
Setelah kakaknya keluar dari kamarnya , Tria duduk termangu , ia menarik nafas dalam - dalam ,
" Ya Tuhan,,,,,,! , mimpi apa ini,,,,,semoga ini bukan pertanda , semoga ini hanya bunga tidur saja " batin Tria ,
Dilihatnya jam beker , waktu menunjukkan pukul 2 pagi , Tria kembali membaringkan tubuhnya , selama satu jam matanya tak mampu terpejam , mimpinya terus membayang dipelupuk matanya ,
Tria bangkit dari tempat tidurnya , berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat malam ,
Tria baru saja menyelesaikan rakaat terakhirnya dan bermunajat kepada sang khaliq ,
" Yaa Rabb , hamba memohon kepada-Mu , jauhkanlah hamba dari segala keburukan yang akan menimpa hamba , dan apapun yang Engkau tetapkan atas diri hamba , adalah yang terbaik bagi urusan dunia dan akhirat hamba , aamiin yaa rabbalalamiin " doa Tria dipenghujung shalatnya ,
Masih ada satu jam hingga masuk waktu subuh , Tria melewatinya dengan melafazkan ayat - ayat alqur'an yang dapat menenangkan dan menentramkan jiwanya ,
Sayup terdengar adzan berkumandang , Tria mengakhiri aktifitas mengajinya lalu bangkit dari duduknya dan melaksanakan shalat subuh ,
Selesai shalat , Tria mengerjakan rutinitas paginya ,
lanjut mandi dan bersiap - siap , setelah berpakaian rapi , Tria keluar dari kamarnya melangkah menuju meja makan , disana sudah ada ibu dan kakaknya yang samar terdengar tengah membicarakan dirinya ,
" Semalam kamu kenapa Tri , kakakmu bilang kamu sampai nangis sesenggukan " ujar Ibu ,
" Nggak tahu bu , Tria juga bingung mimpi apa sampe bikin Tria nangis " ujar Tria berbohong ,
__ADS_1
Tria memang anak yang tertutup , dia tidak pernah mengadu atau mengeluh dengan segala permasalahannya , terlebih lagi yang sifatnya pribadi , sekalipun itu pada ibunya ,
" Mimpi diputusin pacarnya kali bu,,,! " timpal kakaknya , Ibu tersenyum mendengar ocehan putri sulungnya itu ,
" Apaan sih,,,,! " nggak usah ngarang deh,,,,! " gerutu Tria ,
" Ada apa ini , pagi - pagi sudah rame kayak dipasar,,,,! " tegur Ayah ,
" Sudah,,,,sudah,,,,ayo sarapan , nantii kalian terlambat,,,,! " ibu mengingatkan keduanya ,
" Tahu nih kakak , sotoy,,,,,! " ujar Tria bangkit dari kursinya berjalan menuju kedapur sambil membawa piring kotornya ,
Ayah tersenyum menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putrinya ,
" Kamu nggak salam sama kakak Tri,,,,! " tegur sang kakak ,
" Maaf,,,,nggak,,,,,! " jawab Tria datar ,
" Dasar,,,,,! " ujar sang kakak ,
" Dah,,,,,,! " ujar Tria seraya melambaikan tangan kearah sang kakak ,
Ayah , ibu , Tria pergi assalamualaikum,,,,,! , pamit Tria , yang dijawab oleh Ayah ,Ibu dan kakaknya bersamaan , Tria pun berlalu meninggalkan ketiganya ,
__ADS_1
Sesampainya diteras , Tria duduk termenung , ia kembali teringat akan mimpinya semalam , hingga suara Riani membuyarkan lamunannya ,
" Woi,,,,,! , pagi - pagi sudah bengong , kesambet jin tahu rasa ,,,,,! , " celoteh Riani ,
" Heemmhh,,,,," Tria tersenyum ,
Mereka pun berangkat kesekolah , selama diperjalanan Tria mengunci mulutnya , tak satu katapun keluar dari mulutnya ,
Riani sadar jika ada yang tak biasa dari sahabatnya ini , ia ingin bertanya namun khawatir jika perkataannya menyinggung perasaannya , disatu sisi dia merasa khawatir pada sahabatnya ini , namun disatu sisi ia tak mau lebih jauh mencampuri permasalahannya terlebih lagi yang menyangkut privacy nya , Riani menghela nafas panjang ,
Tria menyadari jika sahabatnya ini tengah bertanya - tanya akan aksi diamnya ,
" Aku gapapa Ri,,,,,everything it's oke,,,! " ujar Tria berbohong ,
" Really,,,,,? " tanya Riani ,
" Of course,,,,," Tria meyakinkan sahabatnya ,
" Thanks god,,,,," ucap Riani ,
" Riani sedikit lega , walau sebenarnya dia tidak begitu yakin akan perkataan sahabatnya ini , nampak dari tatap matanya yang menyimpan kesedihan dan senyum yang dipaksakan ,
" Apa pun permasalahanmu semoga kamu dapat mengatasinya Tri,,,," batin Riani ,
__ADS_1