
" Mommy..." Panggil Lily saat turun dari kamar nya menuju meja makan untuk makan siang.
" Jangan teriak teriak Sayang, Ada apa ?" Tanya sang Daddy
" Mau ini. Tapi harus mirip " Lily menyerahkan ponsel nya ke sang Daddy.
Dengan segera Keynan menyambut ponsel sang bunga Lily nya.
" Memang harus seperti ini ? " Tanya Keynan lagi dan Lily mengangguk lucu.
" Pelayan " Panggil Keynan.
Tak lama ada 5 orang pelayan yang datang menghampiri sang Tuan.
" Iya Tuan ?"
" Buat Kan Putri ku seperti ini. Harus mirip " Titah Keynan dan pelayan yang melihat ponsel samg Nona pun bersiap melakukan nya.
Dan saat pelayan hendak pergi Lily menghentikan nya.
" Tunggu " Kata Lily
" Apa lagi sayang ?"
" Aku ingin Strawberri nya yang baru ku petik tadi pagi dirumah Suami ku. Aku ingin dya yang membuat kan nya Dad " Lirih Lily takut sang Daddy marah.
" Daddy bisa melakukan nya untuk kamu. Tidak perlu dengan nya " Tegas Keynan.
Mawar yang melihat Putri nya murung langsung berkata.
" Biar Mommy yang menghubungi suami kamu ya. Biar dya kesini " Mawar mengambil ponsel nya dan menghubungi sang Menantu nya.
Beberapa kali berdering akhir nya Alvian mengangkat nya.
Terdengar suara serak dan bangun tidur disana. seperti nya sang menantu sedang tertidur tadi nya.
" Hallo Al " Kata sang Mommy mertua
^^^*Ya Mom, Ada Apa ?^^^
" Lily meminta mu untuk mengambil Strawberri di kebun belakang rumah kalian. Dan dya juga meminta mu untuk datang kesini segera. "
^^^Apa Lily mengidam Mom ? Aku akan segera kesana segera Mom.^^^
" Ya, Terima kasih Al. Hati hati di jalan "
^^^Iya Mom, Terima kasih kembali telah menghubungi ku. Aku Akan segera kesana Mom.^^^
" Baik lah Al. Mommy Tutup "
^^^Iya Mom*.^^^
Telpon terputus.
" Sudah bukan ? Sekarang beri Mommy senyuman " Pinta Mawar dengan tulus nya.
Dengan segera Lily memberikan senyuman manis nya. Mawar bahagia.
Ya walau dya tau senyuman itu di atas luka yang masih basah dan belum mengering.
" Duh...Cantik nya Anak Mommy " Pujian dari Mawar.
Namun tiba tiba di tambah dengan Suara dinginnyang terdengar.
" Aku juga anak Mommy " Alendra mulai kesal karna sang Mommy bicara Lily putri nya.
" Hey aku juga anak Mommy " Alandra tak mau kalah berdebat.
" Tidak kah ada yang ingin menjadi Anak Daddy ?" Tanya Keynan memecah perdebatan meraka.
" No " Jawab sih kembar membuat Keynan mencebik kesal.
__ADS_1
" Ck, Begini tidak mau menjadi anak Daddy. Saat Daddy membeli mobil baru semua sibuk ingin memiliki nya. Baik lah Leo, Kapan kita menaiki mobil baru kita ? Daddy baru membeli Limmosin terbaru " Pancingan Keynan.
Dan benar saja para anak nya berebut ingin menaiki mobil itu.
" Aku mau Dad "
" Aku anak Daddy " Alandra
" Hey, Aku yang tertua. Aku duluan yang harus menaiki nya. " Lily tak mau kalah.
Mawar pising melihat anak anak nya masih saja suka berdebat dan berebut.
Namun itu pula penghangat keluarga mereka dengan berdebat kecil.
" Diammmmm!!!!" Bentak sang bunga Mawar dirumah itu.
" Rasakan kalian " Keynan menakuti ketiga anak anak nya.
" Kamu yang salah Mas. Kenapa mesti selalu pamer. Buat apa lagi Mobil ? Mobil udah banyak juga. Buat aku tambah pusing aja ngurusin keungan pajak dan lain nya " Kelih sang Mawar tercinta.
" Itu hadiah untuk Leo Yank " Keynan melembut melihat reaksi sang Mawar yang sudah mulai garang.
" Terserah ! sekarang duduk diam dan makan " Titah nya lagi.
Dan saat setengan acara makan siang nya Reas datang memanggil sang Mami.
" Mami...Mami dimana ?" Tanya Reas dengan suara lantang nya.
Lily yang kaget langsung melihat ke arah sumber suara yang terdengar.
" My Bumblebee. Sini sayang " Lily merentangkan kedua tangan nya memeluk sang putra.
" Reas gak mau tinggal sama papi mi...Papi jahat sama Mami. Aunty Kikan juga jahat sama Mami. Aunty Kikan yang buat mami nangis terus kan ? Reas gak mau punya Mami selain Mami Lily. Mami Reas cuma Mami Lily " Cerita bocah itu panjang lebar dalan dekapan sang Mami.
" Iya sekarang makan dulu ya. Kamu belum makan kan ?" Tanya Lily dan Reas menurut ikut makan siang.
Sementara Dirumah besar keluarga Arrasha.
Alvian turun dari kamar nya dengan terburu buru.
