
Sudah hampir sebulan Lily dirumah Keynan dya merasa ada yang hilang.
Dya merindukan suami nya yang selalu menemani tidur nya.
Dya sudah bertekad untuk kembali kerumah nya karna sudah mendapat wejangan dari ketiga sahabat nya di paris dan Kimmy juga Tristan.
My By ❤
Aku mau pulang, Jemput.
^^^Schatzi ❤^^^
^^^Iya Schatzi, Aku jemput. Tunggu ya Sayang ❤^^^
🌼🌼🌼🌼🌼
Pesan Lily langsung di balas suami nya.
Ya Alvian selalu merindukan istri mungil nya itu.
Kemanjaan dan kenakalan nya semua dirindukan oleh Alvian.
Bergegas keluar dari ruangan nya Alvian langsung keluar dari kantor.
" Jack, Aku akan menjemput Lily ku. Aku harus pergi."
" Baik Tuan, Silah kan "
" Doa kan aku Jack "
" Ya Tuan, Semangat " Alvian langsung mengendari mobil nya menuju rumah Sang Mertua Kaya Raya Tiada Tara nya.
Sepanjang perjalanan Alvian terus tersenyum sampai dya melihat ada Stand makanan Es boba dan dya juga membeli Pudding Mangga.
Alvian sudah sampai di rumah sang Mertua.
Dya sudah melihat sang istri di depan pintu utama sudah menunggu nya dengan sangat cantik dengan perut yang mulai sedikit membuncit.
" Kamu sehat Schatzi ? " Alvian bertanya namun Lily hanya diam saja.
" Baby sehat ? Tidak nakal bukan ? Jangan nakal ya ? Kasihan Mami " Alvian memberanikan diri mengelus perut Lily dan kali ini Lily tidak menolak nya.
Karna sebenar nya ini yang di ingin kan nya.
Boleh kah jika Lily serakah ? Boleh kah jika Lily ingin memiliki Alvian sendirian ? Tidak ingin berbagi ?
Tersenyum samar saat sang suami mengelus perut nya Lily melihat suami nya membawa bungkusan yang membuat nya Tergiur.
" Mau ini ? tadi aku beli boba ada pudding mangga susu juga. Ini " Alvian mengangsur kan bungkusan itu ke Lily dan langsung di sambut oleh nya.
Alvian bahagia melihat mata indah itu kembali berbinar.
Mata indah itu sudah kembali walau belum sepenuh nya.
Lily langsung berjalan meninggalkan sang suami yang masih diam disana.
Berhenti di depan mobil mewah Lily tau ini mobil baru.
__ADS_1
" Itu baru sayang. Tadi nya mau kasih kejutan ke kamu. Tapi..." Lily langsung masuk ke dalam mobil dengan harga yang sangat luar biasa berwarna abu abu.
" Buat apa lagi beli mobil ? Mobil juga banyak. Oh iya lupa, Buat istri baru kamu ya ?"
" Schatzi, Bisakah untuk tidak membahas nya ? Kamu tau dimana hati aku bertempat. Siapa yang memiliki nya "
" Terserah " Lily terus menikmati boba dan pudding mangga susu dengan wajah berbinar.
" Kenapa ?" Lily melirik ke arah suami nya yang terus menatap ke arah nya.
" Gak papa. Kamu cantik "
" Istri baru kamu juga cantik "
" Schatzi, Please. Jangan membahas nya. Demi Tuhan hanya kamu pemilik nya " Alvian membawa tangan Lily ke arah dada nya.
Lily tetap diam dan melanjut kan kegiatan nya dengan boba dan pudding susu nya.
" Enak ? "
" Hm " Jawab Lily.
Mereka sudah sampai di rumah nya Arrasha.
Lily di sambut bahagia oleh para pelayan nya.
" Nyonya....Kami rindu " Dengan tak tau malu nya mereka barisan para pelayan wanita menyambut dan memeluk sang Nyonya saat tau siapa yang datang.
" Is jangan peluk, Ini bau Parfume siapa ? Bau Vanilla ? Aku gak suka " Lily menutup hidung nya.
" Jangan di pakai lagi...Aku mual " Dengan ekspresi imut nya Lily merajuk
" Iya Nyonya " Dya tersenyum senang.
Namun saat mereka sedang berpelukan Lily melihat ada beberapa pelayan yang membawa bunga Lily dan juga pohon pohon nya.
Lily tau itu pasti bunga Lily milik nya, Karna sudah di perkirakan bahwa ini saat nya mereka bermekaran.
" Tunggu " Lily berjalan mengahampiri pelayan yang membawa bunga Lily tadi.
Alvian mengkuti sang istri mendekat ke arah Lily yang menghampiri pelayan tadi.
