
Selepas membalas ucapan Kikan Lily pergi menemui mertua nya di belakang yang hanya tertinggal makam.
" Ma...Pa...Lily capek Ma...Lily capek "
" Lily Cinta sama suami Lily, Tapi Lily juga benci sama suami Lily. "
" Lily harus gimana Ma ? Pa ? Lily Gak kuat " Lirih nya sambil menangis senggugukan.
Tanpa di sadari nya Kikan melihat itu. Bahkan dya tidak tau bahwa makan kedua orang tua Alvian di sini.
Dengan berani dya mendekat untuk mendekat kan diri dengan Lily.
" Lily " Kikan menyapa
" Pergi " Ketus Lily
" Lily jangan begini. Aku hanya ingin dekat dengan mu "
" Untuk apa aku dekat dengan mu ? Kau ingin mentertawakan ku iya ? "
" Lily kau salah paham. Aku hanya ingin berteman "
" Aku memiliki banyak teman. Ada Kimmy, Tristan, Camila, Stevi dan Juga Meela. Aku memiliki keluarga ku. aku tidak butuh teman "
" Ya kau memiliki segala nya. Aku yang tidak memiliki segala nya. Izin kan aku juga memiliki apa yang kau miliki. Izin kan aku menarik perhatian kak Alvian. Aku juga ingin di cintai seperti mu. "
" Ternyata aku salah. Ku kira kau juga terpaksa. Ternyata kau menikmati ini semua "
" Ya. Aku akan merebut perhatian Kak Alvian. Aku akan merebut semua perhatian nya."
" Lakukan jika kau bisa. Lakukan !"
" Ya aku akan melakukan nya " Tukas Kikan.
Kikan pergi meninggalkan Lily disana.
" Lihat lah Ma, Pa. Anak kalian mendua kan ku dengan wanita seperti itu ? Apa salah Lily ? Hiks...hiks...hiks..."
Tanpa di sadari nya ada seseorang yang memperhatikan nya disana dengan sorot mata menajam menahan amarah di dada nya.
Emosi nya memuncak dengan tangis Lily yang memilukan itu mampu menyayay hati nya.
" Aku tunggu kau dirumah " Tanpa bicara lain lagi orang itu memutus kan panggilan telepon.
Sementara itu orang itu masih mengamati Lily yang berderai air mata.
" Dimana Lily ?" Angel bertanya pada pelayan
" Kak...Belum lahiran ? Kapan HPL ? " Kikan basa basi
" Belum " Katus Angel
" Dimana Lily Bi ?" Tanya Angel lagi
" Nyonya di halaman belakang Nyonya. Sedang di makam Tuan dan Nyonya besar "
" Apa dya sudah makan ? Bagaimana Vitamin nya ?"
" Ta...tadi pagi..." Pelayan tergagap
" Tadi pagi Lily menyiram Kak Alvian dengan Segelas susu Kak " Angel kaget Kikan yang menjawab
" Bagaimana bisa ? "
__ADS_1
" Padahal Kak Alvian yang membuat nya Kak "
" Lalu ? " Tanya Angel lagi.
" Kak Alvian memutus kan untuk pergi dari rumah ini " Lanjut Kikan.
" Itu sudah benar. Seharus nya Kamu juga Peegi dari sini. Karna Papa pernah bilang Ini rumah untuk Lily dan Cucu cucu nya nanti " Kikan terbengong
" Kak__"
" Sudah lah Kikan. Jangan campuri urusan mereka. Kamu harus tau diri dimana kamu menempatkan posisi mu "
" Iya kak. Aku tau "
" Apa Lily mengidam ? " Tanya Angel lagi
" Nyonya Lily tidak mengidam apa apa Nyonya. Hanya Tuan Alvian saja yang lebih sering makan buah dan susu Steril. Bahkan Tuan membawa bekal Buah. Oh iya. Saya juga mendengar Tuan tadi pagi Muntah muntah di kamar mandi " Pelayan bercerita
Angel kaget mendengar semua itu. Ternyata Alvian yang mengalami hormon kehamilan Lily. Alvian mengalami Gejala kehamilan simpatik.
Dimana sang suami yang merasakan mual dan muntah di saat tertentu dan cenderung mengingin kan hal aneh.
" Baik lah siap kan Makan siang untuk Lily, Hidang kan buah Segar untuk nya "
" Iya Nyonya. Tadi pagi kami panen di kebun belakang dan Nyonya Lily ingin Smooties Strawberri di campus Keju Prancis kata nya "
" Ya buat kan dya itu. Turuti semua keinginan nya "
" Kak aku bantu ya " Kikan menawarkan bantuan.
" Tidak perlu Kikan. Aku takut mood Lily berantakan nanti nya. Aku akan menyusul nya dulu " Angel menuju Taman belakang tempat dimana makan Mama dan Papa Alvian.
Saat sampai di Pintu kaca besar yang langsung menghadap Makan kedua orang Tua Alvian Angel Kaget melihat seseorang yang di kenal nya berjalan berbalik ke arah nya dengan sorot mata yang menajam.
Tanpa bicara orang tersebut berjalan menuju Ruang tamu dan duduk dengan angkuh nya.
Angel tak mengikuti nya karna Lily sudah menyusul nya.
