
Setelah mempuh perjalanan 65 menit karna kendala hujan Merka sampai di Mansion Utama Keluarga Young yang lebih segala gala nya dari rumah Lily kemarin.
" Ya Tuhan Lily, Kami berteman dengan siapa ? Ini rumah lebih besar dari kerjaan Inggris mungkin " Ucap Asal Camila
" Bibi, Siapkan Kamar mereka ya aku ingin istirahat " Ucap Lily meninggalkan teman teman nya yang masih bengong melihat keindahan rumah ini.
Bahkan Rumah ini tak kalah Privasi nya dari rumah Lily yang kemarin.
" Nona mari ikut kami " Ajak kepala pelayan Jang membawa Camila, Stevi dan Meela
" Bibi yakin ini kamar kami ? Kami harus lewat mana jika ingin turun ? Aku bingung " Ucap Polos Stevi
" Benar Nona, Di Lantai 2 ini adalah kamar para tamu, Dan di Lantai 3 adalah kamar utama para keturunan keluarga Young, Termasuk kamar Tuan dan Nonya Besar di susul Tuan Keynan dan Nyonya Mawar dan terakhir ada Nona Lily dan Tuan Muda Kembar " Jelas nya
" Bibi, Pakaian kami bagaimana ? Koper kami masih di Rumah Lily " Ucap Camila
" Nona Lily sudah memesan pada kami sebelum kesini agar menyiapkan pakaian Nona Nona "
" Terima kasih bibi " Ucap Teman teman Lily
Sementara di Kamar nya Lily menangis di kamar mandi terduduk di lantai dengan isakan isakan yang menyayat hati nya.
Berbutar kembali kenangan kenangan manis mereka selama menjalin kasih.
Cinta dan kasih tulus dari Alvian yang menemani hari hari nya selama hampir 2 tahun ini kandas setelah ucapan berakhir nya kisah mereka yang keluar langsung dari mulut Alvian.
Disusul dengan di blokir nya nomor Lily dan hilang nya kabar tentang Alvian.
Sampai puncak nya Pagi tadi dirumah sakit Lily melihat sendiri Laki laki yang di Cintai nya berpelukan dengan wanita lain.
Betapa sakit nya hati Lily saat mengetahui hal itu.
Tubuh Laki laki yang dulu nya sering memeluk nya, membeei nya kehangatan setiap kali bertemu dan mengunjungi nya.
Hilang sudah semua itu sejak tadi pagi.
Dengan kesadaran yang tersisa Lily bangkit dan menyelesai kan mandi nya lalu berpakaian dan turun ke lantai dasar.
" Paman Jaka " Panggil Lily pada asisten Kakek nya itu.
" Iya ada apa Nona ? " Tanya Jaka sedikit malas kerna dulu Lily sering mengerjai nya
" Kimmy belum sampai ? " Tanya Lily
" Sudsah sejak 2 jam yang lalu mungkin sedang bersama ibu nya " Jawab Jaka
" Paman antar kan aku ke Mansion Daddy ayo cepat " Lily menarik tangan Jaka agar mengikuti nya
" Aku bukan supir Nona " Jawab Jaka
" Memang, Tapi aku minta tolong antar kan saja apa susah nya sih ? Bukan aku tidak tau ya Paman Jaka menyukai Kimmy, Aku akan membantu Paman bagaimana ? " Tawar Lily
Jaka hanya bisa melongo saja karna Pria 27 tahun itu menyukai Kimmy teman nya.
__ADS_1
Jaka adalah anak orang kepeecayaan Tuan Edwin yang berasal dari Indonesi yang bernama Joko.
" Baik lah, Ingat janji mu Nona " Tegas Jaka
" Sudah ayo cepat " Lily kembali menarik tangan Jaka
Dan kembali menempuh perjalanan selama 45 menit menuju Mansion nya akhir nya Lily sampai.
Dengan segera Lily berlari menuju Kamar nya mengemas semua barang yang pernah di beri Alvian untuk nya.
Mengemas semua nya tanpa terkecuali.
Lily meminta pelayan membawakan Kotak bekas ke kamar nya.
Dengan telaten Lily mengambil barang barang yang pernah di beri Alvian untuk nya.
Seperti separu pertama nya yang sama dengan Alvian sewaktu kencan pertama mereka setelah golf Day waktu itu.
Ada baju,celana,topi,tas dan sepatu Lily memasukan nya kedalam kardua bekas.
Lily kembali mengambil Boneka raksasa nya dan membawa nya keluar semua barang yang telah di beri Alvian untuk nya.
" Bibi, Tolong jangan katakan apapun pada Daddy dan Mommy aku mohon " Pinta Lily pada Bibi Yoo
" Iya Nona " Jawab Bibi Yoo
Lily kembali masuk ke dalam mobil yang di kendarai Jaka dan mobil mereka bersisian dengan mobil Keynan yang baru pulang.
Namun mereka sengaja tidak berhenti.
" Ya Mungkin saja " Jawab Keynan.
Kembali menempuh perjalanan selama 30 menit dan mereka sudah sampai di rumah Alvian.
" Selamat datang Nona Lily " Sapa Penjaga rumah Alvian
" Terima kasih, Apa Alvian ada di dalam ? " Tanya Lily lagi
" Ada Nona silah kan " Jawab sang penjaga saat sudah mengecek semua nya
" Baik aku pamit ya Paman " Jawab Lily kembali dan menuju Rumah Alvian
Saat dya masuk ke rumah Alvian dya melihat Alvian duduk di sofa dan wanita yang di lihat nya tadi pagi dirumah sakit kembali di lihat nya lagi saat ini dengan duduk di samping Alvian dengan memangku semangkuk bubur Lily yakin itu.
