yang bisa " ujar Riani ,


" Tapi aku sudah kehilangan hak atas Cepi semenjak kepulangan kita dari kemping , Cepi nggak kasih aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan , perlakuan Cepi selama dua bulan terakhir ini sangat menyiksa aku , aku kecewa , aku kesal dengan sikap Cepi ke aku , tapi aku nggak bisa benci sama dia " jelas Tria ,


" Sabar Tri,,,,,mudah - mudahan suatu hari nanti kamu bisa menemukan kebahagiaan yang kamu harapkan walaupun bikan dengan Cepi " hibur Riani ,


" Heemmhh,,,,,semoga Ri,,,,,walau sampai detik ini aku masih mengharapkan Cepi , Tria menghela nafas panjang ,


" Makasih ya Ri,,,,,! " ucap Tria ,


" Makasih untuk apa Tri,,,,! " tanya Riani heran ,


" Untuk waktu dan kebersamaan yang sudah kita lewati selama bertahun - tahun lamanya , terimakasih karena kamu sudah mau menjadi sahabatku , teman bermainku , teman curhatku , kamu adalah sahabat terbaikku , selamanya,,,,," ungkap Tria ,


" Sama - sama Tri,,,,aku bersyukur memiliki sahabat seperti dirimu , aku senang bisa berkawan dengan kamu , kamu tahu Tri,,,,,mencari teman yang sehati dengan diri kita itu sulit , dan aku bersyukur karena Tuhan sudah mempertemukan aku dengan teman sebaik kamu " jelas Tria ,

__ADS_1


" Semoga persahabatan kita bisa tetap terjaga sampai kita sepuh ya Ri,,,," ujar Tria ,


" Aamiin,,,,,,semoga,,,,," Riani mengaminkan harapan Tria ,


Keduanya berjalan saling bergandeng tangan , senyum mengembang diwajah keduanya ,


" Terima kasih Tuhan , Engkau telah menghadirkan seorang Riani dikehidupanku " Tria mengucap syukur ,


kepribadian Riani yang supel , periang dan humoris mampu mengimbangi kepribadian Tria yang pendiam dan kalem , sehingga mereka bisa saling melengkapi satu sama lain ,


Secara Tria yang tak pandai mencari teman , bisa memiliki banyak teman selain disekolah , itu berkat Dyan dan juga Riani yang memperkenalkannya , tapi walau begitu Tria tipe teman yang setia dan bisa dipercaya ,


Tria merebahkan tubuhnya seraya mendengarkan musik , serasa dinina bobokan perlahan Tria pun terlelap ,


waktu menunjukkan pukul 16.00 saat Tria bangun dari tidurnya , Tria mengerjakan rutinitasnya setelah sebelumnya mengerjakan shalat lebih dulu ,

__ADS_1


Tria baru saja keluar dari kamar mandi saat mendengar pintu dibuka dan suara ibunya mengucap salam , Tria pun menjawab salamnya dari dalam kamar ,


Malam harinya dimeja makan ,


" Bagaimana Tri,,,,,ujiannya berjalan dengan lancar ? " tanya Ibu ,


" Alhamdulillah bu , Tria bisa mengerjakannya " sahut Tria seraya menyantap kudapan yang tersaji dimeja makan


" Apa rencana kamu setelah selesai sekolah Tri,,,,? "


" Sepertinya Tria mau ambil kursus komputer bu , setidaknya Tria memiliki sedikit keahlian untuk mencari kerja " jelas Tria ,


" Ya sudah,,,,terserah kamu saja " sahut ibu seraya berlalu meninggalkan Tria ,


" Bukannya Tria tidak ingin melanjutkan keperguruan tinggi bu,,,,, tapi Tria tidak mau lagi membebani Ayah dan Ibu , Tria ingin belajar hidup mandiri , mencukupi kebutuhan Tria dengan hasil keringat sendiri ,

__ADS_1


Bisa menyelesaikan sekolah hingga tingkat SMU saja Tria sudah merasa bersyukur , karena diluar sana masih banyak anak - anak yang tak seberuntung dirinya , yang harus putus sekolah atau bahkan tidak mengenyam bangku pendidikan sama sekali , karena keterbatasan ekonomi dan bila ada rizqinya , Tria akan berusaha melanjutkan sekolah dengan hasil kerja keras sendiri " batin Tria ,


Tria duduk diatas tempat tidurnya , tak ada lagi yang dikerjakannya , ditatapnya buku - buku yang bertumpuk diatas mejanya , besok atau lusa , buku - buku itu sudah tak ada lagi disana karena perjalanan putih abu - abunya sudah berakhir ,


__ADS_2