Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Kelemahan Alvian


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, Kota Paris memiliki jam yang siang yang cukup panjang dari Negara lain nya.


" Sayang, Kita pulang yuk, Besok aku pulang loh " Alvian membuka suara setelah lelah menemani kekasih nya berwisata ria hari ini


" Iya aku lelah By " Keluh Lily saat sudah di dalam mobil


Alvian membungkuk ingin menggapai Kaki Lily namun dengan cepat Lily menepis tangan Alvian yang hendak menyentuh kaki nya


" Hubby, Stop jangan seperti itu " Ucap Lily


" Mommy tidak mengizinkan, Bahkan Mommy pernah bercerita saat hendak membantu Daddy memakai kan sepatu Daddy menolak nya karna Mommy bukan pelayan, Bahkan pelayan saja tidak pernah melakukan itu untuk Daddy, Dan kamu laki laki mau menyntuh kaki ku ? Ini tidak benar By " Jelas Lily lagi


" Oke, Maaf nanti minta pijat sama bibi atau panggil orang salon mau ? " Tawar Alvian


" Tidak, Aku ingin berendam dan tidur setelah nya " Jawab Lily dengan cepat


" Mari kita akhiri percakapan ini dan segera pulang "


Sepanjang perjalanan menuju Apartement milik Lily Alvian terus menggenggam erat tangan Lily seakan enggan berpisah lagi namun Dunia masih berkata lain.


Mereka harus kembali berpisah dan berperang melawan rindu di dada.


" Sayang, Tidak bisa kah pindah ke Korea saja ? Atau aku yang pindah kesini ? " Tanya Alvian


Lily melihat ke arah kekasih nya dan menatap serius.


" Kamu kenapa By ? jangan seperti ini, Aku janji setelah lulus dan berhasil atau tidak nya aku mencapai impian ku aku akan kembali dan kita akan menikah, Ini janji ku " Ungkap Lily


" Bukan seperti itu sayang ? Hanya saja " Alvian tidak sanggup meneruskan kalimat nya


" Hanya saja apa yang kamu takut kan itu semoga tidak akan pernah terjadi " Jawab Mantap Lily


Alvian merasa semakin kesini hubungan nya dengan Lily membuat Lily secara otomatis tertempah menjadi sosok yang mandiri dan dewasa

__ADS_1


Ada kebahagiaan tersendiri dalam diri Alvian saat melihat perubahan sikap Lily yang lebih dewasa menanggapi sesuatu.


Namun juga terselip kekhawatiran di sudut lain nya, Takut jika Lily berpaling dari nya entah lah ? Alvian merasa Insecure kali ini.


Merasa tidak percaya diri di hadapan Lily.


Mobil sudah berhenti di Basement Apartement Lily namun kedua nya belum juga turun masih menyelami pikiran pasangan mereka masing mansing.


Saling menebak dan menerka apa yang ada di dalam pikiran mereka dan apa yang akan di sampai kan nya


Terdengar oleh Lily helaan nafas berat dari Alvian dan itu membuat Lily melihat ke samping dan menggenggam tangan Alvian.


" Dengar By, kamu pernah bilang kamu gak akan pernah ninggalin aku kan ? Walau aku meminta nya kamu akan tetap bersama ku sebisa kamu kan ? " Tanya Lily


Alvian hanya menatap Lily dan menganggukan kepala nya.


" Aku tidak tau tuhan menuliskan takdir kita bersama atau tidak kedepan nya " Terdengar Lily menghela nafas nya sebelum melanjutkan kata kata nya kembali


" Setidak nya sekarang aku ingin berjuang bersama kamu menikmati keberasaan kita seperti ini, Saat kita saling menyapa, Saling memberi dan saling menguatkan di saat suka maupun duka, Aku hanya meminta yang terbaik untuk kita Bya, Terlepas jika nanti kita tidak berjodoh dan kamu menemukan wanita lain, Bicarakan pads ku dengan baik jangan menghilang dan meninggalkan luka yang mendalam " Sambung Lily lagi


Ungakapn hati Lily ini menghantam pertahanan terdalam di diri Alvian yang membuat nya memeluk Lily dengan erat nya.


Membagi rasa lewat sentuhan nya agar Lily tau seberapa bahagia nya dya bisa bersama dan memiliki Lily saat ini.


