
Pagi sudah datang dan Alvian siap untuk berangkat Kerja.
Tidak ada lagi wanita yang membantu nya bersiap.
Tidak ada lagi wanita yang berdiri di kursi untuk membantu nya.
Rasa nya Alvian merindukan semua itu.
Karna Lily selalu bangun pagi dan bersiap Lalu pelayan membawa kan perlengkapan kerja milik nya yang sudah di siap kan Lily.
" Aku merindukan mu Schatzi..." Lirih Alvian sambil memasang dasi di kamar Papa nya.
Ya sekarang Alvian menempati kamar Papa nya yang langsung bersisian dengan kamar Milik nya dan Lily.
Sementara Kikan di kamar bawah kamar tamu.
Alvian sudah turun dengan setelan kantor nya yang memang setiap hari masih di siap kan Lily untuk nya.
Kali ini Lily memilih nya asal tanpa melihat kecocokan nya.
Namun Setelan Kantor yang menurut nya asal itu tetap di pakai suami nya dan siao nya tetap terlihat menawan.
" Selamat pagi Schatzi..." Sapa Alvian melihat Istri nya tetap acuh dengan nya dan masih sibuk dengan hiasan bunga di meja makan mereka.
Seperti perturan nya setiap Jam makan meja makan harus di sediakan bungan segar dan itu perintah mutlak.
Alvian melihat Istri nya hari ini dengan Dress hitam lengan panjanh sangat memuja nya.
Karna Lily selalu membuat nya jatuh cinta.
Kali ini istri nya tampil dengan make up dan memakai lipstik merah.
Tak lama Kikan juga terlihat datang namun dya melewati meraka dan hendak makan di dapur bersama pelayan karna dya merasa tidak pantas.
" Mau kemana ? " Suara Lily menghenti kan Kikan.
" Aku mau makan di dapur Lily " Sahut nya.
" Duduk "
" Tapi Lily..."
" Aku bilang duduk !" Titah nya dan Kikan terpaksa duduk di Depan Lily dan posisi mereja saat ini adalah Alvian di kursi kepala dan di Kanan nya Lily dan di Kiri nya Kikan.
Alvian merasa canggung saat ini.
Jika orang beranggapan beristri dua membahagaia kan tapi tidak dengan nya.
Lily tanpa aba aba langsung memakan sarapan nya yang di lihat Alvian aneh.
__ADS_1
Karna dya memakan Steak di pagi hari dengan bubur pisang susu yang di campur keju dan juga buah potong kesukaan nya dan segelas Jus Mangga.
Tanpa Alvian tahu jus mangga itu adalah jus mangga yang di petik nya kemarin.
Melihat Lily diam Tanpa melayani Alvian yang terus menatap nya heran Kikan mencoba bertanya.
" Lily, Apa aku boleh mengambil kan sarapan Kak Alvian ?" Tanya Kikan takut.
Lily tidak melihat nya sama sekali. Dya tetap fokus pada sarapan nya yang terlihat aneh di mata Alvian namun enak di rasa nya.
Tidak mendapat respon Kikan memberanikan Diri.
" Kak aku bantu ya " Ucap nya lembut dan Alvian juga masih terlihat asik menatap bagaimana lahap nya Lily memakan makanan itu.
Kikan mencoba berdiri dan mengambil mangkuk nasi goreng untuk Alvian namun kegiatan nya terhenti oleh suara Lily yang ketus.
" Suami mu tidak memakan makanan berminyak dan berlemak apa lagi Penyedap rasa. Mulai sekarang hiasa kan diri mu mengetahui semua tentang suami mu. Dya harus menjaga pola hidup sehat karna Pernah manjalani Tlansplantasi Hati. "
" Aku sudah selesai. Terima kasih untuk sarapan nya " Lily langkit dari kursi nya dan Pergi ke taman belakang untuk melihat kebun sayur organik milik nya.
" Kak...maaf kan aku " Kikan merasa bersalah.
" Habiskan sarapan kamu. Aku akan berangkat ke kantor " Alvian meninggalkan Kikan di meja makan dengan perasaan sedih nya.
" Kuat Kikan...kuat...kamu harus kuat " Ucap nya dalam hati.
Alvian hendak menyusul istri nya di taman belakang sebelum dya berangkat namun langkah nya terhenti saat Melewati dapur dan melihat pelayan membawa kotak susu Hamil milik istri nya.
" Susu untuk siapa ?"
" Kenapa banyak sekali rasa nya ?"
