Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta

Cinta Beda Negara Bicara Soal Kasta
Maaf Kan Aku


__ADS_3

Sementara di rumah sakit Lily masih tak sadar kan diri saat melakukan pemeriksaan dan itu membuat hati Alvian hancur tak bersisa.


" Bisa ikut aku ke ruangan ku ?" Dokter keluar setelah memeriksa keadaan Lily.


Alvian mengikuti nya sampai keruangan nya.


" Anda scuami nya ?" Tanya Dokter.


" Ya saya suami nya "


" Begini Tuan, Nyonya Lily hamil 4 minggu dan sedang mengandung bayi kembar dan sati janin nya lemah. Beruntung anda cepat datang mambawa nya. Saat ini saya sudah menyuntikan obat penguat untuk kandungan nya. Saya mohon jangan biar kan Pasien stres berat. Orang hamil itu harus senang happy. Biar kan dya melakukan apa yang dya ingin kan. Pasien harus rutin kontrol seminggu sekali sampai kandungan nya baik baik saja dan kuat " Penjelasan dari dokter membuat hati Alvian remuk redam bagai di hantam godam besar.


" Terima kasih dokter atas informasi nya. Saya pamit "


" Oh iya satu lagi. Kalau bisa jangan dulu berhubungan badan sampai keadaan istri anda baik baik saja dan kuat "


" Iya Dokter, Sekali lagi terima kasih " Alvian keluar dari ruangan dokter dengan langkah gontai.


Dan saat dya masuk ke ruangan Lily dya melihat Lily sudah sada. Untuk sesaat pandangan mereka bertemu namun persekian detik kemudian Lily membuang pandangan nya ke ke arah Lain dan mengabai kan Alvian.


Alvian memberanikan diri untuk mendekat dan bicara dengan istri nya.


" Schatzi, Kamu mau apa ? Minum ? Atau mau makan ? Aku bantu ya...Kamu belum makan malam " Alvian memberani kan diri untuk menyuapkan Lily bubur dan sudah di pegang nya.


" Makn ya, Sedikit saja demi Baby, Pelase..." Pinta nya mengiba.


Lily masih diam dalam posisi nya mengabaikan Alvian.


Saat ini dya juga sakit melihat wajah penyesalan dari suami nya tapi hati nya ?


Hati nya juga tak kalah sakit nya.


Bahkan lebih sakit lagi rasa nya saat di tinggal tanpa kejelasan waktu itu.


" Schatzi, Ku mohon...Makan sedikit demi baby ya " Alvian memberani kan diri mengulurkan tangan nya untuk menyentuh dan menyapa Bayi bayi nya di perut Lily.


Namun dengan kasar nya Lily menepis tangan nya hingga Mangkuk yang di pegang Alvian tak luput dari sasaran nya hingga jatuh ke lantai dan berserakan.


Alvian yang melihat itu hanya bisa menghela nafas nya.


Dya tau tidak mudah untuk membujuk Lily saat ini.


Tapi dya harus terus berusaha untuk itu agar mendapat maaf dari istri nya.


" Tidak Apa apa...Ayo kamu mau makan apa ? Biar aku carikan ya ? Atau mau salad buah ? Chikend nugget atau Japanese Cake ?" Alvian menyebut kan semua makanan kesukaan istri nya barang kali istri nya mengidam seperti orang orang.


Ini lah yang di nantikan nya.


Saat dimana Lily hamil dan mengidam dya akan sangat bahagia mencari kan apa yang di ingin kan istri nya.


Namun saat istri nya sudah hamil bahagia nya di rampas begitu saja oleh sebuah Ujian dalam kehidupan ini.


Lily tetap diam tidak merespon semua ucapan atau pertanyaan yang di lontar kan suami nya.


Menit kemudian suasa hening itu berubah saat Angel datang bersama Jasson mereka membawa bungkusan mungkin makanan dari rumah.

__ADS_1


" Lily sudah makan ? Aku bawakan Ikan bakar dari rumah. Kamu mau makan ? " Tanya Angel Pelan


" Aku mual melihat Ikan Ci...bau nya amis, Aku tidak suka. " Angel kaget mendengar nya karna Alvian Juga mual jika melihat Ikan laut karna itu dya tidak menyukai Ikan padahal biasa nya Lily adalah tipe wanita pemakan semua jenis makanan.


" Jadi mau apa ? Bubur nya tumpah ya ? " Angel melihat Alvian membersih kan pecahan Mangkuk dan membuang nya ke tempat sampah setelah nya petugas kebersihan datang.


" Ci...Aku ingin Steak Sirloin Medium Well, Jus Melon dan Red Velvet dan Susu Steril " Yang di sebut kan Lily semua adalah makanan kesukaan Alvian dan itu semakin menghujam relung hati nya.


Saat istri nya mengandung semua ngidam nya dari Lily adalah keinginan Anak nya sesuai dengan kesukaan nya Alvian.


Angel melihat ke arah Alvian yang juga melihat nya.


" Tunggu ya, Aku akan cari kan gak lama kok " Ucap Alvian hendak pergi namun saat dya mulai melangkah Suara Lily mengehentikan nya.


