
Sepanjang perjalanan pulang , Ttia melangkahkan kakinya dengan gontai , bibirnya terkunci rapat , fikirannya kalut , batinnya bergejolak ,
Dia tak henti memaki dirinya sendiri , mengutuk kesalahannya sendiri ,
Tiba dirumah , Tria bergegas masuk kedalam rumah dan setengah berlari menuju kedalam kamarnya , ia menjatuhkan dirinya ditempat tidur , tangis yang ditahan dari semenjak disekolah tadi kini tumpah membasahi bantalnya , Tria menangis meluapkan penyesalan dan kesedihannya ,
Hampir satu jam lebih Tria menangis , ia bangkit dari tempat tidurnya , ia menyeret kakinya menuju kamar mandi untuk berwudhu ,
" Ya Rabb,,,,,ampuni hambamu ini yang tidak pandai mensyukuri nikmat yang Engkau berikan kepada hamba , ampuni hamba yang tidak bersikap bijak dalam mengambil keputusan , berikanlah hamba kekuatan dalam menjalani setiap ketetapan yang berlaku atas diri hamba , aamiin,,,," doa Tria dipenghujung shalatnya ,
Tria kembali duduk ditempat tidurnya , dengan.memeluk kedua lututnya yang ditekuk , wajah Cepi yang penuh amarah terus membayang dikelopak matanya , perkataan Cepi yang terus terngiang diindera pendengarannya , membuat matanya kembali berurai air mata ,
Hingga menjelang senja , Tria hanya berdiam diri ditempat tidur , bahkan ketika anggota keluarga lainnya telah kembali , Tria tetap mengurung diri dikamarnya , Tria tidak ingin memperlihatkan mata sembabnya ,
Tria membaringkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut , ia tidak ingin bersitatap dengan siapapun ,
" Tri,,,,,Tria,,,,,! , ibu memanggil Tria , namun Tria tidak menyahuti panggilan ibunya , ia lebih memilih berpura - pura tidur ,
Ibu masuk kedalam kamar Tria dan menghampirinya , disentuhnya kening Tria ,
" Tri,,,,,kamu sakit nak,,,, ? " tanya Ibu ,
__ADS_1
" Nggak enak badan sedikit bu , mungkin masuk angin , kemaren pulang kemping kehujanan " ujar Tria ,
" Sudah makan dam minum obat Tri,,,,? " ibu memastikan
" Sudah bu,,,,,! " Tria berbohong , padahal dari pulang sekolah Tria belum menyentuh makanan sedikit pun ,
" Ya sudah kamu istirahat , supaya besok pagi kamu baikan " ujar ibu seraya berlalu meninggalkan kamar Tria ,
" Iya bu,,,,,! " sahut Tria ,
" Maafin Tria bu , Tria terpaksa berbohong sama ibu , Tria nggak mau membuat ibu khawatir " gumam Tria ,
Tria kembali termenung , matanya menatap nanar langit - langit kamarnya , nampak wajah Cepi berkelebatan disana , antara wajah Cepi yang tersenyum manis dan wajah yang menyimpan amarah , Tria menarik nafas dalam ,
Tria tidak bisa memejamkan matanya , ia hanya berguling - guling ditempat tidurnya , berharap malam cepat berlalu , ia ingin pagi cepat datang , bertemu dengan Cepi dan berbicara padanya ,
Pukul tiga pagi , Tria merasakan pedih dikedua matanya , mungkin matanya lelah karena menangis terus - menerus , Tria memejamkan matanya yang terasa lelah , perlahan ia pun tertidur ,
Azan subuh kembali menyadarkan Tria dari lelapnya , ia sibakkan selimut yang menutupi tubuhnya , beranjak dari tempat tidur untuk menunaikan shalat subuh ,
" Ya Rabb , Alhamdulillah,,,,,Engkau masih memberikan hamba nikmat umur panjang , dan apapun yang Engkau tetapkan atas diri hamba dihari ini semoga senantiasa mendatangkan hikmah dan kebaikan bagi hamba , aamiin " pinta Tria dalam doanya ,
__ADS_1
Tria kembali berbaring ditempat tidurnya ,
" Tri,,,,,kamu sudah bangun , sudah shalat belum ? tanya ibu ,
" Sudah bu,,,,,! " sahut Tria ,
" Gimana badan kamu , sudah baikan ? " tanya ibu lagi ,
" Iya bu , udah agak mendingan " sahut Tria ,
" Ya sudah , cepat ke air , siap - siap terus sarapan " titah ibu ,
" Baik bu,,,,,! "
" Tria merapihkan tempat tidurnya , bwrjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ,
Uasi berpakaian rapih Tria mengeluarkan semua buku dari dalam tasnya dan memasukkan buku - buku pelajaran yang akan dibawanya hari ini ,
Tria berjalan menuju meja makan , membuat teh manis dan memasukkannya kedalam tumbler , meraih dua tangkep roti dan mengolesinya dengan selai ,
" Tria berangkat bu,,,,,assalamualaikum,,,,,! " pamit Tria ,
__ADS_1
" waalaikumsalam,,,,, , hati - hati ! "