
" His kenapa kesini ?" Tanya Lily sinis saat melihat Kikan di sana.
Kikan yang merasa kaget karna Lily melihat nya langsung datang menghampiri.
" Kak, Aku merindukan mu " Kata Kikan dengan tidak tahu malu nya.
Lily mendengus kesal saat melihat gelagat aneh dari Kikan.
" Aku lelah, Ingin istirahat " Alvian yang melihat istri nya kembali ketus merasa ketakutan.
" Lily sayng, Hey aku temani ya. Mau istirahat ? Atau mau tidur sambil peluk ?" Alvian memberi saran nya.
Lily tidak memperdulikan nya dan langsung berajalan menuju ke dalam rumah nya.
Alvian menghela nafas berat karna emosi nya kembali di uji oleh Lily terutama saat kedatangan Kikan kesini.
" Kikan, Ku mohon, Tolong...aku mohon menjauh lah dari ku. aku sangat mencintai istri ku. Aku akan memberikan apapun untuk ku tapi tidak dengan bermalam bersama. Aku tidak bisa Kikan !"
Kikan tersenyum simpul melihat Alvian yang memohon di hadapan nya.
" Aku tidak akan menganggu kalian lagi. Tapi dengan satu syarat " Kat nya lagi.
Alvian sudah was was dengan apa persyaratan yang akan di berikan Kikan.
" Apa ?" Tanya Alvian mencoba tenang.
Mencoba memainkan emosi nya Alvian Kikan sedikit mengulur waktu nya.
" Jika kau tidak ingin bermalam dengan ku bagaimana jika kita menghabiskan waktu berdua. Tidak dengan beecinta. Temani aku berlibur selana 1 hari di pantai. Setelah nya aku akan pergi dari kalian. Aku bersumpah tidak akan mengunjungi kalian lagi bahkan sampai aku mati "
" Baik, Jika hanya untuk berlibur. Aku akan menemani mu. Besok! Kita akan berlibur di pantai seperti keinginan mu " Kata Alvian menjawab.
Merasa rencana nya berhasil Kikan tersenyum puas akan ketersediaan Alvian untuk berlibur bersama dengan nya.
...🔥🔥🔥...
Setelah Lily pergi ke kamar nya Alvian menyusul untuk menjelas kan kepada istri nya.
Berharap Lily tidak kembali berubah Alvian mencoba untuk tenang.
" Sayang, Aku masuk ya " Alvian membuka pintu perlahan melihat keadaan di dalam kamar.
__ADS_1
Baru selangkah dya memasuki kamar nya sudah di sambut dengan Sebuah kekacauan.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Kembali ada Bantal melayang dari arah tempat tidur mereka. Mencoba kembali menempah kesabaran nya dalam menghadapi istri manja nya yang sedang mengandung membuat Alvian harus terus menyetok begitu banyak kesabaran nya.
" Sayang...kenapa ada bantal terbang lagi ? "
" Kamu menyebalkan ! Kamu mau pergi berlibur dengan nya besok kan ?" Lily langsung menodong Alvian dengan kecurigaan nya.
Bukan kecurigaan. Tepat nya kenyataan !.
" Sayang...dengar kan aku dulu, Kamu harus mendengar nya dulu "
" Aku tidak ingin mendengar nya. Jika kamu pergi berlibur dengan nya aku juga harus ikut. Aku tidak percaya dengan nya. Bisa saja nanti dya yang memasukan minuman kamu dengan obat terkutuk itu. Aku yakin itu."
" Astaga sayang, Pikiran kamu "
" Kamu meragukan kesetiaan aku heum ?" Tanya Alvian memastikan.
Lily mengangguk sebagai jawaban nya.
Terdengar kembali helaan nafas dari Alvian yang sangat berat.
" Sayang...Percaya sama aku. kamu itu segala nya "
" Segala nya untuk di sakiti " Sahut Lily dengan cepat.
" Schatzi, Sayang itu tidak benar. kamu tahu dimana hati ini berlabuh. Dimana jiwa ini untuk berpulang. Kamu tujuan hidup ku. Kamu rumah ku untuk pulang. Kamu Mami dari anak anak ku " Alvian mencoba menjelas kan namun semua nya seakan sia sia saja dimata Lily nya.
Mencoba untuk mendekati kembali istri nya Alvian memberanikan diri untuk mendekap tubuh mungil yang mulai berisi itu di tempat tempat tertentu dengan perut yang mulai membuncit.
" Sayang..." Panggil Alvian lembut dengan pelukan hangat nya.