" Terkadang Nyonya meminta rasa lain Tuan. Dan pagi ini meminta susu Vanilla "
" Biar saya saja " Alvian membuat susu untuk istri dan anak anak nya itu.
" Bantu Papi Baby " Gumam nya sambil tersenyum membawa segelas susu di Tangan nya.
" Schatzi, Sayang ini susu nya " Alvian tersenyum ramah melihat Istri nya yang sedang panen buah Strawberri.
Lily melihat nya namun Dya kembali fokus ke buah Strawberri nya lagi.
" Ayo petik Tomat itu. Aku ingin salad buah. Apa anggur Nya sudah bisa di panen ? Buah Kiwi nya bagaimana ? Apa Melon kita berhasil ?" Lily mengalih kan pembicaraan nya.
Alvian semakin mendekat dan memberi susu itu.
" Lily sayang...Minum dulu susu ny "
" Letakan disana " Jawab nya tanpa melihat Alvian.
" Sayang, Ayo di minum dulu. Ini mumpung masih hangat "
" Ku bilang letakan disana " Lily mulai kesal
" Iya tapi di minum dulu baru aku berangkat ke kantor. Cici mu sudah mengundurkan diri. Jadi sekarang aku bersama Jack "
__ADS_1
Lily tetap diam enggan merespon namun Alvian bersikeras menyuruh Lily untuk Kinum susu buatan nya.
Dan Alvian juga ingin menyapa anak anak nya sebelum berangkat ke kantor nya.
" Sayang..." Panggil Alvian lagi sambil menyerahkan gelas bersisi susu hangat itu.
Dengan malas Lily mengambil susu itu dan hendak meminum nya.
Alvian sudah tersenyum melihat nya namun sejurus kemudian Lily kembali teringat sakit hati nya.
Byur....
Susu tadi membasahi Wajah Alvian dan sudah merembes kedalam Kaos dalam nya yang berbalut kemeja nya.
Kejidian itu begitu cepat dan Alvian kaget Lily menyiram nya dengan susu hangat.
Para pelayan disana hanya bisa memekik kaget dan menutup mulut nya dengan tangan mereka melihat Tuan dan Nyonya mereka.
Alvian dapat melihat tangan Lily yang bergetar dan mata nya mulai berkaca kaca.
Alvian tau istri nya merasa sangat bersalah karna telah melakukan kesalahan itu.
" Hey...Sayang. Schatzi...Sudah jangan menangis. Aku tidak apa apa. Hey...Sudah...Aku tidak apa apa " Alvian mendekat dan memeluk Lily yang tubuh nya sudah bergetar itu.
Lily menumpahkan rasa sedih dan bersalah nya di dalam dekapan Hangat Alvian.
" Aku membenci mu " Lily mendorong Alvian agar melepas kan pelukan nya dan mulai berlari meninggalkan nya.
Alvian panik Lily berlari pun ikut berlari mengejar sang istri yang berlari menaiki tangga.
" Sayang...jangan berlari " Alvian berhasil menghentikan Istri nya di anak tangga pertama.
" Maaf kan aku...Jika kamu keberatan dengan kehadiran ku. Baik lah aku akan tinggal di apartement saja "
" Lepas " Kata Lily
" Iya aku akan pergi. Aku tidak ingin kamu tertanggu oleh ku disini. "
" Papi mencintai kalian. Jaga Mami untuk Papi Ya Guys...Love You " Alvian mengusap perut Istri nya dan Menatap Lily yang masih menangis.
" Aku pergi " Alvian pergi masih dengan jas yang basah.
Alvian sudah pergi meninggalkan Lily yang masih menangis.
" Maaf aku Lily, Aku hadir di antara kalian. Maaf kan Aku Lily " Ucapan Kikan mampu mengalih kan pandangan Lily
" Aku tidak ingin bicara dengan mu. Pergi dari hadapan ku dan Habis kan uang suami mu " Ketus Lily.
" Kasihan kak Alvian Lily, Kamu keterlaluan. Dya sangat mencintai mu. Tapi apa yang kamu lakukan ?" Dengan berani Kikan mendebat Lily
" Jika dya mencintai ku dya tidak akan menikahi ku. Terlebih itu Hanya sebuah tanggung jawab atau alasan apapun aku tidak perduli "
" Kamu egois Lily " Ucap Kikan Lagi.
" Lalu kalau aku egois kau mau apa ? Pergi dari hadapan ku dan cari perhatian suami mu !"
__ADS_1