
" Aku bingung harus cerita kesiapa , aku ingin berbagi permasalahanku ,tapi untuk mencari orang yang bisa dipercaya itu sulit , aku benar - benar bingung " Sigit tertunduk seraya meremas kepalanya karena beban masalah yang dirasakannya ,
" Git,,,,aku mungkin tidak bisa banyak membantu , tapi sedikitnya bisa meringankan beban kamu dengan berbagi denganku " ,
" Sebelumnya aku minta maaf , aku nggak bermaksud mencampuri kehidupan pribadi kamu lebih dalam , sebagai seorang teman aku hanya prihatin melihat kondisi kamu yang seperti ini ,
" Git,,,,,aku tahu kamu sedang menghadapi masalah yang berat , tapi apakah tidak ada cara lain buat melampiaskan amarah dan kekecewaan kamu selain pada alkohol dan obat - obatan ? , aku rasa itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah kamu , bagaimana jika pihak sekolah mengetahui perbuatanmu dan mengeluarkanmu dari sekolah tanpa hormat , kamu hanya akan merusak hidup dan masa depan kamu , dan itu justru akan menambah kesedihan ibu kamu , aku harap kamu bisa berfikir jernih sebelum bertindak " Tria berusaha mengingatkan Sigit ,
" Makasih banyak Tri , kamu sudah mau mendengarkan aku , kamu sudah mau mengingatkan aku " ujar Sigit ,
" Sama - sama Git " sahut Tria
" ya udah , aku masuk kelas dulu yah,,,,jangan lupa pesanku , kamu pasti bisa " Tria menyemangati Sigit ,
Sejak saat itu mereka sering berbincang dan bercanda , Tria senang melihat perubahan Sigit dan Tria tak pernah berhenti mengingatkan Sigit untuk tidak bergantung pada barang haram lagi ,
Suatu hari , Tria berjalan melintas dihadapan ruang kelas Sigit , tiba - tiba Sigit muncul dari balik pintu ,
" Tri,,,,,! " sigit memanggil ,
" Iya , ada apa git,,,? "
" Ada yang mau aku omongin sama kamu " ,
__ADS_1
" kamu mau ngomong apa ? "
" Tapj kamu jangan marah ya,,,,! "
" iya,,,,! "
" Beneran kamu nggak akan marah ? " Sigit kembali memastikan ,
" Ya ampun Git,,,,kamu sebenernya mau ngomong apa sih,,,,! , dari tadi yang diomongin itu -itu mulu " Tria geram ,
" Tuh,,,,kan belum apa - apa kamu udah marah "
" lagian kamu nya ngga jelas banget , aku marah atau enggak , tergantung sama apa yang mau kamu omongin ! "
" Iya , iya , aku ngomong sekarang " Sigit terdiam sejenak seolah sedang mengambil ancang - ancang ,
" Tri,,,,jujur , sudah sejak lama aku suka perhatiin kamu secara diam - diam , dan sejak saat itu aku mulai suka sama kamu , sudah lama aku ingin mengutarakan maksudku tapi aku nggak berani ,
" Dan sekarang aku memberanikan diri untuk bilang ini kekamu , aku ingin menjalin hubungan dengan kamu lebih dari sebatas teman biasa ,
" Tria tersenyum menanggapi celotehan Sigit ,
" Ini anak sepertinya sedang error " gumam Tria ,
__ADS_1
" Kamu kenapa malah senyum - senyum , kenapa ? apanya yang lucu ? " tanya Sigit ,
" Heemmhh,,,,,! , kamu habis minum Git ? atau habis ngedrugs gitu ? selidik Tria ,
" Nggak Tri , aku seratus persen sadar , kenapa ? "
" Kirain kamu lagi error , makanya kamu ngomong kaya gini ke aku "
" Kamu nggak percaya sama aku Tri,,,! , aku serius,,,,! , aku jujur sama kamu,,,! " Sigit berusaha meyakinkan Tria ,
" Iya,,,,aku percaya "
" Tapi maaf Git , aku nggak bisa menjalin hubungan dengan kamu melebihi pertemanan , selama ini aku merasa nyaman dengan pertemanan kita , lagi pula aku nggak mau menjalani sesuatu yang sifatnya dipaksakan , untuk kedepannya aku tidak pernah tahu akan bagaimana dan seperti apa , tapi untuk saat ini lebih baik seperti ini , berteman baik , aku akan sangat menghargai kamu jika kamu bisa menghargai keputusan aku " jelas Tria ,
" Oke tik , gapapa , aku bisa ngerti , maaf kalo apa yang aku omongin kekamu udah bikin kamu nggak enak hati " ujar Sigit ,
" Heemmhh,,,,,gumam Tria , aku,,,,aku kekelas dulu ya,,,,,," Tria berlalu meninggalkan Sigit ,
Tria duduk dimejanya , ia memejamkan matanya seraya menghela nafas panjang ,
Flashback off
" Begitulah ceritanya Pi , " ujar Tria ,
__ADS_1