
" Akhir nya sampai juga " Desah Tuan Edwin saat turun dari pesawat nya
" Ayah ini sudah tua tidak bisa terlalu lama di pesawat " Jawab Keynan
" Yang penting aku masih kaya, Bisa mengimbangi kekayaan mu ya walau kita tidak tau seberapa kaya nya di anatara kit "
" Ck, yang benar saja " Dengus Keynan
" Sudah kau urus perizinan pesawat di sini Lee ? " Tanya Tuan Edwin lagi
" Sudah Tuan, Semua sudah siap "
" Kita akan menyewa Villa atau menginap di resort saja Tuan ? " Tanya Lee lagi
" Villa saja, aku ingin tempat Privasi " Jawab Keynan
" Ayo suit siapa yang kalah dya yang bayar biaya liburan disini " Tantang Keynan
" Siapa takut " Jawab Tuan Edwin
" Gunting Batu Kertas " Teriak Kedua nya
" Hahahaha kau kalah anak muda " Tuan Edwin menang
" 3 kali " Jawab Keynan
" No kau sudah kalah ya kalah saja " Jawab Tuan Edwin lagi
" Aku ingin Villa yang mewah, Serta Chef andalan agar aku bisa makan masakan Indonsesia sepuas dan sesuka ku, Selama disini aku ingin mobil nya yang atap nya bisa terbuka biar aku seperti turis turis itu " Ucap sang Tuan Edwin
" Ya ya ya ya terserah " Ketus Keynan lagi
Anak anak begitu antusias menikmati liburan kali ini di pulau bali pulau nya para dewa itu yang terkenal karna disani mereka akan mengunjungi Ubud, Pantai Pandawa yang sangat terkenal dan Pure yang sudah sangat terkenal.
" Daddy, aku ingin naik banana boad itu " Teriak Alandra saat mereka sudah sampai di Villa tempat mereka menginap dengan View langsung menghadap ke pantai
" Iya, Makan dulu baru main air ya " Mawar memperingati
Selesai makan semua bergegas untuk ke pantai tak LupaTuan dan Nyonya Besar Young tak kalah antusias nya.
" Ibu, No bikini oke, Hargai anak anak disini " Peringatan dari Keynan keluar
" Siapa yang mau berbikini, Memalukan saja telanjang seperti itu " Gerutu Nyonya Mitha
" Good " Balas Keynan
Sememtara di Negara Sana Alvian masih berkutat dengan setumpuk pekerjaan nya, Bahkan dya rela lembur dan dirumah masih bekerja lagi demi cepat mengunjungi kekasih yang sudah di rindukan nya itu
__ADS_1
" Al, Ini sudah waktu nya Pulang, Ayo " Angel mengajak Alvian pulang
" Pulang lah Duluan An, Kasihan Jeremmy dya pasti merindukan mu " Ucap Alvian
" Jasson juga akan sampai hari ini Al, Pasti dya sudah dirumah " Jawab Angel
Nb : Ingat gak sama Jasson ? kalau baca dari Part awal pasti kenal sama Jasson ya
" Aku duluan Al" Pamit Angel lagi
Alvian masih melanjutkan pekerjaan nya hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 06.35 sore dan dya bersiap untuk pulang
Saat di jalan pulang dya merasa ada mobil yang mengikuti nya sejak keluar dari kantor dan semakin lama mobil itu semakin gencar mengikuti nya dan Alvian sadar akan hal itu.
Dengan segera Alvian membelokan Mobil nya ke Mini market agar menghindari Mobil yang mengikuti nya dan benar saja, Mobil itu juga berhenti dan masih mengamati nya tak habis akal Alvian meminta bantuan salah satu penjaga toko Pria yang bekerja
" Permisi, maaf bisa saya minta tolong ? " Tanya Alvian
" Iya ada apa Tuan ? " Tanya sang Pelayan
" Jika kamu bawa baju ganti bisa aku meminta nya ? Aku sedang di ikuti orang yang mungkin saja jahat, Aku akan membayar mu jika perlu aku meminjam motor mu " Ucap Alvian lagi
" Tolong percaya pada ku, Nama ku Alvian Arrasha, Ini kartu nama ku, Dan ini, Ambil semua uang ku dan aku pinjam motor mu besok orang ku akan mengembalikan nya pada mu, Cepat tolong aku, Ku mohon sebelum mereka datang " Alvian menyerahkan kartu nama nya dan Seluruh uang yang ada di dompet nya dan menurut nya itu cukup
Sampai akhir nya sang pelayan memberikan baju ganti nya dan memberikan kunci motor nya dan topi serta masker.
Alvian sudah keluar dengan tampilan lain nya dengan celana jeans dan sendsl jepit serta jaket jeans dan kaos yang agak sempit di tubuh nya serta topi dan masker.
Dengan langkah pasti tanpa membuat curiga sedikit pun dya menaiki sepeda motor dan memakai helm dengan segera melajukan motor nya melewati mobio yang sedang menunggu nya.
Dapat di lihat Alvian ada 3 orang di dalam mobil dan 1 orang yang mencari nya di dalam mini market tadi.
