
Tiba dirumah , Tria bergegas menuju meja makan menaruh bungkusan yang dititipkan oleh nenek untuk ibu ,
Tria berbalik meninggalkan meja makan berjalan menuju kamarnya , menaruh ranselnya dan masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian ,
Seusai berpakaian , Tria berjalan menuju jendela kamarnya , dibukanya daun jendela yang selama beberapa hari tak dibukanya , udara segar merebak kedalam ruang kamar Tria ,
Tria kembali memulai Rutinitas rumahannya , dilihatnya rumahnya agak berantakan ,
" Heemmhh,,,,,baru dua hari aku tinggal berantakan , apalagi kalo satu minggu " gumam Tria , ia pun mulai membersihkan rumahnya ,
Sore merambah senja , Tria menyudahi rutinitasnya dengan membersihkan tubuhnya ,
" Assalamualaikum,,,,! " ibu baru saja pulang kerja ,
" waalaikumsalam,,,,! balas Tria , yang baru saja keluar dari kamar mandi ,
" lohh,,,,Kamu sudah pulang Tri,,,,! , bukannya kamu mau tinggal disana selama satu pekan ? tanya Ibu heran ,
" iya , rencananya sih gitu bu , tapi Tria kan punya tugas yang harus diselesaikan " jelas Tria ,
" kamu pulang sama nenekmu juga ? " tanya ibu lagi ,
" Nggak bu , Tria pulang bareng mas Dony " sahut Tria ,
" koq bisa ? , emang Dony ikut dengan kalian juga ? tanya ibu penasaran ,
__ADS_1
" Iya bu,,,,mas Dony kemaren ikut kesana , tadi nenek bilang kalo beliau mau tinggal disana dulu barang sepekan , jadi Tria pulang duluan sama mas Dony " ungkap Tria ,
" Oh,,,ya sudah,,,," sahut Ibu ,
" Oh iya bu , itu ada titipan dari nenek , Tria taruh diatas meja " ujar Tria ,
" iya ,,,,! " jawab ibu singkat ,
Malam hari , selesai mengerjakan shalat ,Tria duduk dimeja belajarnya , kembali menyiapkan tugas mengetiknya yang tertunda , besok ia akan mulai mengerjakan kembali tugasnya ,
Tria beranjak menuju tempat tidurnya , ia duduk dipinggiran ranjangnya sambil membaca novel , ia tersenyum , teringat kejadian siang tadi di kereta , saat sepupunya melakukan keisengannya karena rasa ingin tahunya ,
" Semoga kamu segera menemukan tambatan hati seperti yang kamu harapkan mas " doa Tria untuk sepupunya Dony ,
" Triaa,,,,,! " terdengar suara Riani memanggilnya ,
" Syukurlah kamu udah pulang Tri,,,! " ujar Riani ,
" kenapa ? kangen ya,,,! goda Tria ,
" Mana ada aku kangen sama kamu " celetuk Riani ,
" Terus ngapain kamu kesini kalo bukan kangen sama aku ? " tanya Tria ,
" Nggak ada kamu aku kesepian Tri,,,,! " ujar Riani ,
__ADS_1
" lebayy,,,,,! " ledek Tria , Riani terkekeh ,
" Gimana perjalanan kamu ke kota C , menyenangkan ? sudah terobati rasa bosannya ? " tanya Riani ,
" Menyenangkan dari mananya , yang ada bete,,,,! " gerutu Tria ,
" Koq bisa,,,,? " tanya Riani keheranan ,
" Kamu bayangin semenjak keberangkatan dari stasiun CI hingga tiba di stasiun C , aku jadi bulan - bulanan para wanita " jelas Tria ,
" Maksudnya bulan - bulanan para cewek gimana , aku nggak faham,,,,! " cecar Riani ,
" Jadi gini,,,,kemaren tuh aku berangkat ke kota C nggak cuma sama nenek aja tapi juga dengan sepupu aku , sepupu aku yang pernah kamu lihat ketika latihan paskibra dulu , kamu masih ingat kan,,,,? "
" Cowok bermata biru yang cool itu , yang jadi perhatian semua anak - anak cewek,,,,? " tanya Riani ,
" Ho'ooh,,,,,! , nah,,,,selama aku jalan bareng sama sepupuku , itu mata cewek - cewek ngeliatin aku dengan tatapan sinis , iri kali yah,,,,, , udah gitu mereka pada pecicilan nggak jelas buat menarik perhatian sepupuku , tapi sayangnya usaha mereka zonk , karena sepupuku nggak melirik mereka secuilpun , sepupuku malah asik godain aku yang membuat mereka jelès " ungkap Tria panjang lebar ,
" iya jelas aja mereka jelès , karena nggak seberuntung kamu , bisa jalan bareng cowok ganteng " ujar Riani ,
" Aku juga jalan bareng sama sepupuku ada kebanggaan tersendiri , karena selain ganteng dia juga sopan , baik cuma agak jaim dikit " ungkap Tria ,
Mereka melanjutkan obrolan mereka hingga tak berasa malam telah semakin larut ,
" Ya udah Tri,,,,aku balik dulu ya , besok kita lanjut " pamit Riani ,
__ADS_1
" Okeh,,,,,! " Sahut Tria , Riani pun berlalu meninggalkan rumah Tria ,
Tria langsung masuk kedalam kamarnya , merebahkan tubuhnya melepas penat , membiarkan dirinya dibuai mimpi malam ,