Cerita Cinta SMA

Cerita Cinta SMA
ungkapan hati Tria


__ADS_3

setama perjalanan pulang Tria lebih banyak diam, saat ini suasana hatinya sedang tidak mendukung padahal cuaca hari ini begitu cerah.


setibanya di rumah Tria langsung masuk kedalam kamarnya, bergantii pakaian dan solat.dia naik ketempat tidur dan merebahkan tubuhnya berusaha untuk menetralisir rasa hati yang dirasakannya selama disekolah hingga kini.Meski suasana hatinya tak menentu Tria tetap melakukan aktifitas rumahnya.Malampun tiba,Tria tetap berusaha untuk fokus belajar meski tidak bisa memupus rasa hatinya.malampun semakin larut, Tria merebahkan tubuhnya dipembaringan memejamkan matanya berharap bisa terlelap dan melupakan sejenak gundah gulana dihatinya.


pagi ini Tria bangun dan melakukan aktifitas paginya,dia merasa badannya lebih segar dan lebih baik dari hari kemarin, selesai sarapan Tria pun pamit pada orang tuanya untuk berangkat kesekolah.


seperti biasa Riani sudah menunggunya di depan rumah.


selama perjalanan Tria berharap bisa melihat lagi senyum seseorang yang sempat mengacaukan suasana hatinya, siapa lagi kalo bukan sosok dari sahabat prianya yaitu Cepi.


Dan benar saja, tiba-tiba Cepi sudah berjalan tepat disamping Tria, menoleh kearah Tria sambil melempar senyum. " Deg,,,,jantung Tria seakan terhenti sesaat dan kemudian berdegup kencang tak menentu". " Duhhhh gustiii,,,sebahagia ini hatiku melihatnya " batin Tria.Dengan suka cita Tria membalas senyuman itu lalu tertunduk sejenak berusaha mengendalikan debaran di hatinya, hingga suara Riani terdengar memecah keheningan,


"Cepi kemarin kamu kenapa tidak masuk sekolah tanpa ada kabar pula", tanya Riani, " Oh,,,iya, kemarin aku ada keperluan keluarga yang mendesak, jadi aku tidak sempat memberi kabar" jawab Cepi , " Oh,,,," jawab Tria dan Riani, seraya menganggukkan kepala bersamaan.Tria dan Riani tidak berani bertanya lebih jauh karena itu diluar wewenang mereka.

__ADS_1


Suasana kembali hening, tidak lama kemudian kami sampai didepan gerbang sekolah, kami masuk kedalam ruang kelas dan menjatuhkan diri dikursi.


Bel tanda masuk pun berdering, pelajaran pertama pun dimulai. dan lagi, kali ini guru bidang study berhalangan hadir, seperti biasa guru piket masuk kelas dan memberikan tugas. kali ini aku meminta Riani untuk menggantikan aku menulis dipapan tulis, Riani pun bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri papan tulis dan mulai menulis disana.


Tiba-tiba Cepi berpindah dari tempat duduknya dan duduk tepat disamping Tria, keberadaan Cepi disebelahnya membuat Tria merasa salah tingkah sekaligus senang.


"Tria,,,," panggil Cepi " Iya,,," balas Tria, boleh aku pinjam bukumu, aku akan mencatat pelajaranku yang tertinggal kemarin" tanya Cepi, " besok aku bawa bukunya ya,,," sahut Tria, Tapi tidak lama kemudian " " " emm,,,,Cepi, gimana kalo aku bantu kamu untuk mencatat pelajaran mu yang tertinggal " Tria menawarkan bantuan, entah ada angin apa sehingga Tria bersedia melakukan itu untuk Cepi, " beneran,,,? " tanya Cepi, " Emang ngga ngerepotin kamu Tri ? " Cepi memastikan, " engga koq, dengan senang hati aku bantu kamu " jelas Tria, " ya udah, nanti pulang sekolah mampir dulu ke rumahku buat ambil bukunya " ucap Cepi dengan semangat, " hemmm,,," jawab Tria disertai anggukan.


"kita masuk dulu yuk,,," ajak Cepi, pada Tria dan Riani , " nggak usah, kita nunggu disini aja deh ! " balas Tria, walau sebenarnya Tria ingin berlama-lama berada di dekat Cepi.


" ya udah, tunggu bentar ya,,,aku ambil buku dulu kedalam" , ucap Cepi seraya berlalu meninggalkan Tria dan Riani yang tengah berdiri di depan pintu pagar rumahnya. Tidak lama kemudian Cepi pun kembali menghampiri mereka dengan membawa beberapa buah buku tulis di tangannya dan menyerahkannya pada Tria.


" ini, makasih ya Tri, kamu udah mau bantu aku " ujar Cepi, " iya, sama-sama " balas Tria. " ya udah kalo gitu kita pulang ya,,,dahhh,,,," pamit Tria sambil berlalu meninggalkan rumah Cepi, Cepi melambaikan tangannya sebagai balasan pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Tria mengganti pakaiannya dan mwnwejakan solat dzuhur, selesai solat dzuhur Tria langsung membuka buku catatannya dan menuliskan kembali di buku tulis milik Cepi, Tria begitu bersemangat mengerjakannya. Dengan waktu 2 jam Tria sudah menyelesaikan tulisannya, ada kepuasan dan kebahagiaan tersirat dihatinya, ketika Tria hendak menutup bukunya tiba tiba ia terhenti lalu ia meraih secarik kertas dan menuliskan ungkapan hatinya pada Cepi, ia ingin berbicara langsung dengan Cepi tapi ia tak memiliki keberanian.


perlahan Tria mulai menggoreskan penanya diatas kertas


" Entah sejak kapan rasa ini hadir dan mengusik kalbuku, mataku selalu mencarimu, hatiku selalu merindumu, fikiranku selalu mengingatmu.


maaf, jika aku sudah lancang dan melewati batasanku


jujur, aku tak berani mengutarakan rasaku tapi aku juga tak mampu menahannya,


apakah,,,kamu mau menjadi kekasihku ?? "


dengan sepenuh hati Tria melipat kertas itu dan menyimpannya disela lembaran buku milik Cepi, berharap Cepi menemukannya dan membacanya, dan mendapatkan jawaban yang pasti akan perasaannya

__ADS_1


__ADS_2