" Mari kita berjuang bersama, Setidak nya jika tuhan tidak menuliskan takdir untuk kita bersatu jika ada cara yang akan di tempuh demi takdir itu aku akan berjuang mencapai takdir itu demi kamu Lily, Kamu cinta kedua ku setelah Mama, Dan kamu cinta terkahir ku setelah mama juga " Jawab Alvian dengan suara bergetar menahan tangis nya di dalam dekapan Lily


" Menangis lah Hubby, Tumpah kan semua keluh kesah mu, Agar tidak ada lagi beban menimpa pundak mu aku bersama ku saat ini " Lily mengusap punggung Alvian dengan lembut memberi semangat lewat sentuhan nya


" Terima kasih Schatzi telah membalas cints pria ini, terima kasih telah memandang ku sebagai seorang pria biasa, Te...terima kasih telah mau bersama pria ini, A..aku bahagai bisa memiliki mu, memiliki cinta tulus mu, Aku pria lemah Lily, Aku di tuntut untuk bisa melakukan segala nya saat usia ku masih untuk menikmati Dunia aku harus bergelut dengan tumpukan berkas, Aku hampir gila saat aku kembali dari Jerman, Sa...saat papa jatuh sakit dan lumpuh aku harus memimpin perusahaan yang ada ribuan orang bergantung pada ku " Jelas Alvian


" Saat awak aku memimpin para pemegang saham memandang rendah ku, Tak jarang juga aku mendengar dengan jelas mereka merendahkan ku, A...aku harus kuat demi papa, Aku...aku harus kuat demi mama. Mama pernah bilang Tidak ada larangan seorang laki laki untuk menangis, Laki laki menangis bukan karna dya lemah, Laki laki menangis karna dya merasa juga membutuhkan Tumpuan dan sandaran untuk beebagi rasa nya dan sekarang, Ucapan mama benar Sayang, Aku menemukan wanita untuk tempat ku bersandar dan menceritakan keluh kesah ku, Aku menamukan wanita yang biss menerima ku apa ada nya "


" Aku...a...aku sangat mencintai mu Lily, Sa...sangat " Ungkapan isi hati Alvian dalam pelukan Lily

__ADS_1


" Menangislah jika dengan cara itu kamu bisa melupakan semua nya, Menangis lah Hubby, Menangis sepuas mu luapkan semua kekesalan hati mu " Jawab Lily


Alvian menangis dalam diam di dekapan Lily tubuh nya bergetar menadakan seberapa sedih dan rapuh nya dya saat ini.


Lily tau, Saat ini yang di butuhkan Alvian adalah dukungan dan sentuhan sebagai kekasih untuk nya.


Lily terus memeluk Alvian dan mengusap punggung Alvian yang bergetar hebat sampai saat dya merasa pelukan Alvian mulai mengendur dan tubuh nya sudah tidak bergetar lagi.


Perlahan tapi pasti Alvian melepas pelukan nya saat merasa diri nya sudah baik baik saja.


Sebisa mungkin dya menyembunyikan perasaan malu nya karna Lily melihat sisi rapuh dari seorang Alvian.


" Kenapa ? Malu ya ???" Lily menggoda Alvian


Kali ini wajah Alvian yang memerah Malu saat Lily melakukannyang biasa di lakukan Alvian pada nya.


Dengan berani Lily mengusap Pipi Alvian dan itu membuat Alvian merona malu


" Cieee Blushing cieee " Lily semakin menggoda Alvian


Alvian yang gemas langsung menarik tengkuk Leher Lily dan dengan sekali sentak saja Bibir mereka sudah menyatu dengan sempurna dan Alvian Mellumat nya dengab lembut perlahan tapi pasti Lily mulai membalas Lummatan Alvian dan mengalungkan kedua tangan nya di leher Alvian.


Mereka saling membagi Rasa lewat tautan bibir mereka menikmati rasa yang ada di dalam raga dengan penuh cinta.


Terlihat di dalam mobil lain Felix melihat apa yang sedang di lakukan Alvian dengan Lily dya melihat saat Alvian memeluk Lily dan Lily membalas pelukan nya.


Felix mencengkram kuat stir mobil Ferrari nya dengan urat urat di tangan nya mulai menonjol.


" Kau milik ku Lily, Jika aku tidak bisa memeliki mu tidak akan ada orang lain yang memiliki mu, Ini janji ku " Ucap Felix di dalam mobil nya dan pergi dari sana saat melihat Lily dan Alvian sudah keluar dari mobil menuju Lift ke Unit Apartement nya.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Aku hanya berdoa dan meminta pada tuhan, Setidak nya jika aku tidak berjodoh dengan kamu aku masih bisa menikmati kebersamaan kita entah sebagai teman atau keluarga. Tapi aku benar benar berharap Tuhan berbaik hati kepada kita agar berjumpa dengan takdir yang nama nya jodoh ~~ Lily Alena Putri ❤

__ADS_1


__ADS_2