Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Berteman


__ADS_3

Lily masih saja terus menatap Apartement milik Viona dan Tuan Gale.


" Not bad " Batin nya melihat keseluruhan interior tempat tinggal bertingkat ini.


" Apa ada yang membuat mu tidak Nyaman ?" Tanya Viona saat melihat Lily masih saja melihat setiap sudut ruangan ini.


" Tidak. Selera kamu cukup bagus. Not Bad " Jawab nya Lily.


" Tapi jika boleh jujur aku tidak terlalu menyukai tempat tinggal bertingkat ini. Menurut ku sedikit sesak saja. Tidak memiliki udara segar. "


" Aku pun begitu. Kami sebenar nya tinggal dirumaj juga. Tapi karna pulang dari Lembang kemaren ini yang terdekat ay sudah menginap disini saja. " Jawab Viona.


" Hais...jika tau begitu aku akan meminta mu membawa ku kerumah kalian. "


" Maaf, Next time ya Lily. " Ucap Viona menyesal.


" Jangan sungkan. Kita sekarang bereteman bukan ?"


Viona mengangguk membenar kan. " Ayo kita makan siang dulu. " Akhir nya mereka bangkit dari sana menuju meja makan dan menyiapkan makanan disana.


Sementara para pria masih membahas rencana bisnia mereka. Ya begitu lah Pria. Tak lepas dari nama nya urusan kantor.


" Ayo Tuan, Aku tidak akan membiar kan istri ku lama lama di dekat istri tuan " Alvian kembali melanjutkan kata kata nya saat menyadari perubahan sikap dan raut wajah Gale.


" Maaf, Bukan maksuk apa apa. Istri ku nakal Tuan, aku takut dya mengajar kan istri anda bagaimana cara nya perang jika terjadi masalah dan berimbas terbelah nya ranjang kita dan berakhir mengenas kan. " Gale semakin penasaran saja dengan tingkah laku Nona Muda dari keluarga Young itu.


Tepat nya Istri dari seorang Alvian Arrasha.


" Tidak masalah. Selama ini istri ku menjadi wanita yang sangat penurut. Mungkin akan sedikit lebih menantang jika istri ku berteman dengan istri anda. " Jawab Gale santai.


" Ah...baik lah. " Akhir nya mereka menyusul ikut makan bersama para istri itu.


" Schatzi, Jangan makan terlalu pedas. Nanti sakit perut. " Alvian mengingat kan istri nakal nya itu.


" Nanti minum susu biar gak mulas. " Jawab Lily santai.


Lily sangat menyukai masakan Viona. Ayam rica rica ? Sambal matah ? oh god, lily sangat lahap.


" Maaf Tuan Alvian, Aku tidak tau jika kau tidak makan makanan seperti ini. Maaf hanya bisa menyiapkan ini saja. " Sesal Viona.


Pasal nya Alvian tidak makan sembarangan sejak sakit nya tempo hari.

__ADS_1


" Ah...tidak masalah. Salad buah ini sudsh cukup. Aku sudah menerapkan pola hidup sehat sejak sembuh dari kanker hati tempo hari. " Sahut Alvian sekena nya saja.


" Sekali lagimaaf kan aku Tuan. " Viona begitu sangat menyesal.


" Ais...kenapa memandangi ku ? Apa ada yang aneh ?" Lily mulai kesal pasal nya Gale teruz menatap nya.


Lebih tepat nya menatap heran ke arah nya.


" Tidak. " Jawab Gale cepat.


" Aku ini hamil bayi kembar. Jadi wajar saja aku makan banyak. Tidak masalah bukan ?" Lily mulai bersungut kepada Gale.


" Schatzi, Jaga sikap kamu. Itu tidak sopan. " Alvian menegur Lily yang mulai kesal.


" Maka bilang pada suami mu jangan heran menatap ku. bahkan jika aku mau aku bisa .enghabiskan seluruh makanan ini tanpa sisa. !" Yah, Akhir nya Lily benar benar kesal terhadap Gale.


Gale hanya menyeringai saja. Ternyata ini lah sosok Nona Muda dari Klan Young itu.


Sungguh Gale terheran akan hal mengerikan itu.


Gale yang seorang laki laki normal dengan tu uh yang sangat proposinal itu mengeryit heran karna Lily bisa menghabiskan 5 potong ayam rica rica sedang kan Gale hanya menghabiskan satu potong bersama nasi.