Turun dengan tergesa gesa Alvian memanggil para pelayan dengan suara lantang yang menggema.
" Pelayan...pelayan..." Panggil nya.
" Iya Tuan ada yang bisa kami bantu ?" Tanya Pelayan.
" Ayo bantu aku memetik Strawberri. Istri ku sedang menginginkan Strawberri. Lily ku menginginkan nya. Aku harus cepat ayo " Alvian berlari menuju halaman belakang yang menjadi kebun pribadi mereka dan semenjak menikah dengan Lily kebun itu di jadikan kebun Organik oleh sang istri tercinta untuk hidup sehat mereka semua.
Saat sudah selesai memetik Strawberri dan Buah Berri lain nya dan di masukan kedalam kotak kotak makanan dan di masukan lagi kedalam keranjang buah.
Alvian segera menuju Rumah sang Mertua.
" Kak, mau kemana ?" Tanya Kikan menghentikan langkah sang suami
" Minggir. Aku inhin menemui Istri ku "
" Kak, Aku juga istri mu " Kikan mencegah kepergian Alvian.
" Istri ku memang dua. Tapi cinta ku hanya satum Lily ku hanya satu. Ya Lily ku " Lagi lagi hati Kikan bagai di siram air cuka di atas luka nya.
Perih...
" Kak aku mau ikut ya " Kikan kembali menggoda.
" Tidak kamu dirumah saja " Alvian meninggalkan Kikan disana dan langsung masuk ke dalam mobil nya.
Dengan semangat Alvian mengendarai mobil nya agar bisa cepat sampai ke rumah sang Mertua.
Istana nya keluarga Keynan.
Senyum terus mebgambang di wajah sang Alvian. Bibir nya terus menyungging kan senyuman indah.
25 menit mengendarai mobil nya Alvian sampai di Rumah sang mertua.
Dengan bahagia nya dia turun dari mobil dan disana dya sudah melihat sang istri di lantai atas. Tempat berada nya taman mini dan kolam renang Pribadi keluarga nya.
__ADS_1
Dapat di lihat Alvian istri nya sangat cantik walau dengan wajah yang sedikit pucat.
Melambaikan tangan nya Alvian melihat ke arah Lily.
Lily mulai tersenyum behagia melihat Alvian datang dengan keranjang yang di tebak nya berisi Buah Strawberri di kebun belakang.
Senyum nya terus mengambang melihat Alvian namun seketika senyum itu luntur karna ada mobio masuk lagi dan saat orang itu keluar Lily kaget bahwa yang keluar adalah Kikan.
Berani nya dya ikut datang kesini.
Senyum Lily hilang dan bergegas turun untuk melihat Alvian dan Kikan.
" Sayang, Schatzi" Alvian merentang kan kedua tangan nya ke arah Lily.
Di kira nya Lily akan datang menyambut pelukan nya.
Namun malah tamlaran yang di dapat kan nya.
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi Alvian.
Kikan yang kaget langsung mendatangi Alvian.
" Kak, Kakak gak kenapa kenapa kan ? Kakak baik baik aja kan ?" Kikan panik melihat wajah Alvian.
Sadar akan kehadiaran Kikan, Alvian menghempaskan tangan Kikan dari wajah nya.
" Kenapa kamu bisa sampai disini ?" Tanya Alvian datar.
" Pergi " Kata Lily mulai menangis kembali.
Melihat Lily menangis Alvian mulai panik dan memeluk nya.
" Jangan sentuh aku. Pergi " Tegas Lily
" Lily sayang, Aku tidak membawa nya. Aku berani bersumpah demi nyawa ku sendiri. "
" Pergi..." Lirih Lily sudah berlinang air mata.
Keynan segera menyusul melihat sang Putri yang tiba tiba turun dengan buru buru.
Dan ternyata di depan sudah ada Alvian dan istri baru nya..
" Kau..." Rahang Keynan mulai mengeras melihat Alvian dan Kikan.
Berjalan mendekat hendak memukul Alvian Lily menghentikan sang Daddy.
" Usir mereka Dad, Aku tirak ingin melihat mereka " Lily mengusir Alvian
" Kau dengar " Geram Keynan.
" Tapi Sayang, Ini Straberri nya. kamu mau ini kan ? Ini aku yang petik sendiri " Alvian masih mencoba meyakin kan sang Lily.
" Pergi...aku tidak mau melihat mu lagi...aku membenci mu. Aku benci kamu..." Lirih Hati Lily.
Alvian menggelang kan kepala nya tanda menolak.
" Mari kita ber...ce...rai "
Deg !
Jantung Alvian serasa berhenti mendengar kata haram yang keluar dari bibir mungil Lily nya.
" TIDAK !!! Aku tidak mau bercerai "
" Kalau begitu pergi lah. Jangan pernah menampakan wajah kamu lagi di hadapan aku. Aku membenci mu. Dad, Usir mereka. Aku tidak ingin melihat mereka. walau hanay bayangan saja " Lily berlari masuk ke dalam rumah Daddy nya setelah mengucap kan kata kata itu.
" Kau dengar sendiri bukan ? Bunga Lily ku membenci mu. Dan kau bersama istri baru mu membuat Bunga Lily ku layu. Sekarang pergi lah " Geram Keynan menaham emosi nya.
" Dad, Dengar kan aku dulu " Mohon Alvian.
" Pergi lah Alvian Arrasha Pergi lah " Geram Keynan.
__ADS_1