
" Sayang, Marah ?" Tanya Alvian Setelah berhasil berjalan sejajar dengan Lily nya.
" Selamat malam "
Brakk...
Pintu Kamar di banting oleh Lily tanda dya menolak Alvian hadir disana.
" Maaf kan aku " Lirih Alvian kembali
Lily masih mendengar nya di balik pintu.
Saat di kamar lah dya bisa merasakan sakit hati nya yang benar benar sakit.
Sakit harus menerima di Madu dan hidup bersama madu nya pula.
" Aku sudah memaafkan mu. Tapi hati ku masih merasakan sakit nya " Lirih Lily dengan pelan.
Alvian menuju kamar Papa nya yang saat ini menjadi kamar nya karna Lily masih enggan tidur satu kamar dengan nya.
Memilih mengerjakan pekerjaan nya Alvian duduk bersandar di kepala ranjang sambil memangku Laptop nya.
Saat membuka Laptop nya di layar utama terpangpang nyata foto Lily sedang memaki gaun pengantin yang sangat indah.
" Aku mencintai mu Schatzi, Sangat "
Mengerjakan pekerjaan nya sampai larut Alvian melihat laptop nya yang menyimpan rekaman cctv kamar mereka.
Di dalam rekaman itu Alvian melihat Lily yang tidur dengan gelisah..
Berbalik dari kiri ke kanan dan kanan ke kiri.
Merasa kasihan dengan sang istri Alvian memberanikan diri untuk menemui Lily di kamar nya.
Ceklek...
Dengan langkah perlahan Alvian masuk ke kamar yang dulu tempat mereka berbagi kisah dan kasih mereka disana.
Setiap sudut nya menyimpan sebuah cerita cinta.
Bagimana manja nya Lily setiap pagi yang ingin ke kamar mandi di gendong Alvian.
Kelakuan nakal Lily saat memakai pakaian haram nya untuk menggoda Alvian.
Bagaimana Saat istri nya itu merajuk setiap kali Alvian pulang terlambat.
Saat merajuk Lily membuat pembatas di ranjang mereka dengan bantal guling yang di susun membelah bagian ranjang mereka.
__ADS_1
Alvian merindukan semua itu. Semua sikap manja Lily. Merindukan kenakalan Lily sat merajuk.
Duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah cantik yang terusik dalam tidur nya membuat Alvian merasa kasihan melihat nya.
Di elus nys kepala Lily dengan lembut dan sesekali memberi ciuman Di kening nya.
Lama kelamaan Alvian ikut merebah kan diri nya di samping Lily.
Memberani kan diri memeluk istri nya agar tidur nya lelap.
Di usap nya punggung mungil berbalut gaun tidur panjang itu dengan lembut.
Tanpa di duga Alvian Lily membalas pelukan nya dan mengendus aroma tubuh nya.
Meringsek ke dalam pelukan Alvian Lily merasakan nyaman nya yang selama ini telah hilang.
Tanpa sadar nya juga tangan Lily membukan kancing kemeja Alvian dan merasakan hangat nya dada telanjang itu.
Menahan hasrat nya Alvian mencoba untuk tenang.
" Tidur lah sayang, Aku disini " Kata Alvian dengan lembut dan Lily semakin mempererat pelukan nya dan melingkarkan tangan nya di pinggang Alvian dan kaki nya menimpah tubuh Alvian juga.
" Jangan nakal Baby, Kasihan Mami " Ucap Alvian di tujukan untuk sang Anak anak nya.
" Papi mencintai kalian " Ucap Alvian lagi.
" Tidur yang nyenyak bersama Mami" Kata nya lagi sampai mereka berdua kembali terlelap dalam tidur nyaman mereka.
" Selamat pagi Schatzi "
Cup
Alvian mencium kening Lily yang sudah bangun dan duduk di ranjang mereka.
Lilu merasakan tidur nya malam tadi sangat Nyaman dan tenang.
Melihat Alvian sudah rapi dengan jas nya Lily langsung melirik ke jam di dinding ternyata sudah jam setengah 8 pagi.
" Minum dulu Schatzi" Alvian memberikan segelas air hangat ke Lily.
Menyambut dengan baik Lily mengahabis kan air putih nya dan mengembalikan gelas nya ke Alvian dengan diam.
" Mau mandi sekarang ?" Tanya Alvian lembut.
Lily mengangguk tapi sedetik kemudian dya menggeleng karna suami nya sudah rapi dengan jas nya.
" Gak apa ayo sini. Mau di gendong seperti biasa nya ?" Tawar Alvian lagi sambil melepas jas nya.
Lily kembali mengangguk dan merentangkan kedua tangan nya.
__ADS_1
Sekali sentakan saja Lily sudah berada di gendongan suami nya dan memeluk erat leher Alvian.
Menyembunyikan wajah bahagia nya Lily mengendus Leher Alvian agar tidak di lihat kebahagiaan nya.
