
Sepanjang perjalanan dari ruma Jaka di atas sana, Saat ini mereka menuju tempat pemancingan Pribadi mikik pak Joko.
Yang di sebut Keynan sebagai tempat bertapa nya Sunggokong manusia Kera itu.
" Ya Tuha...Apa apaan ini Jaka ??? Aku bisa gila jika terus begini. Apa Papa mu sudah bosan hidup ? Membangun kolam pancing di tempat seperti ini ? Jika dya terjatuh dan terguling bagaimana ? Bisa bisa dya habis tak bersisa lagi. " Keynan masih saja mengomel saat mereka menuju ke tempat pemancinga.
" Maaf kan Saya Tuan."
" Ck--" Keynan tak sanggup melanjut kan omelan nya saat mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Kolam pancing Pribadi ini sengaja di buat untuk Pribadi, Disana banyak ikan ikan yang terlihat kesana kemari di dalam kolam yang air nya langsung dati sungai kecil yang sangat bersih itu. Dan suangi itu berada di kawasan tanah pak Joko juga.
Keynan langsung berjalan untuk mencuci kaki dan wajah nya dengan air itu sampai saat kaki nya menginjakan di air beriak yang jernih itu dya merasakan sensasi yang sangat luar biasa.
" Ya Tuhan, Ini sangat sejuk dsn segar. Udara ini ? Ya Tuhan..." Gumam Jaka lagi.
Keynan bahkan saat ini sudah telentang di air beriak tanda tak dalam itu. Sungguh, Ini sangat luar biasa rasa nya.
Dingin dan menyegar kan !
" Lihat Tuan mu Park, Dya kuno sekali. Aku bahkan sudsh sering mandi di sungai saat berkunjung ke kampung halaman ratih di Lembang. Tak jauh dari sini. Memang sangat sejuk. Ayo, Kau harus mencoba nya. " Lee langsung menyeret Park dan mendorong nya hingga Park basak kuyup.
Byuurrr...
" Sialan Kau Lee. Ponsel ku basah bodoh !" Umpat Park pada Lee yang dengan santai nya melomoat dari Atas ke dalam air yang cukup dalam.
Byuurrr...
Lee melompat dan ini sangat seru.
" Kita sudah seperti Trip Traveling Park, Sungguh luar biasa rasa nya " Lee berjalan ke arah Keynan dan Park yang menyender di batu batu besar itu.
" Aku rasa membangun Villa Pribadi disini bisa juga. Untuk menenangkan pikiran. " Celetuk Keynan tiba tiba.
Hal itu membuat Jaka langsung menghampiri. " Maaf Tuan, Saya rasa itu tidak akan mungkin terjadi, Karna Papa tidak akan membiarkan hal iyu terjadi. Bahkan Jika saya menikah nanti pun saya harus menerus kan Peternakan ini dan Perkebunan teh milik papa. "
" Jadi, Kau akan kembali kesini ?"
" Ya. Itu sudah kesepakatan akhir. Tapi aku akan menemani Tuan Besar hingga nafas terakhir nya Tuan. " Jawab Jaka mantap.
__ADS_1
" Aku tebak, Kau akan menerima 3% dari saham milik nya dan itu sudah di tanda tangani nya. " Keynan lagi.
Meninggalkan para Pria yang sedang menikmati Sejuk nya Suasana desa nya Jaka, Lain lagi soal wanita yang sedang memasak membantu Mama nya Jaka Buk Jamilah.
Karna terbiasa memasak tanpa bantuan pembantu dan sekarang dya harus merelakan dapur nya di obrak abrik oleh para pelayan Nona muda keluarga Young yang saat ini sedang di pijat suami nya, Karna kehamilan nya yang semakin membesar itu kaki nya sering kesemutan dan keram di kaki nya.
" Masih sakit Schatzi ?" Alvian masih memijit kaki nya Lily.
" Sakit, Kaki nya bengkak By, Perut nya berat. " Lily kembali mengeluh pada Alvian tentang sakit Kaki nya.
" Sabar ya, Semangat Sayang. Mereka bahagia di perut kamu. Harus kuat. Jika merasakan sesuatu segera hubungi aku jika terjadi sesuatu dan jangan melakukan hal aneh aneh lagi. "
" Iya. Aku rindu rumah kita. Aku rindu kamar kita. Aku rindu Fellio. Kapan kita pulang ?" Tanya Lily yang saat ini sedang bersandar di dada bidsng suami nya.