Dan apa itu ? Bahkan Lily dengan santai nya kembali memakan soup buah yang sedang di nikmati suami nya.


" Ck, Perut nya terbuat dari apa ? Apakah sebegitu elstis ny perut itu hingga bisa menmlung makanan sebegitu banyak nya ?" Batin Gale.



" Hubby, Tuan itu masih melihat ku. " Lily kembali merengek pada suami nya.


" Maaf kan istri saya Tuan. " Alvian merasa tidak enak dengan Gale saat ini.


" Santai saja. Buah di kulkas masih banyak. Lagi pula istri ku juga membuatkan puding mangga susu keju. " Jawaban Gale kembali memancing Lily.


" Vi, Aku mau membawa nya pulang boleh ? Boleh ya ? Kita belanja yuk ? Aku traktir kamu. " Lily sudah memiliki ide untuk itu.


" Jangan yang aneh aneh Schatzi, Hal apa yang sudah kamu ajar kan ke Viona ? Sudah berapa bab kenakalan mu kau ajar kan ?" Alvian begitu tau isi dri watak istri nya itu.


" Tidak banyak. Hanya mengajarkan bagaimana jika kita marah karna suami pulang terlambat. Bagaimana cara nya mengabiskan uang nya. bagaimana cara membelah Kasur dan mengajar kan nya bagaimana cara nya melempar bantal dengan sempurna !"


Ya Tuhan, Lilh ini benar benar ya. Batin Alvian.

__ADS_1


" Ayo Vi, aku ingin melihat koleksi tas mu. Apakah banyak ? Ayo aku ingin tau. "


" Lily, Jaga batasan kamu !" Alvian mulai kewalahan menghadapi sikap istri nya itu.


" Maaf," Cicit Lily sambil meremas kedua tangan nya.


Gale begitu kagum dengan Lily mau pun Alvian.


Lily sangat manja dan begitu di cintai oleh Alvian, Namun juga sangat menghargai nya jika Alvian sudah bersikap tegas.


Sadar alan mood Lily yang Turun Gale tersenyum ke arah Viona dan memberikan nya izin.


" Ayo Lily, aku akan menunjukan ke kamu koleksi tas aku. Hm, Lebih tepat nya tas di apartemwnt ini saja tidak banyak. Lebih banyak di Mansion. " Viona sudah menarik tangan Lily namun Lily masih diam di tempat nya dan menatap Alvian.


Lalu menatap Viona dan menggeleng.


" Tidak apa. Aku disini saja. " Jawab nya sendu.


" Ayo, aku ingin bertanya sesuatu. " Mau tidak mau akhir nya Lily ikut ke kamar pribadi Viona dan Gale disana..


" Maaf kan istri ku Tuan, Dya memang kedikit nakal dan kekanakan. " Ucap Alvian sedikit tidak enak hati.


" Itu lah resiko kita menikahi wanita yang jauh di bawah kita umur nya. Istri ku juga begitu. Terkadang membuat naik darah, Namun jika sudsh melihat mata kucing khas mereka rasa nya kemarahan kita reda seketika. " Ya memang benar yang di ucap kan Gale.


Ini lah resiko mereka menikahi wanita yang terlalu jauh perbedaan usia di anatara mereka.


" Aku tidak bisa narah pada nya Tuan, Karna aku sudah menyukai nya bahkan saat dya baru berusia 7 tahun, Gila bukan ?" Gale kaget bukan main.


Gila Gale, lebih gila lagi Alvian rupa nya.


Bahkan Alvian sudah menyukai istri nya sejak usia 7 tahun ? Tak beda jauh dari usia Brian anak nya ?


Gale benat benar heran karna fakta itu.


" Jangan heran Tuan. Aku memang mengukai nya sejak dya berusia 7 tahun, Dan gila nya lagi aku bahkan menguntit nya setip hari dan meberi kan hadiah hadiah kecil sesuai usia nya hingga saat terakhir kali nya saat dya selesai ujian kelulusan High School nya. Ah...Aku jadi curhat begini. " Aneh.


Ya hanya itu yang di pikirkan Gale.


Namun apa daya ? Jika Cinta sudah bicara Pandangan pun lupa tata cara 🙄


Apaan sih ?

__ADS_1



__ADS_2