" Lily " Lirih Alvian saat melihat Wanita yang sangat di Cintai nya datang ke hadapan nya saat ini.
Betapa bahagia nya Alvian melihat Lily di hadapan nya.
" Maaf mengganggu aku hanya datang kesini untuk mengembalikan apa yang bukan menjadi milik ku " Ucapan Lily mengahantam Jiwa Alvian
Alvian mencoba bangkit dan di bantu oleh Karina dan itu kembali membuat hati Lily sakit.
" Paman Jaka, Bawa kemari semua nya " Teriak Lily mengabaikan kesopanan nya di rumah Alvian
__ADS_1
Alvian tau saat ini Wanita tercinta nya merasa kecewa oleh nya Alvian melihat mata itu bertahan agar tidak menangis.
Hati Alvian kembali teriris saat Mata itu akhir nya mengeluarkan cairan bening, Mata itu menangis dan itu hal yang paling di hindari Alvian
Tak lama jaka datang dengan kardus besar dan di bantu satu pelayan membawa sebuah boneka besar yang Alvian kenal itu.
" Schatzi, Sayang apa maksud nya ini " Tanya Alvain sudah mulai ketakutan
" Jangan panggil aku seperti itu lagi Om, Aku bukan siapa siapa mu dissini, Aku hanya mengembalikan apa yang pernah kau berikan kepada ku dulu, Tenang saja, Setelah kembali ke Paris aku juga akan mengirimkan semua nya yang sudah tertinggal disana termasuk Mobil Ferrari Biru yang kau berikan " Jelas Lily kembali menghantam diri Alvian
" Ini juga miliki mu dan aku juga akan mengganti semua uanh yang pernah ku berikan kepadaku nanti ny, Uang bulanan yang kau berikan dulu " Lily menyerahkan kartu hitam milik Alvian
Karina kaget bahwa Alvian memberi Lily kartu milik nya dan uang bulanan serta semua barang barang itu Karina tau berapa harga yang harus di keluarkan Alvian
" Sayang " Panggil Alvian lagi
" Aku bukan sayang mu lagi, Kita sudah berakhir sejak kata kata itu keluar langsung dari bibir mu, Kita sudah berakhir saat kau memblokir nomor ku dan kita benar benar sudah berakhir saat pagi tadi dan ini puncak dari akhir cerita yang pernah kau sebut kita " Tegas Lily dengan badan yang bergetar
Alvian maju hendak memeluk Liky namun sebelum itu terjadi suara Lily menghentikan nya bahkan sebekum dya bergerak
" Berhehti di tempat mu Tuan Alvian, Tetap di tempat ku " Ucap Lily lagi
" Di kardus itu semua barang yang pernah kau berikan pada ku ku kembalikan kepada mu Tuan, Oh iya aku luap bahkan aku masih memakai sepatu yang sma dengan yang kau kenakan itu " Lily melepas separu nya di hadapan Alvian dan meletakan nya di meja di depan Alvian
" Ini juga ponsel yang sama dengan milik mu sewaktu kita membeli nya di Paris dulu " Lily kembali meletakan ponsel nya setelah mencabut Sim card milik nya
Sebelum pergi Lily mengatakan sesuatu yang kembali menghantam pertahanan diri Alvian.
" Terima kasih selama hampir 2 tahun ini menyayangi dan mencintai ku, Oh tidak tepat nya terima kasih untuk hampir 12 tahun ini telah mencintai ku, Aku sudah menepati janji ku sewaktu umur 7 tahun dengan bilang aku akan menjadi pacar mu dan aku sudah menepati nya " Ada jeda disana
" Terima kasih telah memberi cinta yang sangat luar biasa dan aku juga berterima kasih karna Tuan telah memberikan sakit yang yang teramat sangat yang telah kau gores kan dihati ku dan aku berterima kasih untuk itu " Lanjut Lily berlinang air mata lagi
Bagiamana perasaan Alvian ? Dya lah tersangka utama atas kesakitan yang di terima Lily saat ini.
Saat Lily sudah berjalan Hendak meninggalkan Alvian tanpa Alas kaki Lily kembali berhenti dn berbaliknke arah Alvian.
Dapat Alvian lihat mata yang penuh cinta dulu nya sekarang penuh dengan luka yang mendalam.
" Aku lupa ini juga milik mu " Lily melepas Kalung ukang tahun nya yang ke 17 dan cincin saat Kelulusan Lily
Meletakan nya di Tangan Alvian yang bergetar.
" Aku...akan belajar mengahapus semua nya dan belajar merelakan semua nya, Aku pamit " Ucap Lily berlinang air mata
" Lily, Sayang, Schatzi jangan tinggalkan aku " Ucap Alvian hendak mengejar Lily namun tubuh nya belum sehat dan hasil nya dya terjatuh di Lantai berlapiskan Karpet bulu Persia yang indah itu
" Al, Sudah jangan begini " Karina mencoba membantu Alvian namun di tepis oleh nya
" Lily aku mencintai mu " Jerit Alvian namun Lily sudah keluar dan masuk ke mobil jadi tidak mendengar nya
" Aku mencintai mu Lily, Aku mencintai mu " Lirih Alvian beelinang air mata
Sedang kan Lily yang di dalam mobil masih menangis tersedu sedu mengapa Alvian tidak mengejar nya apa benar Alvian sudah tidak lagi mencintai nya ? Jika memang begitu Dya akan berusaha menghapus semua nya
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Terima kasih telah memberi cinta yang sangat luar biasa dan aku juga berterima kasih karna Tuan telah memberikan sakit yang yang teramat sangat yang telah kau gores kan dihati ku dan aku berterima kasih untuk itu ~~ Lily Alena Putri ❤