
" Bu,,,,,apa Dyan akan dikeluarkan juga dari sekolah ? " tanya Riani hati - hati ,
" Sudah jelas , minggu yang lalu setelah kejadian Abdul , kepala sekolah sudah memberi pengarahan dan peringatan kepada seluruh siswa tanpa terkecuali , jadi kecil kemungkinan bagi Dyan untuk bisa mengikuti ujian akhir , dan ketidak ikut sertaan Dyan dihari pertama ujian tentu saja mempengaruhi nilai kelulusan " ungkap bu Ani ,
" Apa tidak ada kebijakan sedikit saja buat Dyan bu,,,,bukankah selama ini Dyan juga sudah banyak membantu pihak sekolah,,,,! " ujar Tria ,
" Itu sudah menjadi keputusan pihak yayasan , kita tidak bisa berbuat banyak " ujar bu Ani ,
Tria menarik nafas panjang , ia benar - benar turut prihatin dan menyayangkan atas apa yang terjadi pada Dyan , pengorbanan dan kebaikan yang sudah Dyan lakukan dengan mengusung nama sekolah ternyata tidak mampu menyelamatkannya dari satu kesalahan ,
Bel berdering , tanda ujian pelajaran kedua dimulai , Tria dan Riani bergegas meninggalkan ruang perpus , berjalan menuju kelas mereka ,
Setelah menerima lembaran soal beserta jawabannya , para siswa pun fokus mengerjakan soal ujian ,
__ADS_1
Hari beranjak siang , bel tanda ujian berakhir telah berdering sepuluh menit yang lalu , sekolah pun mulai sepi ,
Tria dan Riani meninggalkan sekolah setelah lebih dulu menyerahkan buku absensi keruang guru , mereka melangkahkan kakinya dengan gontai , keduanya masih tidak percaya dengan kejadian pagi tadi , keduanya Tahu jika Dyan dan Abdul mengkonsumsi minuman beralkohol , tapi keduanya tidak menduga jika Abdul dan Dyan akan datang kesekolah dalam kondisi mabuk berat ,
" Tri,,,,,apa mungkin selama ini Dyan menutup - nutupi kebenaran mengenai isu yang beredar selama ini dari kita ? " tanya Riani ,,
" Entahlah Ri,,,,,aku juga bingung , secara logika,,,,, jika tidak ada masalah berat yang dihadapi Dyan , dia tidak mungkin melakukan perbuatan diluar akal sehatnya , dan jika benar selama ini Dyan telah membohongi pihak sekolah dan kita semua , anggap saja apa yang dialami Dyan pagi tadi sebagai hukuman atas ketidakjujurannya " jelas Tria ,
" Dari apa yang terjadi atas Dyan dan Abdul , ada pembelajaran dan hikmah yang bisa aku ambil ,
" Itulah bedanya kalian , kamu dan Cepi menyikapi masalah dengan menggunakan akal sehat , sementara Dyan dan Abdul akal sehatnya sudah lebih dulu dikalahkan oleh nafsu dan minuman beralkohol " ujar Riani ,
" Heemmhh,,,,," gumam Tria ,
__ADS_1
Setiba dirumah , Tria berganti pakaian dan mengerjakan rutinitas rumahannya sebelum lanjut pada tugas utamanya yaitu belajar ,
Setelah membersihkan tubuh dan mengenakan pakaian , Tria menghampiri meja belajarnya dan mulai membaca mata pelajaran yang akan diujiankan esok hari ,
Tria mempelajari semua soal - soal latihan yang telah dipelajarinya disekolah selama dua bulan terakhir , Tak lupa ia menyalakan musik sebagai teman belajarnya ,
malam semakin larut , Tria merasakan matanya mulai mengantuk , ia pun menyudahi aktifitasnya , dilangkahkannya kakinya menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana , hingga perlahan mulai terlelap
Ditengah malam yang hening Tria tersadar dari mimpinya , ia mengerjapkan matanya , waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi ,
Tria beranjak dari tempat tidurnya , mengenakan mukenanya setelah lebih dulu berwudhu ,
" Ya Rabb,,,,ampunilah segala dosa - dosa hamba , berikanlah petunjuk atas segala yang telah Engkau tetapkan atas hamba , berikanlah yang terbaik bagi hamba ,
__ADS_1
Ya Rabb,,,,,berikanlah hamba dan teman- teman hamba kemudahan serta kelancaran dalam melaksanaan ujian dan berikanlah kesabaran serta jalan keluar pada teman - teman hamba yang Engkau uji dengan permasalahan , jadikanlah kami hamba - hambamu yang selalu bersyukur aamiin,,,,," doa Tria disepertiga malamnya ,