
Pi,,,,,kasih sayang dan kehangatan yang kamu berikan membuat aku mulai merasa nyaman berada didekat kamu , aku nggak sanggup jauh - jauh dari kamu , apal agi jika harus kehilangan kamu Pi,,,,,! " batin Tria ,
" Tri,,,,,! " panggil Cepi pelan ,
" Heemmhh,,,,," jawab Tria samar ,
" kamu tidur ,,,,,? " tanya Cepi ,
" Enggak,,,,,! , peluk aku Pi,,,,ijinkan aku seperti ini sebentar aja " rajuk Tria ,
" Cepi merubah posisi tidurnya , kini mereka saling berhadapan , Tria membiarkan Cepi mendekap erat tubuhnya , ia semakin membenamkan wajahnya didada Cepi ,
Dalam dekapannya Cepi merasakan , sikap Tria seperti anak kecil yang haus akan pelukan hangat dari orang tuanya ,
Cepi menciumi kepala Tria penuh kasih , membuat Tria semakin mempererat pelukannya , merasakan hangat yang merambah tubuhnya ,
Setelah merasa puas memeluk Cepi , Tria pun perlahan merenggangkan tubuhnya , dengan cepat Cepi kembali mendekap tubuh Tria ,
" Pi,,,,,lepasin,,,,,gerah tahu,,,,,! " gerutu Tria ,
" Heemmhh,,,,," gumam Cepi seraya menggelengkan kepalanya ,
" Kamu harus tanggung jawab Tri,,,," ujar Cepi ,
__ADS_1
" Tanggung jawab apaan , emang aku ngapain kamu ? , orang Cuma dipeluk doang ,,,,,! " gerutu Tria ,
" Kamu udah bikin aku nyaman , sampe aku susah ngelepasnya , ujar Cepi ,
" Modus,,,,! " sahut Tria mencubit hidung Cepi , keduanya tertawa , beberapa menit kemudian suasana kembali hening , keduanya terdiam saling mengulas senyum , keduanya beradu tatap ,
" Kiiss,,,,,,! " Cepi memagut lembut bibir Tria , untuk pertama kalinya Tria membalas aksi Cepi , keduanya tenggelam dalam buai asmara , mengungkapkan perasaan cinta keduanya yang semakin dalam ,
" Aku sayang kamu Pi,,,,,! " ucap Tria , memeluk erat Cepi , Cepi membalas pelukan Tria , mencium lembut kepala Tria ,
" Tri,,,,,setelah sekian lama , ini yang pertama kalinya kamu,,,,, " ujar Cepi ,
" Kenapa ?? itu buat kamu , dari lubuk hati aku yang terdalam , aku menyerahkan hati aku seutuhnya buat kamu " ujar Tria ,
" Berarti selama ini ,,,,,? " tanya Cepi bingung ,
Sesuatu yang berbeda dari diri kamu , yang nggak pernah aku rasakan dari pacar - pacar aku sebelumnya ,
" Setiap kamu peluk aku , aku merasa mendapatkan kenyamanan dan kehangatan yang selama ini aku rindukan , yang tidak pernah aku dapat dari Ayah , dan aku mendapatkannya dari kamu Pi , pelukan kamu yang hangat , penuh kasih , mampu menggantikan sosok Ayah ,
" Pribadi Ayah aku yang otoriter dan keras , Ayah nggak pernah menunjukkan kasih sayangnya lewat sikap , aku nggak pernah merasakan pelukan hangat dari Ayah yang katanya bisa menguatkan anak - anak gadisnya dikala menghadapi berbagai permasalahan " ungkap Tria ,
" Syukurlah Tri , kalo keberadaan aku memberi makna dan berarti buat kamu " ujar Cepi ,
__ADS_1
" Aku bersyukur memiliki kamu Pi , aku bersyukur kamu menjadi bagian dari hidup aku , kamu sangat berarti buat aku " ungkap Tria ,
" Keluar yuk,,,,,! " ajak Tria ,
" Nggak , aku belum puas peluk kamu " ujar Cepi ,
" Sayang,,,,,,nanti kan bisa dilanjutin lagi peluknya " ujar Tria ,
" Beneran ? " tanya Cepi ,
" Iya,,,,,peluk tuh bantal guling,,,,,! " sahut Tria sambil keluar dari kamar Cepi , yang kemudian disusul oleh Cepi ,
" Greepp,,,,,! " Cepi memeluk Tria dari belakang ,
" Pi,,,,,,,! " rajuk Tria ,
" Tadi kamu bilang boleh dilanjut lagi peluknya " ujar Cepi ,
" Tadi aku nilang peluk bantal guling Cepi,,,,,! " sahut Tria ,
" Bantal guling kesayangan aku kan kamu,,,,,! " ujar Cepi , keduanya tergelak ,
" Iya,,,,, berhubung bantal gulingnya belum dimahar jadi nggak bisa nginep " canda Tria ,
__ADS_1
" Kalo disewa boleh nggak ? tanya Cepi ,
" Nggak,,,,,! , kalo disewa cuma sementara aku mau nya selamanya , Karena kamu selamanya dihati aku , ingat itu baik - baik,,,,,,! " tegas Tria ,