" Ci, Aku sudah tidak ingin lagi " Tiba tiba Ucapan Lily membuat Alvian membeku disana.


Di tatap nya wajah sendu itu yang kini tidak ada lagi rona bahagia nya.


Alvian sudah kehilangan itu semua.


Senyum manis itu.


Tawa bahagai Itu.


Sikap manja itu dan mungkin sebentar Lagi Alvian akan kehilangan cinta itu.


Tidak, Dya tidak akan kehilangan Lily.


Lily hanya milik nya dan cinta nya.


Lily adalah jiwa nya.


Sebisa mungkin dya akan berjuang untuk itu.


" Kenapa ? Kata nya ingin ? Biar Alvian yang mencari nya " Angel berkata dengan lembut.


" Tidak usah Ci, Aku ingin istriharat " Lily merebah kan diri nya di kasur rumah sakit dan mulai menarik selimut nya.


" Oke aku pulang ya " Pamit Angel


" Ini ponsel kamu, Tadi Fellio membawakan nya. Jika ingin sesuatu hubungi kami atau nanti akan ku utus Fellio dan Ernest untuk berjaga disini " Jasson


" Iya...Thanks Ci, Uncle " Kata Lily


" Good Night My Queen " Jasson mengelus kepala Queen kesayangan nya dulu


Lily hanya membalas nya dengan anggukan kepala dan senyum manis.


Angel dan Jasson sudah pergi dan Alvian masih berdiri tak jauh dari istri nya.


" Tidur lah Schatzi, Aku disini menemani mu " Alvian hendak mengelus pipi mulus kesayangan nya itu namun lagi lagi Lily menolak nya.


" Pergi lah. Selema seminggu ini aku sudah terbiasa tidur sendiri. Dan mulai saat ini aku harus membiasakan tidur sendirian " Ucap Lily ketus


" Tidak, Maaf kan aku Schatzi, Izin kan aku menemani mu disini. Merawat kamu dan Baby, Ku mohon jangan begini. Kita akan tetap bersama "

__ADS_1


" Pulang lah ! Istri baru mu sedang menunggu "


" Schatzi..." Lirih Alvian dengan Frustasi



" Lihat aku " Alvian merangkum kedua pipi Istri nya dengan lembut.


Lily menatap nya dengan instens namun lama lama mata indah itu kembali berair dan mengeluarkan Kristal bening kembali.


" No! Dont Cry...Jangan menangis, Kamu harus kuat " Ucap Lembut Alvian.


" Pergi " Lirih Lily sambil melepas tangan Alvian dari pipi nya.


" Schatzi, Ku mohon jangan begini "


" Ku bilang PERGI ! " Lily menyentak kasar tangan Alvian sampai jarum infus di tangan nya terlepas dan seketika darah langsung melngalir dari sana.


Alvian yang panik lantas langsung memencet tomboo darurat berulang kali.


Dya panik melihat Darah terus keluar dari punggung tangan Istri nya.


Dya mengekuarkan sapu tangan dari saku mantel nya untuk menghentikan darah itu namun lagi lagi Lily menolak nya.


" Jangan sentuh aku " Kata Lily


Alvian tidak perduli dta tetap menggapain tangan Lily dan menekan nya agar darah nya tidak keluar lagi.


" Ku bilang janagn sentuh aku !" Bentak Lily membuat Alvian melihat ke arah Lily Namun Alvian tidak memperdulikan itu dya tetap pada kegiatan nya.


" Ku bilang jangan sentuh aku Alvian ! Biar kan luka ini. Bahkan luka ini tidak sebanding dengan luka hati ku. Kau tau ? Disini " Lily menunjuk dada nya sendiri.


" Disini Luka nya lebih parah. Bahkan jika dya bisa bicara dya akan memberi tahu mu bahwa Sampai darah nya habis pun luka itu tidak sebanding dengan luka ini. Karna disini luka itu jauh lebih besar dan lebih dalam "


Kata kata Lily kembali menyakiti hati Alvian.


Tapi dya terima itu.


Benar kata Lily bahwa Luka di hati dan jiwa nya tidak sebanding dengan luka itu tapi Alvian tetap panik.


Saat Alvian inhin menjawab Tim medis datang dan melihat kejadian itu.


Dengan cekatan Perawat itu membersih kan luka Lily dan Dokter kembali menusuk kan jarum infus di punggung tangan Lily dan kali ini pindah di sebelah Kiri.


" Ada apa ini ? " Tanya sang dokter


" Aku tidak ingin melihat nya disini dokter, Tolong usir dya"


" Schatzi, sayang "


" Ku bilang aku tidak ingin melihat nya " Intonasi Lily kembali meninggi


Sadar akan keadaan genting dokter menyaran kan Alvian untuk keluar karna harus memeikir kan kondisi ketiga nya.


Alvian mengalah setelah dokter berkata dan dya ikut keluar.

__ADS_1


" Aku di luar ya. Jika membutuh kan sesuatu panggil saja "


" Aku bilang pergi. Bukan menunggu ku. Aku tidak ingin melihat mu "


__ADS_2