" Jangan menganggu ku. Aku ingin terus di peluk. Di elus punggung nya biar enak tidur. Pinggang nya sakit, susah untuk tidur. Setiap malam selalu kepanasan. Mereka sebentar lagi merenggut waktu istirahat ku. Jadi aku harus mempersiapkan diri untuk Itu. " Merasa tertampar dengan penuturan sang istri Alvian menggendong istri nya menuju tempat tidur mereka.
" Maaf kan suami bodoh mu ini Schazti, Yang tidak mengetahui semua keluhan ini " Alvian menyesali perbuatan nya karna tidak mengutamakan sang istri.
__ADS_1
Lily yang awal nya bicara biasa saja kini menyedari bahwa ucapan nya barusan sudah menyinggung suami nya.
" Tau ih. mau tidur aja " Bergegas ke tempat tidur nya agar Alvian tidak lagi membahas masalah itu.
Mengikuti istri nya yang ingin tidur Alvian juga ikut merebahkan diri nya di samping Lily.
Memeluk pinggang ramping yang dulu nya ramping itu dan sekarang sedikit berisi Alvian mulai mengelus pinggang Lily dan memijat nya dengan lembut.
" Seperti ini suka ? " Lily mengangguk di dada Alvian.
" Jika ingin tidur dan ingin aku memijat punggung kamu ku mohon jangan sungkan lagi Schatzi. Maaf kan aku yang sudah menorehkan luka yang amat begitu dalam nya. Maaf kan aku yang sudah tidak mengerti dengan semua keluhan kamu. Tidur lah sekarang sayang. Aku disini " Ucsp Alvian sambil terus menciumi pucuk kelala isri nya.
Sementara di lantai bawah tepat nya di dekat taman tadi Kikan masih menghadapi Reas disana.
" Jangan pernah ingin merusak milik Mami apalagi merebut nya Tante. Tante Kikan tidak boleh merebut apa yang bukan milik tante. GrandMom bilang itu tidak di benar kan dalam agama mana pun. Reas tau Tante juga istri nya Papi. Tapi papi hanya bisa jadi milik Mami. Papi tidak bisa menjadi milik tante. Apalagi merebut nya dari Mami. Reas akan menggagal kan setiap rencana milik tante untuk memiliki papi Alvian. Papi hanya milik Mami. Bukan milik tante!"
Mendengar ucapan Reas anak yang berusia 10 tahun Kikan merasa tertampar dengah kuat. Bahkan sampai kuat nya dya tidak bisa menjawab ucapan dari Reas.
" Satu lagi tante, Reas tidak akan memiliki Mami lain selain Mami Lily. My Mom is Mami Lily. " Tegas Reas.
Sementara sih kembar masih asyik bercanda ria bersama para pelayan. Tepat nys Alandra sajam Karna Alendra hanya menikmati makanan nya saja tanpa ada gangguan apa pun itu.
Reas meninggalkan Kikan sendirian setelah bicara panjang lebar dan kembali kepada Dunia anak anak nya bersama sih kembar.
Sementara Kikan sendiri niat nya semakin menggebu untuk memiliki Alvian juga. Biar lah dya di katakan wanita tidak tau malu dan tau diru.
Karna sejati nya Kikan memang telah mencintai Alvian sejak kecil saat dulu nya sang Ayah bekerja sebagai tangan kanan dan orang kepercayaan Papa Arrasha.
" Aku akan berusaha merebut mu kak. Aku juga berhak atas diri mu. " Kats Kikan lagi.
Tanpa disadari nya Lily sudah berdiri di belakang nya dengan gaya angkuh nya..
" Ku beri tahu satu hal " Suara Lily memecah lamunan dari Kikan.
Merasa tidak asing dengan suara ini Kikan langsung berbalik aarah dsn dya ksget melihat Lily di belakang nya.
" Bahwa suami ku Alvian sangat mencintai ku. Bahkan aku berani bertaruh saat kau telannjang dan polos pun suami ku tidak akan merasa bergairah dengan mu karna dya sangat mencintai ku. Jadi buang jauh jauh pikiran kotor mu untuk bisa bermalam dan berbagi keringat yang sama di atas tempat tidur bersama. Aku Lily Alena Putri Min Young, Nyonya Besar Arrasha Wook kembali menantang mu untuk bermalam dengan suami ku jika memang itu yang kamu ingin kan. Bersiap lah untuk menjadi wanita penggoda ranjang laki laki dengan nakal. Gunakan kesempatan ini dengan benar. Jika kamu gagal maka kamu tidak akan pernah lagi mendapat kan kesempatan ini. Jadi selsmat berjuang dan aku akan menggagal kan niat mu " Kikan di buat bingung oleh alasan dan ucapan Lily kali ini.
...🔥🔥🔥...
Follow my ige @amelia_falisha1511 ❤
__ADS_1