Tapi sebelum itu dya sudah mengingat plat mobil yang mengikuti nya tadi.
Sampai lah Alvian di depan gerbang utama, Saat dya membunyikaj klakson motor nya para penajaga datang menghampiri nya dan bertanya siapa dya.
" Ini saya, Alvian " Ucap Alvian membuka Masket dsn kaca helm nya
" Silahkan Tuan " Sang penjaga membuka pintu gerbang kecio dan Alvian masuk ke rumah nya
" Panggil kan Jacki dan suruh menunggu ku di ruang kerja " Titah nya lagi
Dengan segera Alvian menuju kamar nya dan membersihkan diri 25 menit kemudian dya sudah rapi dan segar.
Keluar kamar nya menuju Kamar Papa nya guna melihat keadaan nya " Pa, Vian Pulang " Sapa Alvian berjongkok di Hadapan kursi roda Tuan Arrasha
" Papa sehat ? " Tanya Alvian
__ADS_1
Tuan Edwin mengangkat tangan nya dengan susah payah agar mencapai kepala sang Putra penuh dengan pejuangan keras hingga dya berhasil mencapai kepala sang Putra
" Pa ? " Alvian kaget papa nya bisa menggerakan tangan Kanan nya yang sudah hampir 12 tahun ini Mati rasa dan tidak bergerak sama sekali
Tuan Arrasha hanya menanggapi dengan Anggukan kepala nya dan tersenyum senang melihat Putra kesayangan nya " Vi...an " Panggil Papa nya
" Iya pa, Vian disini, Vian senang papa nunjukin respon yang bagus pa, Semoga kedepan nya papa bisa sembuh dan sehat lagi " Doa Alvian
" Pa...pa Sa...yang Vi...an " Ucap Sang Pap
" Iya Pa, Vian juga sayang Papa, Papa semangat ya, Vian akan temenin papa terus, Semangat ya pa "
" Se...ma...ngat " Jawab Papa nya
" Vian ke ruang kerja dulu ya pa, Ada kerjaan dikit " Alvian mencium kedua tangan Papa nya dan pergi ke ruang kerja nya
" Maaf, Sudah lama menunggu ku Jack ? " Tanya Alvian saat sudah di ruang kerja nya
" Tidak masalah Tuan, Saya maklum " Jawab Jacki
" Jack, Papa menunjukan respon yang baik, Papap bisa mengangkat tangan kanan nya dan menyentuh kepala ku Jack " Cerita Alvian
" Saya ikut senang Tuan Muda, Tuan Besar menunjukan kemajuan nya " Jawab Jacki
" Alvian saja Jack, Jangan Tuan Muda, Saya risih mendengar nya "
Ini lah Alvian dya kurang suka dengan embel embel Tuan Muda Tuan Muda itu, Rasa nya di panggil dengan Tuan Muda sedikit aneh menurut nya
" Maaf Tuan Al, Kami tidak berani dan tidak pantas " Jawab Jacki lagi
" Tuan Al lebih baik Jack, Kita langsung saja "
Jacki mendengar kan apa yang akan di sampai kan Tuan Muda nya itu.
" Selidiki Mobil Jeep Dengan plat mobil XXXXXX yang mwngikuti ku saat keluar dari Kantor dan cek CCTV jalan dari kantor hingga ke mini market XX Temlat aku meninggalkan mobil ku dan kemana mereka berakhir " Cerita Alvian tentang mobil Jeep yang mengikuti nya dari
" Baik Tuan, Apa tidak sebaik nya Anda melakukan pengawalan Tuan ? saya yakin mereka akan kembali lagi mengikuti anda dan setelah ini saya juga yakin mereka tau anda pasti merass curiga dan akan kembali melakukan pengintaian dengan mobil yang lain mungkin " Jacki mengutarakan pendapat nya dan dapat di cerna oleh pikiran Alvian
" Masuk akal juga, Baik lah, Lakukan pengawalan kalian, Lakukan dengan beberapa motor dan menyamar sebagai taksi saja, lakukan dalam jarak agar tidak mencurigakan, Aku mau di kawal bukan karna aku takut untuk mati, Tapi aku memikirkan nasib dari ribuan Karyawan Ku Jack, Dan ada Wanita yang menunggu ku "
" Saya paham Tuan, Menurut saya Nona Lily wanita baik dan tulus " Jawab Jack
" Dya memang baik Jack, hati nya begitu tulus seperti seorang bidadari, Walau aku tak pernah bertemu bidadari tapi bagi ku dya seorang bidadari untuk ku " Jawab Alvian
" Baik Tuan, Jika tidak ada lagi saya permisi " Pamit Jacki meninggalkan Alvian di ruang kerja nya
Tak lama ponsel Alvian berdering dan dya tau siapa penelpon nya tak lain dan tak bukan adalah Lily wanita yang di cintai nya sejak usia 7 tahun, Gila bukan ? tapi itu lah Cinta Alvian yang terbalas kan di Usia Lily yang ke 17 tahun
__ADS_1