" Ci...sejak kapan disini ?" Lily menghapus air mata nya
" Baru saja " Sahut Angel terbata
"Ci...ada apa ?" Tanya Lily panik melihat Angel merasa tidak nyaman.
" Berarti Lily tidak tau bahwa Daddy nya datang. Ya Tuhan...apa yang akan terjadi pada Alvian ? Semoga kau Bisa menghadapi nya Al " Ya orang itu adalah Keynan Daddy nya Lily
" Ahhh...ya tidak apa ayo " Angel menarik Lily menuju ruang tamu dan disana Keynan sudah menunggu nya
" Dad...Se...jak kapan disini ?" Lilu sudah ketakutan padahal dya sama sekali tidak pernah memberi tahu Keynan Tentang semua ini.
Karna dya belajar dari ucapan Alvian bahwa rumah tangga butuh Privasi.
" Dimana Suami mu sayang ?" Bukan nya menjawa Keynan malah bertanya Tentang Alvian membuat Lily semakin ketakutan.
" A..Alvian Kerja Dad " Sahut Lily gugup
" Kenapa Sayang ? Apa ada yang kamu sembunyikan dari Daddy ?"
Lily tidak berani menjawab bahkan melihat Daddy nya saja dya tidak berani.
" Lily Sayang, My Queen " Panggil Keynan lembut merentang kan kedua tangan nya lebar lebar.
Tanpa menunggu lagi Lily berlari menghambur ke dalam dekapan sang Daddy.
__ADS_1
Betapa sakit nya hati Keynan melihat Putri kesayangan keluarga nya menangis dalam diam sampai tubuh nya bergetar hebat dan itu membuat Diri nya harus bisa menahak emosi nya.
Namun tiba tiba pandangan Keynan melihat sosok wanita Lain diruangan Itu selain Lily dan Angel.
Rahang Keynan Mengeras dan gigi nya sudah mengetat.
Di tambah dengan suara derap langkah kaki mendekat dan dya tau siapa itum
Melepas kan pelukan nya Terhadap Lily lantas Keynan langsung berbalik arah.
" Schatzi, Sayang, Kamu kenapa menangis ?" Alvian hendak mendatangi Lily.
Namun belum sampai mencapai sang Istri sebuah Tendangan mendarat di Dada nya dengan sempurna.
Bugh...
Alvian terjatuh.
" Kakak !!!" Kikan menjerit dan Berlari ke arah nya
" Hubby " Lirih Lily dalam dekapan Angel
" Kak, Kakak tidak apa apa kan ? Kakak baik baik saja kan ? " Kikan terlihat panik dan itu kembali menyulut emosi Keynan
Dengan Aura membunuh nya Keynan kembali Mendatangi Alvian dan menari Kerah kemeja nya sampai Alvian terpaksa berdiri.
" Apa yang Tuan lakukan ? lepas kan kak Alvian...Lepas kan suami ku "
Damn ! Karna kata suami ku membuat emosi Keynan semakin menggila.
" Kau hebat Anak muda. Kau hebat berani menentang ku " Ucapan Keynan dingin dengan sorot mata yang sangat tajam mampu mengiris hati setiap Orang
" Dad, aku bisa menjelas kan semua nya " Kata Alvian
" Tanpa kau jelas kan aku sudah tau itu " Kata Keynan sombong
" Kikan Anjany Chow. Putri tunggal dari William Chow tangan kanan nya Arrasha Wook. Di nikahi Seorang Pemuda kaya Raya bernama Alvian Arrasha Wook yang sial nya sudah memiliki istri. Dan kau tau siapa istri nya itu ? " Tanya Keynan dingin.
" Dya Lily Alena Putri Min Young ! Dya putri ku banjjingan !!!" Teriak Keynan kembali memukul Wajah Alvian.
Bugh...
" Bangun kau. BANGUNNNN!!!" Teriak Keynan semakin emosi.
Karna suara nya yang menggelegar semua pelayan Berdatangan dan para penjaga Pun bersiap membantu sang Tuan.
" Jika kalian berani membantu nya akan ku habisi kalian semua !" Ancaman Keynan terlihat begitu nyata.
Alvian bangkit Dan Mulai beraujud di hadapan Keynan.
" Ku bilang bangun ! Aku tidak menyuruh mu bersujud " Teriak Keynan lagi hendak memukul Alvian namun Lily menghalangi nya.
" Dad...Cukup..." Lily sudah menangis
" Menyingkir lah Sayang, Biar kan Daddy menyelesai kan ini semua "
" No Dad, Please " Pinta Lily
" Schatzi, Sudah...aku tidak apa apa " Ucap Alvian merasakan sakit hati nya melihat mata indah itu kembali menurunkan hujan badai nya.
" Kita Pulang sayang " Keynan menarik Tangan Lily.
" Tidak Dad, Ku mohon jangan bawa Lily. Ku mohon jangan pisah kan aku dengan Lily " Alvian sudah memohon di hadapan Keynan.
__ADS_1
" Aku pernah mengingat kan mu untuk tidak menyakiti Permata hati ku. Jika kau menyakiti nya. Aku akan kembali mengambil permata ku dan kau tidak akan bisa lagi menemui nya bahkan hanya bayangan ny pun kau tidak akan bisa " Ancaman dari Keynan membuat Alvian teringat Kembali atas ucapan Sang Mertua waktu itu