Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Sama - sama pernah tersakiti


__ADS_3

" Jadi Sigit kamu tolak Tri,,,,? " tanya Cepi ,


" Heemmhh,,,,,," gumam Tria ,


" Kamu tega banget matahin hatinya Sigit , dia pasti sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan "


" Akan lebih jahat lagi jika aku menerima Sigit dan mempermainkan perasaan nya Pi,,,, " ungkap Tria ,


" Tri,,,,, kenapa kamu menolak Sigit dan lebih memilih aku " ,


" Aku sendiri juga nggak tahu , aku hanya mengikuti apa kata hati aku "


" lagi pula aku nggak begitu suka dengan karakter Sigit , dia orangnya over akting , lebay , suka petakilan nggak jelas " ungkap Tria lagi ,


" Kamu memilih aku , kamu percaya sama aku , gimana kalo ternyata aku nyakitin perasaan kamu ? " tanya Cepi ,


" Aku akan berdoa , agar kamu tidak menyakiti perasaan aku seperti yang lainnya dan,,,,, bila itu terjadi aku hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan " ucap Tria dengan mata yang berkaca - kaca ,


" Ya Tuhan,,,,,rasanya sakit sekali mendengar perkataan Cepi barusan , apa ini pertanda jika aku akan kembali terluka " batin Tria ,


Suasana hening , Tria duduk dengan memeluk kedua lututnya yang ditekuk rapat , ia nampak gelisah , rasa takut mulai menghantui benaknya , berkali - kali ia menarik nafas panjang untuk melonggarkan dadanya yang dirasa sesak ,


" Kamu kenapa Tri,,,,,? " tanya Cepi tatkala melihat sikap diam Tria yang sesekali menghela nafasnya ,


" Gapapa,,,,," jawab Tria samar dan kembali diam tak bersuara ,


" Tri,,,,,! " panggil Cepi , seraya merengkuh wajah Tria dengan kedua tangannya , hingga mata mereka saling beradu tatap ,


" Aku cuma kepikiran aja sama apa yang kamu omongin barusan , aku jadi takut kalo kamu juga bakal ninggalin aku " jawab Tria pelan ,


" kamu nanggepin serius omongan aku ? Aku cuma bercanda Tri,,,,ya ampun,,,,, " sanggah Cepi ,

__ADS_1


" Tapi dalam pendengaran aku itu seperti sebuah ancaman , rasanya sakit " ujar Tria ,


"Tri,,,,,jika kamu tulus sama aku , aku pun akan melakukan hal yang sama " Cepi meyakinkan Tria ,


" Entahlah Pi,,,,,sekarang ini rasanya sulit buat aku membedakan mana yang tulus dan mana yang nggak " ujar Tria , ada keraguan dalam ucapan Tria


" Dengerin,,,,,,! , kamu pernah merasakan sakitnya diputusin , dan aku juga pernah merasakan hal yang sama " ungkap Cepi ,


Tria tertegun mendengar pengakuan Cepi ,


" Iyakah,,,,,! , kapan,,,,,! , sama siapa,,,,,,,,,? " Tria memberondong Cepi dengan pertanyaannya ,


" Sama ceweklah,,,,,masa cowok,,,,! " gerutu Cepi ,


" Apa aku tahu atau kenal sama orangnya ? " tanya Tria menelisik ,


" Iya,,,,kamu tahu , kamu juga kenal dia , dia teman dari orang yang sudah mengabaikan kamu " sahut Cepi ,


" Apa kamu masih mau menjadi kekasih aku,,,,,? kamu masih mau berbagi hati dan rasa denganku,,,,,? tanya Cepi ,


" Heemmhh,,,,," Tria mengangguk perlahan ,


" Kiiss,,,,,! " Cepi mencium kening Tria penuh kasih ,


Keduanya saling tatap tanpa suara , hanya mata dan hati mereka yang berbicara ,


Perlahan Cepi mendekatkan wajahnya ke wajah Tria ,


" Kiiss,,,,,! " Cepi memagut lembut bibir Tria , Tria memejamkan matanya , hembusan nafas Cepi terasa hangat menyapu wajahnya , keduanya saling melepaskan kerinduannya , bahasa tubuh


Melihat Tria yang mulai terengah , Cepi pun mengakhiri aksinya ,

__ADS_1


" Makasih Tri,,,,,! " ucap Cepi seraya mengusap bibir Tria dan mendekap erat tubuh Tria ,


Bahasa tubuh mereka berbicara jika mereka tak ingin terpisahkan , mereka takut kehilangan satu sama lain , mereka seolah menemukan kembali sesuatu yang pernah terlepas dan penyembuh dari luka hati keduanya ,


" Besok pagi kita jalan yuk,,,,! " ajak Cepi ,


" Berdua aja,,,,,? " Tanya Tria ,


" Kalo Riani mau ikut gapapa , kalo nggak ya kita berdua , aku tunggu dijembatan " ujar Cepi ,


" Heemmhh,,,,,! " jawab Tria ,


" Udah malem , aku pulang ya,,,,! " pamit Cepi ,


Tria mengangguk , keduanya bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu pagar dengan saling bergandengan tangan ,


" Kiiss,,,,,! " Cepi kembali mendaratkan kecupan dikening Tria ,


" Dah,,,,,! , assalamualaikum,,,,," Cepi mengucap salam ,


" Dah,,,,,! , waalaikumsalam,,,,,hati - hati " balas Tria ,


Cepi melangkah meninggalkan Tria yang berdiri menatap kepergiannya , sekilas Cepi menoleh kearah Tria dan mengulas senyum , Tria membalas dengan melambaikan tangannya ,


Tria melangkah masuk kedalam rumahnya setelah mengunci pintu pagar ,


Ia berjalan menuju kamar tidurnya , dan bwrganti pakaian dengan pakaian tidur , ia beranjak menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya ,


" Terima kasih Tuhan , Engkau telah mengirimkan seorang Cepi dalam hidupku , semoga Engkau senantiasa jagakan hubungan kami aamiin,,,," Pinta Tria sebelum tidur , dipeluknya bantal guling dan perlahan mulai terlelap dengan senyum menghias diwajahnya ,


"

__ADS_1


__ADS_2