
" sudah beres bu,,,," ujar Tria seraya menyerahkan datanya ,
" terima kasih kalian sudah bantu ibu " sahut bu Ani
" sama - sama ibukuh , kalo ibu butuh bantuan lagi panggil kita aja bu " celoteh Riani
" pasti,,,! jawab bu Ani sambil mengacungkan ibu jarinya .
Bel kembali berdering tanda jam istirahat telah habis ,
" Bu , menulisnya dilanjut ? " tanya Tria memastikan
" iya , dilanjut aja " sahut bu Ani
" siapp bu,,," jawab Riani dan keduanya berlalu meninggalkan perpus kembali ke kelasnya .
" kali ini kamu yang nulis ya Ri ? " pinta Tria
" Oke,,,," sahut Riani menyanggupi .
Riani pun mulai menulis dipapan tulis dan giliran Tria menulis dibuku catatan Riani .
Cepi mulai melancarkan aksi jahilnya ,
dia memainkan rambut Tria, Tria tak bergeming,
lalu mencolek bahu Tria , Tria pun tak bereaksi
kemudian mencolek pipi Tria , Tria pun tak merespon.
merasa usahanya sia -sia , akhirnya Cepi berpindah tempat duduk , ia duduk disebelah Tria .
ditatapnya wajah Tria , namun yang ditatap pura - pura tidak tahu dan tetap fokus pada tulisannya
" Tri,,,,tadi dari mana , kok selama jam istirahat nggak keliatan ? " tanya Cepi menelisik ,
" Ada,,, ! jawab Tria singkat.
__ADS_1
" dimana , koq aku nggak liat ?? " tanya Cepi penasaran ,
" di perpustakaan " jawab Tria .
" ngapain di perpus ?? " tanya Cepi lagi ,
" bantu bu Ani ngedata buku - buku di perpus " Jawab Tria datar .
" Tri,,,," panggil Cepi pelan ,
" Hmmm,,," Tria menjawab tanpa menoleh ,
" aku kangen,,,," Cepi membisikkkan ditelinga Tria ,
" Hmmm,,,," pura- pura cuek , padahal dalam hatinya berbunga - bunga mendengar pengakuan Cepi ,
" aku juga kangen kamu , sangattt,,,," gumamnya dalam hati .
Merasa tidak puas mendengar jawaban Tria ,
" kamu nggak kangen aku Tri,,, ? tanya Cepi seraya menatap lekat wajah Tria , cukup lama Cepi menatap Tria dan Tria pun menyadari itu ,
" kemaren - kemaren kamu kenapa , apa kamu tidak merasa sikapmu melukai perasaanku ?
" hari ini kamu bilang kangen aku , apa itu benar - benar dari lubuk hati kamu yang terdalam ?
" atau kamu sedang mengujiku , atau kamu sedang merayuku dan memberiku harapan semu ?
" aku takut pi , aku takut terluka lagi , tapi aku juga nggak sanggup lupain kamu ,
sesakit apapun hati aku , aku nggak bisa benci sama kamu " gumam Tria dalam hati .
cukup lama mereka saling menatap ,
dengan wajah serius Tria menggelengkan kepalanya sebagai jawaban
" beneran tri,,,,kamu nggak kangen sama aku ? " tanya Cepi memastikan ,
__ADS_1
Tria mengangguk membenarkan , wajah Cepi menegang ,
" se,,,," belum sempat Cepi melanjutkan ,
" serius,,,,,!! aku nggak bisa bohong , kalo aku,,,,aku juga kangen sama kamu , sangatt,,,," balas Tria terbata memotong pembicaraan Cepi dengan mata yang berkaca - kaca .
" Huuffhhh,,,, " Cepi menarik nafas ,
" Tri,,,,!! hemmhhh,,,, " ujar Cepi gemas
" puaass,,,,,? " sahut Tria tersenyum tipis
ketegangan mulai mencair , Cepi mengulas senyum dibibirnya .
" Entah hubungan macam apa yang aku jalani ini
" tanpa sebab sikapmu melukai perasaanku , aku pun tak meminta penjelasan apapun darimu
" aku sakit , aku terluka , aku kesal , aku marah, aku memaki kamu , tapi aku nggak pernah bisa membenci kamu ,
" saat kamu dihadapanku , sikap manismu , sikap hangatmu membuat aku lemah ,
" semakin aku menjauh , semakin aku menghindar , aku semakin sulit melupakan kamu , aku semakin merindukan kamu " ungkap Tria .
hari menjelang siang , jam pelajaran sekolah pun telah usai .
aebagian siswa telah pulang namun sebagian siswa masih menetap disekolah untuk berlatih paskibra .
kurang lebih 2 jam mereka berlatih , merekapun menyudahi kegiatan baris berbarisnya dan beranjak meninggalkan sekolah .
" Roman - romannya udah ada yang lagi kangen - kangenan nihh,,,," ledek Riani ,
Cepi menggamit tangan Tria lalu Tria melepasnya , Cepi menggamitnya lagi dan tria melepasnya , menggamitnya dan melepasnya lagi
" sett,,,,dahhh,,,,ini bocah "
Riani menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu
__ADS_1
Sedari latihan paskibra antara Tria dan Cepi memang tidak banyak bicara , tapi dari bahasa tubuh , dari tatapan mereka tersirat jika mereka berdua tengah merindu dalam diam .
"