
" Apa aku nggak berarti buat kamu Tri,,,,,! , Tanya Cepi ,
" Kamu begitu berarti buat aku Pi,,,,,! " ucap Tria lirih ,
" Tapi kenyataannya tidak seperti itu Tri,,,! ,kamu lebih mementingkan egomu,,,,! " sanggah Cepi ,
Tria hanya terdiam menatap Cepi ,
" kamu bilang aku berarti buat kamu , kamu nggak mau kehilangan aku , kamu ingin kita selalu terbuka , berbagi dalam hal apapun , tapi kamu sendiri yang nggak bisa pegang ucapan kamu,,,,! " ungkap Cepi ,
Tria tak bergeming , semua yang dikatakan Cepi benar adanya ,
" kemarin kamu sudah membuktikan jika perkataan kamu selama ini bukan dari hati kamu , kemarin kamu sudah membuktikan jika kamu nggak pernah menganggap aku ada , jujur Tri,,,,, sebagai seorang kekasih aku merasa tidak dianggap , aku merasa tidak dihargai,,,,! " ungkap Cepi ,
" Pi,,,,,aku tahu aku salah , aku egois , tapi semua yang kamu katakan itu nggak benar , aku sangat menyayangi kamu Pi , kamu sangat berarti buat aku , aku mohon Pi ,,,,maafin aku,,,,,! " ucap Tria dengan mata yang berkaca - kaca ,
" Sudahlah Tri,,,,,! kamu ingin agar kita bisa saling percaya , kamu ingin menjaga agar hubungan kita tetap baik , kamu ingin jika aku tidak seperti mereka yang menyakiti kamu , tapi kenyataannya kamu sendiri yang merusaknya ,,,,! "
__ADS_1
" Maafin aku Pi,,,,,maafin,,,,! " hanya itu kata yang bisa Tria ucapkan ,
" Aku kecewa Tri,,,,,,! " Ucap Cepi seraya berlalh meninggalkan Tria ,
" Mafkan aku Pi,,,,,! " gumam Tria , seraya melangkah menuju ruang kelas ,
Kini Tria hanya bisa menyesali atas keputusan yang dibuatnya sendiri ,
Tria duduk terpaku , matanya menatap nanar lantai yang dipijaknya , hingga tak terasa air mata mengalir dikedua belah pipinya ,
" Kenapa kamu begitu bodoh Tri,,,,,! , kenapa kamu tidak berfikir berkali - kali sebelum mengambil sikap , kamu sudah membuat kecewa laki - laki yang sungguh - sungguh ingin menjalin kepercayaan denganmu , kamu memang bodoh Tri,,,,,! , bodoh,,,,! , bodoh,,,,! " Tria mengutuki dirinya sendiri ,
Ketika bel tanda masuk berbunyi , Tria masih duduk dengan kepala tertunduk , hingga dia tidak menyadari ketika Cepi lewat disampingnya ,
masuk jam pelajaran berikutnya , mereka kembali disibukkan dengan soal - soal latihan ,
Sejak kejadian dijam istirahat tadi , tidak sedikitpun Tria mengangkat wajahnya , bahkan saat teman - teman mengajaknya berbicara , Tria cukup menjawab dengan menganggukkan kepala dan menggelengkan kepala ,
__ADS_1
Bahkan saat Dyan melancarkan aksi jahilnya Tria tidak merespon , ia langsung menelungkupkan wajahnya diatas meja ,
" Tri,,,,,,kamu kenapa , kamu baik - baik aja kan,,,,,? " tanya Tria ,
Tria menganggukkan kepalanya pelan , mencoba menutupi kesedihannya ,
" Aku sedang tidak baik - baik saja saat ini Ri,,,,! " batin Tria , kembali menitikkan air matanya ,
Riani menyadari ada sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya ini ,
Ketika guru membahas jawaban dari soal - soal didepan , mata Tria tertuju kedepan namun yang ada difikirannya hanya kata penyesalan ,
Setiap mengingat perkataan Cepi , hatinya begitu sakit , sakit mengingat keegoisannya , sakit karena telah membuat orang yang dikasihinya kecewa , sakit karena tak bisa memegang perkataannya , sakit mengingat hubungannya dengan Cepi terancam kandas ,
" Andai waktu bisa berputar kembali , aku tidak akan ikut pergi kemping , aku akan memilih duduk manis dirumah menyambut kedatangan Cepi , bodoh,,,,,! " dasar bodoh,,,,,! " Tria kembali mengutuk dirinya sendiri ,
Tria berkali - kali menarik nafas dalam , memberikan ruang pada rongga dadanya yang terasa,sesak ,
__ADS_1
Hingga jam pelajaran sekolah berakhir , Tria tak berani menatap wajah Cepi , rasa bersalah dan penyesalan membuatnya tak berdaya ,