" Sabar ya sayang, 2 hari lagi pesta ulang tahun perusahaan Daddy, Kan kali ini di adakan di Bali, dan lagi pula Privat gitu. Acara nya Family Gatering gitu. ".
" Hubby, Mau makan, Laper. "
" Sebentar lagi ya Baby, Sebentar lagi jam makan malam nya." Tak lama mereka dipanggil untuk makan malam.
Dan kali ini makan malam mereka di dekat kolam renang dan makan beralaskan tikar lesehan ala orang Jawa .
Dan itu sepupu Mama nya Jaka. Katemi Sucita Embun. Mami nya Deka.
" Jam, Jamilah...Yuhuuu..." Teriak nya lagi.
" Ada apa Katemi ?"
" Loh, Kok banyak tamu ? Maaf mengganggu. " Ucap Deni .
" Loh, Tuan Lee, Anda disini juga ?" Lee yang merasa nama nya di panggil pun langsung melihat ke arah sumber suara.
" Oh, Selamat malam Tuan Deni. " Lee bangkit dan menjabat tangan Deni.
" Maaf mengganggu. " Ucap Deni tulus memindai satu persatu orang disana. Dan sampai akhir mata nya menangkap sosok yang pernah berseteru dengan Besan nya. Siapa lagi kalau bukan Bara Reynaldi Thomas yang bertarung bebas dengan sang Raja Bisnis Korea.
Keynan Min Young.
" Selamat malam Tuan Keynan. " Sapa Deni ramah.
__ADS_1
Melihat sekilas dengan ekor mata nya Keynan menjawab. " Selamat malam kembali Tuan Deni. Anda Orang tua nya Menantu Bara bukan ? Laki laki Arogant dan sombong itu. " Ucapan Krynan hanya di tanggapi Senyuman oleh Deni. Karna memang benar ada nya itu.
" Benar Tuan. "
" Karna kau baik, Aku mempersilah kan mu untuk bergabung. Ayo makan. Ikan itu tadi aku yang mendapat kan nya. Makan lah. "
" Oh terima kasih Tuan. " Menolak tidak mungkin akhir nya Deni dan Mami Kate sepakat untuk bergabung.
Dan Mami Kate melihat ada sosok tampan disana yang sedang memasak bersama seorang wanita yang di nilai nya sebagai pelayan.
" Ada apa Nyonya ? Itu suami ku ? Apa ada masalah ?" Nah kan ? Sikap Arogant nya keluar juga.
Lily semakin waspada pada setiap pasang mata yang menatap suami nya itu. " Maaf Nona, Bukan maksud saya begitu. Hanya saja saya sedikit Familiar dengan Nya. "
" Dya suami ku. Alvian Arrasha Wook. Kenapa Nyonyq ?" Tanya Lily lagi.
" Ah...maaf, Mungkin saya salah telah menduga nya. Sekali lagi maaf Nona. Eh ? Sudah berapa bulan ? Cantik sekali anda Nona. " Mami Kate memang selalu gemas setiap kali liat Cewek cantik.
Apalagi Lily memang cantik dan menggemas kan dengan perut buncit dan Pipi cubby nya.
" Schatzi, ini Smoothies nya. Banana Chese Strawberry kan ? Ini salad buah nya juga." Mami Kate semakin kagum melihat Kelembutan yang di tunjukan Alvian ke Istri nya.
" Letak dulu ponsel nya Schatzi, Bisa nanti lagi kerja nya. "
" Tapi ini laporan Butik dari Eme By, Sebentar. "
" Letak sekarang Schatzi ,! " Ucap Alvian lembut namun tegas. Hal itu membuat Lily bungkam dan menuruti semua perintah suami nya.
" Ayo buka mulut nya. Kamu kalau makan pasti gak bener nanti. Sibuk liat ponsel terus. " Akhir nya Alvian menyuapi Lily memakan salad buah nya sampai habis dengan di tambah segelas besar Smoothies buatan Alvian tadi.
Saat sudah selesai pun mereka masih bicara soal bisnis dengan Tuan Deni juga ikut membahas nya bersama Mami Kate.
Tapi, Mami Kate masih penasaran dengan Lily tadi. Butik apa maksud nya. Tapi Mami Kate lebih tertarik dengan yayasan yang di pimpin oleh Ratih di bawah naungan Young Group.
Jangan lupa baca Daddy Gale ❤
__ADS_1