Sebenar nya inilah yang di ingin kan Lily. Bermanja ria dengan suami nya tanpa ada gangguan sama sekali.
Ada kala nya dya rindu bersikap manja dengan sang suami.
Tapi jika kembali mengingat nya hati itu kembali sakit.
" Sikat gigi nya dulu ya " Alvian kembali mendudukan Lily di meja washtaple untuk menyikat gigi nya.
Saling berhadapan Alvian dapat melihat wajah bahagia itu terlapisi luka yang masih membekas.
" Minta apapun yang kamu ingin kan Schatzi, Aku akan menyanggupi nya. Bermanja lah seperti biasa nya jika kamu mengingin kan nya. Aku lebih suka istri manja ku. istri nakal ku yang siap melakukan peranh terbuka dengan ku saat aku terlambat pulang dan berakhir dengan terbagi nya ranjang kita. Aku rindu istri manja ku yang langsung melompat dan merengek minta gendong saat aku pulang kerja. Aku rindu istri manja ku yang memakaikan dasi ku dengan naik ke sofa. Aku rindu istri manja ku yang berlarian di dalam kamar. Aku rindu istri manja ku yang siap menghancur kan mobil ku saat dya kesal. Seperti saat kamu merajuk saat tiba tiba di weekend aku harus meeting dan berakhir dengan Berserah nya mobil di halaman dengan semua tulisan di kaca depan nya. I Hate You Alvian Arrasha. Aku merndukan semua itu " Alvian mengutarakan isi hati nya selama sebulan lebih ini yang kehilangan sosok imut manja dan menggemas kan itu.
" Aku rindu istri manja ku. Aku tidak menyukai istri ku yang menjadi dewasa. Aku tidak ingin itu. Aku hanya ingin istri ku yang manja dan ekspresif jika merajuk. yang sanggup menggerakan paara pasukan nya untuk menyerang ku dengan makanan tanpa lezat yang mengunggah selera ku. Dan aku harus makan dengan Makanan tanpa rasa itu. Aku rindu saat istri ku merajuk karna aku tidak mempunyai eaktu bersama nya selama sepekan dan berakhir dengan buah Durian yang sangat menyengat di hidung ku. Aku merindukan semua kemanjaan dan kenakalan kamu. Aku rindu saat istri ku belanja dan mengahabiskan uang ku dengan semua belanjaan nya. Aku rindu semua itu " Sambung Alvian lagi.
" Aku sudah selesai " Lily mengalih kan topik pembicaraan mereka karna dya merasa Sudah keterlaluan terhadap suami nya itu.
Namun lagi lagi hati nya sakit saat melihat Alvia dan ada Kikan juga bersama mereka.
" Ayo aku gosok punggung nya ya " Melepas kan satu persatu pakaian sang Istri Alvian kembali menggendong Lily dengan hanys menggunakan pakaian dalam nya saja.
Dan 15 menit kemudian Lily sudah selesai dan Alvian kembali membawa nya di dalam Walk in closet milik nya dan istri nya.
" Pakai gaun ini saja ya " Di ambil nya gaun putih selutut dengan lengan panjang.
Sudah nampak terlihat perut rata itu sekarang mulai membuncit dengan bahagai nya.
" Selesai " Alvian berseru saat melihat hasil karya nya selam hampir 1 jam ini mengurua istri nya.
" Mau sarapan di kamat atau turun ?" Tanya Alvian lembut sambil mencium sekilas bibir merah alami itu.
" Di bawah. Mau makan Tomyam sama jus alpukat. Mau roti panggang saus strawberri juga " Ucap nya manja dan Alvian tersenyum ramah.
" Oke minta para pasukan kamu untuk menyiapkan nya. Aku tidak bisa menemani mu mengahabiskan sarapn karna jam 9 aku harus meetinh dengan Daddy "
" Mau gendong " Ucap nya manja lagi dan Alvian dengan senang hati menggendong sang istri di depan nya. Posisi terfavorit Lily di gendong ala bayi koala.
Turun dari kamar menggunakan lift Alvian dan Lily menuju meja makan yang disana Kikan sudah menyelesikan sarapan nya duluan.
Mendudukan Lily dengan lembut di kursi nya, Alvian berjongkok di hadapan sang istru mensejajarkan wajah nya dengan perut membuncit sang istri tercinta.
" Papi pergi kerja dulu ya Baby, Jangan nakal sama Mami. Ayo bantu papi untuk menjaga Mami. " Ucap nya sambil mencium perut Lily.
" Minum dulu susu nya. Sambil menunggu tomyam nya dan roti panggang nya ya " Ucap Alvian lembut kembali.
" Aku pergi " Ucap Alvian lagi mencium kening Lily disana.
__ADS_1
" Aku pergi Kikan. Jika ingin tingal disini bersikap baik lah kepada istri ku " Ucap nya datar dan meninggalkan Lily dan Kikan di satu meja