" Ini bunga milik ku kan ? Siapa yang berani mencabut nya ?" Lily mulai marah melihat ke arah Alvian.
" Sayang, Sudah jangan marah marah. Ayo kita lihat dulu ke taman kamu " Alvian menggandeng tangan Lily ke arah taman belakang.
Sampai nya disana dya melihat Rival nya dirumah ini sedang memerintah pelayan mencabut habis bunga bunga milik nya.
" Cabut habis semua bunga Lily itu. Aku tidak menyukai nya. Ganti dengan bunga Tulip " Titah Kikan berasa Nyonya.
Kelakuan Kikan membuat Lily murka karna emosi.
" Berani nya kau !!!" Teriak Lily sambil mendatangi Kikan dengan emosi.
Di doromg nya tubuh Kikan hingga mundur benera langkah ke belakang.
__ADS_1
" Apa ada yang salah ?" Jawab Kikan dengan santai nya.
" Lihat By, Lihat. Wanita apa yang kamu bawa ke rumah ku ? Ini rumah ku. Ini rumah anak anak ku. Ini rumah dari papa untuk ku. Dya tidak berhak menyentuh barang milik ku "
" Aku juga berhak di rumah ini. Aku istri kak Alvian juga " Kikan melawan.
" Aku Nyonya dirumah ini. Aku pemilik rumah ini. Semua harus sesuai aturan ku. Itu semua bunga milik ku By, Aku pulang karna ingin melihat mereka bermekaran. Tapi dya merusak milik ku " Lily menangis sambil menunjuk ke arah Kikan.
" Sudah jangan menangis, Nanti aku yang mengganti nya. Biar kan saja dya ya "
" Jangan kau kira aku diam membiarkan mu selama satu bulan ini kau bisa seenak nya. Ini rumah ku By Ini rumah ku " Lily sudah emosi pun langsung menarik rambut Kikan dengan kedua tangan nya.
" Aduh...aduh kak...sakit...kak tolong kak "
" Aku membenci mu...aku membenci mu..."
" Schatzi sudah ayo...biar kan dya " Alvian mencoba memisah kan Lily dari Kikan.
Bukan dya membela Kikan dya hanya tidak ingin Lily terluka.
" Pergi usir dya. aku tidak ingin dya tinggal dirumah ku. Dya harus pergi " Lily semakin menangis di pelukan Alvian setelah melampiaskan emosi nya.
" Kak lihat wajah ku terkena cakaran dari Lily, Rambut ku juga rontok " Adu nya manja ke Alvian.
" Kikan Cukup !!! Kau sudah keterlaluan. Lily sudah berbaik hati menampung mu disini. Dya memberi mu kesempatan menikmati semua nya. tapi kau malah menyakiti istri ku. " Alvian mulai meninggikan suara nya.
Dengan segera Alvian menghubungi Jack.
" Jack, Siap kan rumah yang di utara. Siap kan semua nya. Kikan akan tinggal disana. Bawa 5 orang palayan dari sini dan bawa juga mobil yang di ingin kan nya " Titah Alvian.
" Aku ingin mobil baru itu dan yang merah " Kikan menunjuk Bugatti baru milik Alvian dan sih merah kata Alvian yang memberi nama.
" Berani nya kau ! Itu mobil milik mu. Suami ku membelikan nya untuk ku. itu yang kau minta adalah mobil ku. Semua yang ada dirumah ini miliki ku. kau tidak berhak sama sekali " Teriak Lily kembali.
" Sayang sudah, ingat ada Baby disini " Alvian mengelus perut Lily.
" Aku juga ingin semua tas yang sama dengan milik Lily "
" Kau berani memasuki kamar ku ? By dya melihat semua tas milik ku. dya menyentuh nya. dan itu, itu kalung milik ku. Itu kalung yang kamu kasih itu milik ku " Lily kembali menangis sakit hati karna barang milik nya di pakai Kikan dengan lancang nya.,
" Siapa yang mengijin kan mu masuk ke kamar istri ku ? Kau sudah keterlaluan " Alvian juga emosi.
" Tapi kak aku juga ingin di manja seperti Lily."
" Kau tidak berhak disini Kikan. Sadari batasan mu " Alvian tegas.
" Tapi kak " Kikan kembali menyela.
" Bereskan barang barang mu dan pindah ke rumah utara. Jack akan menjemput mu "
" Kak ini gak adil sama aku "
" Ini adil Kikan. Semua sudah adil "
" Adil apa nya ? Bahkan kakak tidak pernah menyentuh ku "
" Karna memang aku tidak mencintai mu dan aku tidak menginginkan mu " Balasan Alvian membuat Lily tersenyum menang.
__ADS_1
" Kau dengar ?" Ejek Lily