
" Jadi Sigit kamu tolak Tri,,,,? " tanya Cepi ,
" Heemmhh,,,,,," gumam Tria ,
" Kamu tega banget matahin hatinya Sigit , dia pasti sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan "
" Akan lebih jahat lagi jika aku menerima Sigit dan mempermainkan perasaan nya Pi,,,, " ungkap Tria ,
" Tri,,,,, kenapa kamu menolak Sigit dan lebih memilih aku " ,
" Aku sendiri juga nggak tahu , aku hanya mengikuti apa kata hati aku "
" lagi pula aku nggak begitu suka dengan karakter Sigit , dia orangnya over akting , lebay , suka petakilan nggak jelas " ungkap Tria lagi ,
" Kamu memilih aku , kamu percaya sama aku , gimana kalo ternyata aku nyakitin perasaan kamu ? " tanya Cepi ,
" Aku akan berdoa , agar kamu tidak menyakiti perasaan aku seperti yang lainnya dan,,,,, bila itu terjadi aku hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan " ucap Tria dengan mata yang berkaca - kaca ,
" Ya Tuhan,,,,,rasanya sakit sekali mendengar perkataan Cepi barusan , apa ini pertanda jika aku akan kembali terluka " batin Tria ,
Suasana hening , Tria duduk dengan memeluk kedua lututnya yang ditekuk rapat , ia nampak gelisah , rasa takut mulai menghantui benaknya , berkali - kali ia menarik nafas panjang untuk melonggarkan dadanya yang dirasa sesak ,
" Kamu kenapa Tri,,,,,? " tanya Cepi tatkala melihat sikap diam Tria yang sesekali menghela nafasnya ,
" Gapapa,,,,," jawab Tria samar dan kembali diam tak bersuara ,
" Tri,,,,,! " panggil Cepi , seraya merengkuh wajah Tria dengan kedua tangannya , hingga mata mereka saling beradu tatap ,
" Aku cuma kepikiran aja sama apa yang kamu omongin barusan , aku jadi takut kalo kamu juga bakal ninggalin aku " jawab Tria pelan ,
" kamu nanggepin serius omongan aku ? Aku cuma bercanda Tri,,,,ya ampun,,,,, " sanggah Cepi ,
__ADS_1
" Tapi dalam pendengaran aku itu seperti sebuah ancaman , rasanya sakit " ujar Tria ,
"Tri,,,,,jika kamu tulus sama aku , aku pun akan melakukan hal yang sama " Cepi meyakinkan Tria ,
" Entahlah Pi,,,,,sekarang ini rasanya sulit buat aku membedakan mana yang tulus dan mana yang nggak " ujar Tria , ada keraguan dalam ucapan Tria
" Dengerin,,,,,,! , kamu pernah merasakan sakitnya diputusin , dan aku juga pernah merasakan hal yang sama " ungkap Cepi ,
Tria tertegun mendengar pengakuan Cepi ,
" Iyakah,,,,,! , kapan,,,,,! , sama siapa,,,,,,,,,? " Tria memberondong Cepi dengan pertanyaannya ,
" Sama ceweklah,,,,,masa cowok,,,,! " gerutu Cepi ,
" Apa aku tahu atau kenal sama orangnya ? " tanya Tria menelisik ,
" Iya,,,,kamu tahu , kamu juga kenal dia , dia teman dari orang yang sudah mengabaikan kamu " sahut Cepi ,
" Apa kamu masih mau menjadi kekasih aku,,,,,? kamu masih mau berbagi hati dan rasa denganku,,,,,? tanya Cepi ,
" Heemmhh,,,,," Tria mengangguk perlahan ,
" Kiiss,,,,,! " Cepi mencium kening Tria penuh kasih ,
Keduanya saling tatap tanpa suara , hanya mata dan hati mereka yang berbicara ,
Perlahan Cepi mendekatkan wajahnya ke wajah Tria ,
" Kiiss,,,,,! " Cepi memagut lembut bibir Tria , Tria memejamkan matanya , hembusan nafas Cepi terasa hangat menyapu wajahnya , keduanya saling melepaskan kerinduannya , bahasa tubuh
Melihat Tria yang mulai terengah , Cepi pun mengakhiri aksinya ,
__ADS_1
" Makasih Tri,,,,,! " ucap Cepi seraya mengusap bibir Tria dan mendekap erat tubuh Tria ,
Bahasa tubuh mereka berbicara jika mereka tak ingin terpisahkan , mereka takut kehilangan satu sama lain , mereka seolah menemukan kembali sesuatu yang pernah terlepas dan penyembuh dari luka hati keduanya ,
" Besok pagi kita jalan yuk,,,,! " ajak Cepi ,
" Berdua aja,,,,,? " Tanya Tria ,
" Kalo Riani mau ikut gapapa , kalo nggak ya kita berdua , aku tunggu dijembatan " ujar Cepi ,
" Heemmhh,,,,,! " jawab Tria ,
" Udah malem , aku pulang ya,,,,! " pamit Cepi ,
Tria mengangguk , keduanya bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu pagar dengan saling bergandengan tangan ,
" Kiiss,,,,,! " Cepi kembali mendaratkan kecupan dikening Tria ,
" Dah,,,,,! , assalamualaikum,,,,," Cepi mengucap salam ,
" Dah,,,,,! , waalaikumsalam,,,,,hati - hati " balas Tria ,
Cepi melangkah meninggalkan Tria yang berdiri menatap kepergiannya , sekilas Cepi menoleh kearah Tria dan mengulas senyum , Tria membalas dengan melambaikan tangannya ,
Tria melangkah masuk kedalam rumahnya setelah mengunci pintu pagar ,
Ia berjalan menuju kamar tidurnya , dan bwrganti pakaian dengan pakaian tidur , ia beranjak menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya ,
" Terima kasih Tuhan , Engkau telah mengirimkan seorang Cepi dalam hidupku , semoga Engkau senantiasa jagakan hubungan kami aamiin,,,," Pinta Tria sebelum tidur , dipeluknya bantal guling dan perlahan mulai terlelap dengan senyum menghias diwajahnya ,
"
__ADS_1