Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
Penyesalan Tria


__ADS_3

" Apa aku nggak berarti buat kamu Tri,,,,,! , Tanya Cepi ,


" Kamu begitu berarti buat aku Pi,,,,,! " ucap Tria lirih ,


" Tapi kenyataannya tidak seperti itu Tri,,,! ,kamu lebih mementingkan egomu,,,,! " sanggah Cepi ,


Tria hanya terdiam menatap Cepi ,


" kamu bilang aku berarti buat kamu , kamu nggak mau kehilangan aku , kamu ingin kita selalu terbuka , berbagi dalam hal apapun , tapi kamu sendiri yang nggak bisa pegang ucapan kamu,,,,! " ungkap Cepi ,


Tria tak bergeming , semua yang dikatakan Cepi benar adanya ,


" kemarin kamu sudah membuktikan jika perkataan kamu selama ini bukan dari hati kamu , kemarin kamu sudah membuktikan jika kamu nggak pernah menganggap aku ada , jujur Tri,,,,, sebagai seorang kekasih aku merasa tidak dianggap , aku merasa tidak dihargai,,,,! " ungkap Cepi ,


" Pi,,,,,aku tahu aku salah , aku egois , tapi semua yang kamu katakan itu nggak benar , aku sangat menyayangi kamu Pi , kamu sangat berarti buat aku , aku mohon Pi ,,,,maafin aku,,,,,! " ucap Tria dengan mata yang berkaca - kaca ,


" Sudahlah Tri,,,,,! kamu ingin agar kita bisa saling percaya , kamu ingin menjaga agar hubungan kita tetap baik , kamu ingin jika aku tidak seperti mereka yang menyakiti kamu , tapi kenyataannya kamu sendiri yang merusaknya ,,,,! "

__ADS_1


" Maafin aku Pi,,,,,maafin,,,,! " hanya itu kata yang bisa Tria ucapkan ,


" Aku kecewa Tri,,,,,,! " Ucap Cepi seraya berlalh meninggalkan Tria ,


" Mafkan aku Pi,,,,,! " gumam Tria , seraya melangkah menuju ruang kelas ,


Kini Tria hanya bisa menyesali atas keputusan yang dibuatnya sendiri ,


Tria duduk terpaku , matanya menatap nanar lantai yang dipijaknya , hingga tak terasa air mata mengalir dikedua belah pipinya ,


" Kenapa kamu begitu bodoh Tri,,,,,! , kenapa kamu tidak berfikir berkali - kali sebelum mengambil sikap , kamu sudah membuat kecewa laki - laki yang sungguh - sungguh ingin menjalin kepercayaan denganmu , kamu memang bodoh Tri,,,,,! , bodoh,,,,! , bodoh,,,,! " Tria mengutuki dirinya sendiri ,


Ketika bel tanda masuk berbunyi , Tria masih duduk dengan kepala tertunduk , hingga dia tidak menyadari ketika Cepi lewat disampingnya ,


masuk jam pelajaran berikutnya , mereka kembali disibukkan dengan soal - soal latihan ,


Sejak kejadian dijam istirahat tadi , tidak sedikitpun Tria mengangkat wajahnya , bahkan saat teman - teman mengajaknya berbicara , Tria cukup menjawab dengan menganggukkan kepala dan menggelengkan kepala ,

__ADS_1


Bahkan saat Dyan melancarkan aksi jahilnya Tria tidak merespon , ia langsung menelungkupkan wajahnya diatas meja ,


" Tri,,,,,,kamu kenapa , kamu baik - baik aja kan,,,,,? " tanya Tria ,


Tria menganggukkan kepalanya pelan , mencoba menutupi kesedihannya ,


" Aku sedang tidak baik - baik saja saat ini Ri,,,,! " batin Tria , kembali menitikkan air matanya ,


Riani menyadari ada sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya ini ,


Ketika guru membahas jawaban dari soal - soal didepan , mata Tria tertuju kedepan namun yang ada difikirannya hanya kata penyesalan ,


Setiap mengingat perkataan Cepi , hatinya begitu sakit , sakit mengingat keegoisannya , sakit karena telah membuat orang yang dikasihinya kecewa , sakit karena tak bisa memegang perkataannya , sakit mengingat hubungannya dengan Cepi terancam kandas ,


" Andai waktu bisa berputar kembali , aku tidak akan ikut pergi kemping , aku akan memilih duduk manis dirumah menyambut kedatangan Cepi , bodoh,,,,,! " dasar bodoh,,,,,! " Tria kembali mengutuk dirinya sendiri ,


Tria berkali - kali menarik nafas dalam , memberikan ruang pada rongga dadanya yang terasa,sesak ,

__ADS_1


Hingga jam pelajaran sekolah berakhir , Tria tak berani menatap wajah Cepi , rasa bersalah dan penyesalan membuatnya tak berdaya ,


__ADS_2